Cara Budidaya Ikan Zebra Tilapia – Tips dan Trik Sampai Panen

Cara Budidaya Ikan Zebra Tilapia – Tips dan Trik Sampai Panen

Budidaya Ikan Zebra – Ikan Zebra adalah salah satu jenis ikan hias yang banyak digemari dan memiliki julukan sebagai ikan ninety nine. Walaupun menjadi primadona tetapi ikan yang memiliki nama latin Tilapian Buttikofen ini akan menjadi sangat agresif ketika tumbuh besar. Ukuran tubuh ikan hias yang berasal dari benua Afrikan ini bisa mencapai sekitar 25 sampai 30 cm.

Cara Budidaya Ikan Zebra Tilapia – Tips dan Trik Sampai Panen

Meskipun termasuk jenis ikan yang sangat agresif tetapi pada dasarnya ikan hias ini merupakan jenis ikan yang sangat cerdas. Dimana ia cenderung bisa mengikuti gerakan di luar area akuarium seperti gerakan tangan kita. Bahkan ikan ini juga bisa menggali kerikil yang berada di bawah permukaan akurium lalu membentuknya menjadi sebuah bukit.

Ikan zebra tilapia ini memang merupakan ikan hias yang terbilang sangat agresif sehingga sangat tidak disarankan untuk mencampur ikan ini dengan ikan hias lainnya apalagi dengan ikan yang memiliki ukuran jauh lebih kecil.

Keagresifan ikan hias ini bisa berakibat pada terbunuhnya ikan-ikan kecil tadi. Namun jika Anda masih tetap ingin menyatukannya maka pastikan bahwa akuarium yang Anda gunakan memiliki ukuran besar. Ikan hias yang sangat unik bukan?

Nah, jika Anda tertarik untuk membudidayakan ikan hias yang satu ini, mari simak cara budidaya ikan zebra tilapia beserta tips pemeliharaannya berikut ini.

Pemilihan Benih Ikan

Tahap awal yang harus Anda lakukan adalah memilih benih ikan zebra yang baik dan berkualitas. Hal ini bertujuan supaya Anda nantinya bisa mendapatkan anakan budidaya yang sama berkualitasnya.

Berikut ini adalah tips-tips dalam memilih benih ikan zebra tilapia yang berkualitas :

  • Pilih ikan yang memiliki ukuran 1 sampai 2 cm dengan kondisi tubuh yang sehat, aktif bergerak dan mempunyai corak warna yang menarik.
  • Pilih benih ikan zebra yang memiliki ukuran seragam, sehat, dan tidak terserang penyakit.
  • Untuk membedakan antara ikan zebra jantan dan betina bisa dibilang sangat sulit sehingga Anda bisa mencampurkan beberapa ikan dalam sebuah akuarium. Baru setelah itu Anda bisa mengetahui jenis kelamin masing-masing ketika ikan sudah bertelur.
  • Anda harus segera pindahkan ikan ke dalam akuarium karena ikan hias ini tidak tahan jika terlalu lama berada di dalam wadah plastik. Jadi pastikan ketika Anda membeli benih maka akuarium sebagai tempat untuk budidaya harus dipersiapkan terlebih dahulu.

Persiapan Akuarium

Karena ikan hias zebra tilapia ini tidak bisa dicampur dengan ikan hias yang lainnya maka dalam membudidayakannya harus dibuatkan akuarium khusus.

Untuk jenis akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan zebra tilapia baik itu masalah ukuran ataupun elemen pelengkapnya tidak jauh berbeda dengan budidaya ikan hias pada umumnya. Tetapi agar wawasan Anda semakin bertambah, berikut ini kami akan bagikan tahapan lengkap dalam menyiapkan sebuah akuarium untuk membudidayakan ikan ini.

  • Akuarium harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara mencucinya menggunakan desinfektan dan bilas sampai bersih menggunakan air yang mengalir.
  • Kemudian isikan dengan kerikil di bagian dasar akuarium dengan ketebalan minimalm ½ cm.
  • Anda juga bisa menambahkan filter, pemanas serta bio-wheel. Tambahkan juga rumput dan substrat-substrat sebagai sebuah empat untuk ikan ini bertelur nantinya.
  • Ukuran akuarium yang digunakan minimal harus berukuran 100 x 50 x 50 cm atau setidaknya akuarium tersebut mampu menampung air dengan volume 40 liter.
  • Isikan air ke dalam akuarium dengan menggunakan air keran yang sebelumnya telah diendapkan atau biarkan kurang lebih selama 1 x 24 jam.
  • Tambahkan air sampai volume di dalam akuarium sudah mencapai 1/3 akuarium.
  • Berikutnya ukur pH air menjadi ideal yaitu berkisar 5 sampai 7, apabila terlalu asam maka bisa ditambahkan dengan larutan basa. Begitu sebaliknya, jika terlalu basa maka bisa ditambahkan dengan larutan asam supaya nantinya pH air menjadi netral.
  • Selain itu, pastikan bahwa suhu air juga hangat yaitu sekitar 25 derajat celcius. Lakukan pengaturan dengan menggunakan mesin pemanas.

Penebaran Benih Ikan Zebra Tilapia Kedalam Akuarium

Tahapan inti dalam melakukan budidaya ikan adalah menebarkan benih ikan di dalam akuarium. Caranya pun cukup mudah yaitu Anda hanya perlu memindahkan benih ikan zebra tilapia yang ada di dalam wadah plastik ke dalam akuarium. Namun Anda harus pastikan bahwa pemindahan ikan ini dilakukan dengan sangat hati-hati supaya ikan zebra tilapia tersebut nantinya tidak akan mengalami stress.

Metode pemindahan bisa dilakukan secara langsung yaitu dengan cara menebarkan benih ikan zebra tilapia langsung ke dalam akuarium yang sudah disiapkan tanpa mengikutsertakan air yang ada di dalam plastik.

Cara Budidaya Ikan Zebra Tilapia – Tips dan Trik Sampai Panen

Akan tetapi, cara tersebut sangat rentan karena ikan zebra tilapia akan lebih mudah stress dan bahkan bisa mengalami kematian karena kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan di dalam akuarium.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk memakai metode yang kedua yaitu melakukan aklimatisasi terlebih dahulu sebagai salah satu upaya untuk pengenalan ikan zebra tilapia dengan kondisi air dan juga lingkungan  di dalam akuarium.

Caranya yaitu dengan memindahkan benih ikan zebra tilapia ke dalam wadah bersih yang sudah berisi air dari akuarium. Ketika ikan sudah mulai tenang maka pemindahan bisa dilakukan secara langsung dengan menebarkan ikan dalam akuarium.

Pemberian Pakan

Hal penting dalam budidaya ikan zebara tilapia yang tidak boleh diabaikan adalah pemberian pakan secara rutin.

Perlu Anda ketahui bahwa jenis ikan hias yang satu ini tergolong sangat rewel sehingga Anda hanya bisa memberikan nutrisi yang berupa pellet ataupun pakan khusus untuk ikan hias. Tetapi Anda juga bisa menambahkannya dengan nutrisi lainnya seperti cacing sutera, dapnia atau udang air air.

Penanggulangan Penyakit

Resiko kegagalan dalam budidaya ikan zebra tilapia ini tergantung dari penanggulan penyakit yang telah dilakukan.

Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan upaya preventif atau pencegahan yaitu dengan menambahkan cairan bakteri dan fungi terlebih dahulu untuk bisa mengusir bakteri dan jamur yang bisa menganggu pertumbuhan ikan. Selain itu, Anda juga harus selalu menjaga kebersihan akuarium.

Lakukan penggantian air secara rutin yakni setiap 3 kali sehari. Pergantian air ini bisa Anda lakukan secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk mencegah tumbuhnya berbagai macam penyakit di dalam akuarium. Selain itu, dengan melakukan penggantian air secara rutin juga membuat air akuarium selalu terlihat bersih dan ikan akan terhindar dari berbagai penyakit.s

Demikian sedikit ulasan kami tentang cara budidaya ikan zebra tilapia dan tips pemeliharaannya. Semoga informasi yang telah kami sampaikan pada kesempatan kali ini bermanfaat bagi Anda semua terutama bagi Anda yang kini berminat untuk membudidayakan ikan hias zebra tilapia ini sehingga bisa Anda jadikan sebagai referensi. Terima kasih sudah berkunjung, Selamat Mencoba !

Cara Budidaya Ikan Palmas – Tips Sampai Panen Berhasil

Cara Budidaya Ikan Palmas – Tips Sampai Panen Berhasil

Budidaya Ikan Palmas – Ikan Palmas, mungkin Anda masih asing dengan nama ikan yang satu ini. Tetapi tidak bagi Anda pecinta ikan hias yang sudah pasti sangat familiar dengan ikan palmas. Ikan Palmas mempunyai bentuk yang unik karena hampir menyerupai naga. Maka tak heran jika Ikan Palmas kini banyak diburu dan dipelihara oleh para pecinta ikan hias.

Cara Budidaya Ikan Palmas – Tips Sampai Panen Berhasil

Popularitasnya yang sudah semakin naik kini membuat permintaan pasar akan ketersediaan ikan palmas juga semakin tinggi. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakan ikan palmas. Terlebih lagi harga ikan palmas bisa dibilang sangat mahal.

Pastinya peluang yang sangat menarik ini juga bisa Anda manfaatkan, ditunjang dengan pengetahuan dasar dalam membudidayakan ikan mas ditambah dengan ketelatenan dan kesabaran maka bukan tidak mungkin Anda bisa mengubah peluang menarik ini menjadi keuntungan melimpah.

Bisnis budidaya ikan palmas memang menjadi salah satu bisniis yang bisa dibilang tidak penah mati. Bahkan bagi pemula pun dalam membudidayakan ikan palas tidak terlalu sulit. Bisa dimulai dengan sangat mudah menggunakan modal awal yang kecil. Anda pun bisa memulai bisni budidaya ikan palmas ini di lahan kecil atau pekarangan rumah.

Bisnis budidaya ikan palmas sangat cocok untuk dijalankan oleh semua orang. Bagi Anda yang kini sedang mengalami kebingungan dalam mencari pilihan bisnis yang tepat. Dengan kemauan dan minat yang cukup tinggi maka bisnis dalam membudidayakan ikan palmas ini bisa Anda jalankan dengan sangat mudah.

Yuk, mari langsung saja simak cara budidaya ikan palmas hingga siap untuk dijual berikut ini!

Pemilihan Indukan

Tahap pertama yang harus dilakukan dalam membudidayakan ikan palmas yaitu pemilihan indukan yang akan dibudidayakan. Dalam hal ini tentu ada perbedaan antara indukan palmas jantan dengan betina yang perlu Anda ketahui.

Berikut ini adalah kriteria indukan ikan palmas yang baik serta cara membedakan indukan jantan dan betiana:

  • Kedua indukan ikan palmas yang dipilih harus berusia sekitar satu tahun dengan kondisi tubuh yang sehat dan tidak terkena penyakit.
  • Mempunyai warna dan corak tubuh yang mulus serta menarik.
  • Indukan palmas jantan dicirikan dengan mempunyai sirip anal yang lebar dan memiliki ukuran tubuh yang profesional.
  • Untuk indukan betina mempunyai ciri sirip anak yang berukuran kecil dan memiliki ukuran tubuh yang cukup gemuk.
  • Kedua indukan ikan palmas harus memiliki gerakan yang aktif.

Pemijahan Indukan Ikan Palmas

Tahap berikutnya adalah melakukan pemijahan. Adapun langkah-langkah pemijahan adalah sebagai berikut :

  • Siapkan wadah baskom atau akurium, tambahkan subtra yang bisa menggunakan serabut kelapa atau ijuk yang nantinya menjadi tempat untuk meletakkan telur ikan.
  • Masukkan indukan ikan palmas ke dalam wadah, pemijahan bisa dilakukan sendiri yaitu 2 indukan jantan dan indukan betina dalam sebuah wadah. Tetapi juga bisa dilakukan secara massal yaitu dengan memasukkan 2 indukan jantan dan juga 3 indukan betina.
  • Apabila dilakukan secara massal maka wadah yang digunakan harus memiliki ukuran besar, tetapi jika dilakukan sendiri maka gunakan wadah yang kecil saja.
  • Didalam wadah bisa ditambah aerator supaya oksigen selalu tersedia di dalam air.
  • Sekitar 2 sampai 3 hari setelah proses pemijahan dilakukan maka biasanya telur sudah menempel pada substrat, tetapi jika masih belum ada telur yang menempel maka bisa Anda cek keesoan harinya.
  • Apabila telur sudah menempel di dalam subtrat maka Anda harus segera pindahkan ke dalam wadah penetasan supaya telur bisa menetas.

Pemeliharaan Anakan Ikan Palmas

Setelah 2 sampai 3 hari telur ikan menetas maka akan berubah menjadi burayak. Burayak merupakan anakan ikan yang masih mempunyai tonjolan pada bagian perutnya atau sebagai sumber makanan.

Oleh karena itulah kita tidak perlu lagi untuk memberikan pakan pada anakan ikan. Setelah tonjolan hilang maka bisa langsung diberikan pakan ikan yang khusus untuk anakan.

Apabila ukuran anakan bertambah besar maka bisa dipindahkan ke dalam wadah yang lebih besar supaya pertumbuhan ikan bisa optimal. Wadah yang digunakan untuk pembesaran bisa menggunakan akuarium atau bisa juga kolam terpal. Tetapi Anda harus pastikan bahwa benar-benar idela dan dapat mendukung pertumbuhan ikan palmas.

Cek pH air harus berada di kisaran angka 5 sampai 8 tetapi yang paling ideal adalah 7. Sementara suhu air harus mencapai 26 sampai 28 derajat celcius. Tambahkan juga aerator di dalam kolam supaya ketersediaan oksigen selelalu ada dan ikan nantinya tidak akan kekurangan okisigen.

Disamping itu, Anda juga bisa menambahkan tanaman-tanaman hijau seperti misalnya rumput-rumputan supaya ikan palmas bisa berteduh dan agar bisa terlihat lebih sesuai dengan habitat aslinya.

Tips Budidaya Ikan Palmas

Membudidayakan ikan palmas termasuk salah satu jenis budidaya yang mempunyai persaingan cukup ketat. Maka dari itu, Anda harus selalu berhati-hati apalagi investasi untuk bisnis ini relatif cukup mahal.

Cara Budidaya Ikan Palmas – Tips Sampai Panen Berhasil

Untuk bisa mencapai keberhasilan dalam membudidayakan ikan palmas maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu :

Pemberian Pakan

Pakan harus diberikan secara rutin dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pellet yang memiliki kandungan protein tinggi, atau bisa juga dengan jenis pakan yang lainnya seperti misalnya cacing sutera, daphia atau udang kecil.

Waktu untuk pemberian pakan ini dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu hari yaitu pada pagi, sore dan malam hari. Berikanlah pakan secara sedikit demi sedikit supaya sisa pakan nantinya tidak mengotori kolam atau akuarium.

Penanggulangan Penyakit

Dalam membudidayakan ikan hias apapun termasuk ikan palmas, penyakit selalu menjadi musuh utama yang bisa mengagalkan proses budidaya. Maka dari itu penanggulangan penyakit pada ikan harus dilakukan secara intensif dengan cara dan metode preventif salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan dan sanitasi disekitar kolam.

Menjaga Kebersihan Kolam atau Akuarium

Dalam melakukan cara merawat ikan palmas atau ikan naga ini yang penting untuk diperhatikan adalah selalu menjaga kebersihan air akuarium atau kolam. Biasanya setiap seminggu sekali ¾ air akuarium bisa diganti secara teratur dan rutin dengan jenis air yang baru.

Untuk kebersihan dalaman kolam atau akurarium, selama satu bulan sekali bisa Anda lakukan supaya Ikan tidak menjadi stress. Selain mencegah ikan stress, pembersihan air yang dilakukan secara rutin bisa selalu menjaga air agar tetap bersih.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang cara budidaya ikan palmas hingga siap untuk dijual. Semoga informasi yang telah kami sampaikan pada kesempatan kali ini bisa bermanfaat untuk Anda semua terutama bagi Anda yang kini berminat untuk membudiayakan ikan palmas. Terima kasih sudah berkunjung. Selamat Mencoba !

4 Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam bagi Pemula

4 Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam bagi Pemula

Budidaya Ikan Mas – Membudidayakan ikan mas bisa menjadi hiburan sekaligus peluang bisnis yang sangat menguntungkan mengingat komoditas ini mempunyai nilai jual yang bagus dengan permintaan pasar yang semakin tinggi.

4 Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam bagi Pemula

Tidak hanya untuk memenuhi permintaan pasar dosmetik saja, permintaan Ikan Mas untuk pasar ekspor sekarang ini juga cukup besar. Sekitar 70% Ikan Mas di pasar luar negeri dipasok oleh negara Jepang dan China, padahal kedua negara dengan iklim dingin ini memerlukan penghangat air yang berbiaya cukup tinggi belum lagi jika dibandingkan dengan ketersediaan pakan alami yang sangat melimpah di Indonesia.

Dari kedua hal tersebut sudah jelas bahwa budidaya Ikan Mas di  Indonesia mempunyai peluang besar yang masih belum teroptimalkan karena minimnya informasi mengenai budidaya Ikan Mas. Maka dari itu, laman ini dibangun khusus untuk menyediakan informasi akurat yang diperlukan bagai semua kalangan agribisnis di Indonesia.

Mengapa Budidaya Ikan Mas Bisa Sangat Menguntungkan?

  • Ikan Omnivora

Ikan Mas merupakan jenis ikan omnivora atau pemakan segala. Jenis ikan omnivora bisa tumbuh besar dengan protein nabati yang bisa didapatkan dari sayuran afkir maupun tumbuh-tumbuhan yang ada di sekililing rumah Anda.

Hal tersebut pastinya akan lebih menghemat biaya pakan daripada Anda memilihara ikan omnivora yang hanya bisa tumbuh besar dengan pelet ataupun pakan pabrikan yang sudah pasti harganya cukup mahal.

  • Pangsa Pasar yang Besar

Ikan mas mempunyai banyak sekali peminat, baik itu digunakan sebagai ikan hias atau untuk konsumsi. Banyak sekali restoran yang menyediakan menu makanan dengan bahan dasar Ikan Mas semisal dibuat pepes, ikan goreng, ikan bakar atau lainnya. Selain itu, banyak juga jenis Ikan Mas yang digunakan sebagai ikan hias seperti Koi, Kumpay, Koki, dan sebagainya.

  • Mudah dibudidayakan

Ikan mas bisa dipijahkan secara alami tanpa perlu bantuan manusia sepanjang tahun. Hal ini tentunya membuat Ikan Mas sangat mudah untuk dibudidayakan karena kita tidak perlu kemampuan khusus untuk mengembangbiakkan ikan yang satu ini.

Ikan mas mempunyai adaptasi yang sangat tinggi sehingga mampu hidup di segala macam lingkungan seperti kolam tanah, keramba, kolam semen, dan lainnya. Ikan Mas juga termasuk ikan tawar yang bisa mencapai ukuran sangat besar hinggga 25 kg dalam waktu cukup cepat.

Biasanya untuk ukuran konsumsi, Ikan Mas baru bisa dipanen ketika mencapai berat 300 sampai 400 gram per ekor. Ukuran ini bisa dicapai dalam waktu cukup singkat yaitu hanya sekitar 6 sampai 8 bulan saja setelah tebar benih.

  • Harga Jual yang Tinggi

Harga jual Ikan Mas dipasaran sangatlah tinggi bisa mencapai Rp 50.000,00 karena memang jenis ikan yang satu ini termasuk ikan premium untuk dikonsumsi. Selain untuk dikonsumsi, jenis Ikan Mas hias juga mempunyai harga jual yang cukup tinggi dipasaran dengan permintaan tinggi dan tidak mengenal musim.

Jenis Ikan Mas hias sangat beragam seperti Ikan Mas Koi dan Ikan Mas Koki yang mempunyai harga fantastis bahkan mencapai puluhan juta perekornya.  Kriteria yang dinilai dari Ikan Mas Hias adalah pada bentuk tubuh, warna, dan juga cara berenangnya.

Harga Ikan Mas Hias bisa sangat tinggi karena bisa digunakan sebagai indukan dan bisa juga diikutkan dalam kontes ikan hias. Untuk ikan hias yang menang dalam kontes bisa mencapai harga yang sangat tinggi jika Anda meminangnya.

  • Penghilang Stress

Memelihara Ikan Mas baik itu untuk konsumsi ataupun sebagai ikan hias bisa menjadi obat yang paling ampuh untuk menghilangkan stress setelah bekerja seharian. Dengan melihat ikan berenang dan mendengar percikan air tentu bisa memberikan ketenangan pada diri kita sehingga stress yang diderita akan hilang dan membuat kita lebih produktif dalam bekerja.

Jenis-Jenis Ikan Mas

Berdasarkan fungsinya Ikan Mas ini terbagi menjadi dua  jenis yaitu Ikan Mas Konsumsi dan Ikan Mas Hias. Berikut ini adalah beberapa contoh Ikan Mas Konsumsi dan Ikan Mas Hias :

4 Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam bagi Pemula

Ikan Mas Konsumsi :

  • Ikan Mas Punten
  • Ikan Mas Putri Yogya/Sinyonya
  • Ikan Mas Majalaya
  • Ikan Mas Merah
  • Ikan Mas Taiwan
  • Ikan Mas Lokal
  • Ikan Mas Yamato

Salah satu jenis Ikan Mas Konsumsi yang dianggap paling unggul khususnya di daerah Jawa Barat adalah Ikan Mas Majalaya. Jenis ini mulai digalakkan oleh Menteri Pertanian pada tahun 1999 karena dianggap paling menguntungkan untuk dibudidayakan. Hal ini karena pertumbuhannya yang sangat cepat jika dibandingkan dengan jenis Ikan Mas yang lainnya.

Ikan Mas Hias :

  • Ikan Mas Koki
  • Ikan Mas Koi
  • Ikan Mas Kaca
  • Ikan Mas Kumpay
  • Ikan Mas Fancy
  • Ikan Mas Kancra Domas

Dari sekian banyaknya jenis Ikan Mas Hias ini, yang paling populer adalah Ikan Mas Koi. Jenis ini bisa berumur hingga ratusan tahun dan diketahui bisa tumbuh sampai dua meter. Terdapat banyak komunitas pecinta Koi dan seringkali diadakan event-event kontes Ikan Koi.

Ikan Koi sendiri mempunyai jenis yang sangat beragam dimana penamaannya didasari oleh string warna yang ada di kulitnya. Beberapa jenis Ikan Koi adalah Kohaku, Shiro, Kikokuryu, Gin Matsuba dan masih banyak lagi lainnya.

Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam

  1. Persiapan Kolam

Jika Anda ingin membudidayakan Ikan Mas di kolam maka Anda harus membersihkan kolam dari penyakit dan juga parasit. Pembersihan kolam dilaukan dengan cara mengeringkan kolam supaya penyakit dan parasit bisa mati akibat paparan cahaya matahari selama satu hari untuk kolam ikan semen dan 5 sampai 7 hari untuk kolam ikan tanah.

Untuk bisa menambah makanan yang alami pada kolam ikan, Anda bisa mengklutur plankton dengan cara memberi tambahan pupuk organik yang sudah matang sebagai makanan plankton. Dosis yang bisa diberikan adalah sekitar 1-2 ton /ha.

Jika sudah diberikan pupuk, isi kolam ikan dengan air hingga setinggi 15 cm, setelah warna airnya berubah menjadi hijau maka berarti ganggang dan plankton sudah mulai tumbuh. Kemudian isi kolam ikan tersebut dengan air hingga ketinggian 120 cm.

  1. Menebar Bibit

Gunakanlah bibit Ikan Mas yang unggul supaya resiko kegagalan bisa diminalisir. Untuk mendapatkan bibit yang unggul, Anda bisa membelinya di kelompok tani ataupun di BPPI.

Ciri-ciri bibit yang unggul adalah pergerakannya gesit, memiliki kulit mulus tanpa adanya luka ataupun jamur, berasal dari indukan yang unggul dan bersertifikat serta memiliki nafsu makan yang baik.

Saat melakukan penebaran hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah menyesuaikan jumlah bibit ikan dengan luas kolam, untuk jenis Ikan Mas konsumsi maka Anda harus menebarkan bibit dengan kepadatan 20 ekor/ meter².

  1. Pemberian Pakan

Anda bisa memberikan pakan yang berprotein 25% dengan volume pemberian sekitar 3 sampai 4% bobot ikan. Berikan pakan pada pagi dan sore hari, pakan sebaiknya diberikan secukupnya supaya tidak meninggalkan sisa makanan yang berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit dan mengurangi okigen akibat dari proses pembusukan.

  1. Panen Ikan Mas

Ikan Mas bisa dipanen pada ukuarn 300 sampai 400 gram per ekor, biasanya berumur 6 sampai 8 bulan. Jika ikan akan dijual maka Anda harus menyortir pada ukuran konsumsi yang dikehendaki oleh pasar. Harga di tingkat petani adalah sekitar Rp 25.000,00 tergantung jumlah permintaan pasar.

Tips Berternak Ikan Mas

Jenis ikan yang memiliki nama latin Cyprinus Carpio ini adalah ikan yang menyukai perairan dangkal dengan aliran yang tidak begitu deras dengan suhu ideal untuk pertumbuhannya sekitar 25 sampai 30 derajat celcius. Ikan ini bisa ditemukan pada perairan payau dengan kadar garam sekitar 20 sampai 30 persen.

Ikan Mas biasanya akan berenang di dasar perairan untuk mencari makanan. Sama halnya dengan ikan lele yang juga merupakan ikan dasar perairan, sehingga jika terlalu sering berenang ke permukaan air maka akan menghabiskan banyak energi yang semestinya digunakan untuk tumbuh, sehingga penting bagi Anda untuk selalu memperhatikan ketersediaan oksigen larut dalam air.

Ikan Mas bisa matang secara gonad atau siap kawin ketika berumur lebih dari satu tahun, mereka bisa kawin sepanjang tahun namun lebih sering kawin ketika musim hujan karena terangsang oleh aroma tanah yang terguyur air hujan.

Telur Ikan Mas yang telah dibuahi akan menetas setelah 4 hari dan akan berubah menjadi larva, larva ini masih sangat menggantungkan hidupnya pada kantung makanan yang menempel pada perutnya selama 2 sampai 4 hari. Baru setelah itu ia akan memakan makanan yang alami seperti plankon sampai akhirnya mampu melahap makanan yang lebih besar.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka pertimbangkan untuk memberikan pakan fermentasi dengan batuan mikrobakteri lokal atau MOL, Anda bisa membelinya di toko pertanian dengan naman EM-4 perikanan.

Penggunaannya juga bisa diaplikasi untuk menjaga kondisi air supaya bisa menghasilkan pakan secara alami dan menjaga oksigen larut di dalam air. Jadi, itulah cara membudidayakan ikan mas di dalam kolam.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara budidaya ikan mas di dalam kolam bagi pemula. Semoga informasi yang telah kami sampaikan pada kesempatan kali ini dapat memberikan manfaat bagi Anda semua terutama bagi Anda yang masih pemula sehingga bisa Anda ikuti caranya agar budidaya Ikan Mas Anda bisa berhasil nantinya. Semoga Bermnafaat !

4 Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam bagi Pemula

Cara Budidaya Ikan Patin yang Menguntungkan Agar Cepat Panen

Cara Budidaya Ikan Patin yang Menguntungkan Agar Cepat Panen

 

Membudidayakan ikan patin mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Namun sayang sekali jika Anda melewatkan kesempatan terbaik ini.  Mari simak bagaimana cara budidaya ikan patin yang menguntungkan agar cepat panen melalui artikel berikut ini.

Cara Budidaya Ikan Patin yang Menguntungkan Agar Cepat Panen

Bingung Mau Bisnis Apa?

Banyak sekali pebisnis pemula yang masih kebingungan untuk memilih bisnis apakah sebagai awal perjalanan bisnisnya. Sebagian memilih untuk berbisnis kuliner, ada yang mencoba peruntungannya di bidang tekstil, ada pula yang jual beli di bidang properti.

Beberapa jenis tersebut mungkin sudah umum di telinga Anda. Tetapi pernahkan Anda berpikir bahwa semakin umum suatu bisnis maka akan semakin banyak pula pemain di dalamnya. Hal ini berarti bahwa akan semakin banyak pula pesaing bisnis Anda.

Maka dari itu, kami disini ingin mengajak Anda untuk melihat sebuah bisnis yang bisa dibilang masih belum umum yaitu budidaya ikan patin. Bisnis yang satu ini bisa memberikan banyak keuntungan jika Anda lakukan dengan tekun dan benar.

Tetapi pada dasarnya bisnis apapun yang Anda jalankan dibutuhkan pengaturan keuangan yang baik agar bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Percuma kan jika memulai bisnis yang baik tetapi tidak diimbangi dengan sistem keuangan yang tepat.

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Patin

Jika pada awalnya budidaya ikan patin hanyalah sebuah hobi, maka kini bisa Anda manfaatkan sebagai peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Salah satunya adalah membudidayakan ikan patin. Mengapa harus ikan patin?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air awa yang mempunyai peluang ekonomi baik untuk dibudidayakan. Jenis ikan yang satu ini pun sudah dikenal dimana-mana khususnya oleh masyarakat Indonesia dan sudah tersebar hingga ke pelosok di pedesaan, bahkan banyak sekali orang yang menggemarinya.

Ikan patin atau yang memiliki nama ilmiah Pangasius Hypophthalmus adalah ikan sejenis lele yang tergolong dalam catfish. Kedua ikan tersebut sama-sama mempunyai kumis atau sungut dengan karakter unik yaitu tidak mempunyai sisik dan mempunyai semacam duri yang cukup tajam pada bagian siripnya.

Jenis ikan ini mempunyai habitat asli di sungai kawasan Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Ukuran ikan patin dewasa bisa mencapai hingga 1 sampai 2 meter.  Mengapa budidaya ikan patin sekarang ini termasuk salah satu bisnis yang cukup potensial?

Penyebabnya adalah karena sekarang ini pemerintah sudah mengeluarkan sebuah kebijakan terkait dengan pembatasan kuota impor ikan sehingga  peningkatan produksi ikan dalam negeri akan menjadi tumpuan kebutuhan pasar lokal.

Ikan patin sendiri merupakan ikan yang pertumbuhannya bisa dibilang sangat cepat, sehingga budiday ikan patin ini bisa menjadi alternatif tepat dalam menangani hal tersebut.

Perlu diketahui bahwa budidaya ikan patin di dalam kolam bisa dibilang sangat cepat, dalam waktu 6 bulan saja ikan patin bisa tumbuh dengan panjang mencapai 35 sampai 40 cm dengan berat sekitar 1 kg, selama pemeliharaan ikan ini dilakukan secara teratur.

Disamping itu, harga jual ikan patin ini juga sangat tinggi dan peminatnya pun tak kalah banyak jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Jadi bisa dipastikan Anda akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari bisnis ini.

Hal yang tak kalah menarik lainnya adalah ikan patin ini banyak dicari oleh pembeli karena mengandung banyak gizi yang sangat bermanfaat. Ikan patin mempunyai kandungan lemak rendah daripada jenis ikan lainnya. Kandungan lemak esensial EPA (0,31%) dan DHA (4,74%) serta lemak tak jenuh USFA (50%).

Hal ini berarti ikan patin mempunyai kandungan kolesterol yang sangat rendah (21-39 mg/ 100 gram) sehingga akan sangat bagus untuk dikonsumsi dan cocok bagi Anda yang kini sedang menjalankan program diet.

Maka tak heran walaupun harganya lumayan tinggi tetapi ikan patin tak pernah sepi dari peminat. Nah, jika Anda berminat untuk membudidayakan ikan patin, berikut ini kami akan bagikan  cara budidaya ikan patin yang menguntungkan agar cepat panen  dan menikmati hasilnya!

Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen

Umumnya, banyak sekali pebisni pemulai yang menghindari usaha budidaya semacam ini. Alasan utamanya adalah karena mereka takut gagal dan langsung terbayang bagaimana  repotnya membudidayakan ikan.

Namun perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya budidaya ikan patin ini tidak sesulit yang Anda bayangkan. Anda  bisa melakukannya dengan mudah melalui tips-tips berikut ini, dijamin Anda nantinya akan lebih cepat panen dan mendapat untung melimpah:

  1. Mencari Lokasi yang Tepat

Lokasi menjadi hal yang paling utama dalam membudidayakan ikan patin, karena pada dasarnya ikan patin mempunyai habitat yaitu di alam bebas atau sungai. Dalam membudidaykan ikan patin Anda harus paham bagaimana syarat lokasi yang cocok untuk habitat ikan patin.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika aka akan memilih lokasi untuk budidaya ikan patin :

  • Pemilihan lokasi untuk budidaya ikan patin harus dengan jenis tanah lempung, ini karena cocok untuk dijadikan sebagai kolam.
  • Usahakan lokasi yang dipilih berada ditempat terbukan, mendapatkan cahaya matahari.
  • Kualitas air, air yang digunakan untuk mengairi kolam budidaya ikan patin harus bersih, tidak keruh ataupun tercemari oleh limbah yang berbahaya.
  • Suhu yang ideal dalam kolam adalah sekitar 26 sampai 28 derajat celcius.
  • Ph Air dengan keasaman 6,5 sampai 7 (pH standar).
  • Alternatif lokasi yang lainnya untuk membudidayakan ikan pating adalah model keramba. Hal ini bisa diterapkan apabila dilingkungan Anda tidak jauh dari sungai, bendungan, ataupun irigasi yang lainnya dengan arus yang tidak besar.
  • Untuk pembuatan kolamnya bisa dibentuk seperi halnya kolam pada ternak lele, karena budidaya ikan patin tidak jauh berbeda dengan ikan lele.

  1. Pilih Bibit yang Baik

Faktor keberhasilan dalam membudidayakan ikan patin yang kedua terletak pada bibit ikan patin itu sendiri.

Jika Anda masih belajar dalam membudidayakan ikan patin, kami menyarankan kepada Anda untuk menggunakan bibit patin yang dibeli dari peternak. Hal ini karena akan lebih cepat dan kualitas bibitnya pun tidak perlu diragukan lagi.

Cara Budidaya Ikan Patin yang Menguntungkan Agar Cepat Panen

Dalam pemilihan bibit ikan patin, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu :

  • Cermati fisik atau kesehatan bibit ikan patin, bibit yang berkualitas mempunyai tubuh yang profesional dengan ciri-ciri sebagai berikut ini :
  1. Ukuran kepala dan tubuhnya seimbang.
  2. Mempunyai pergerakan yang lebih lincah, tidak memiliki luka, sungut sempurna, warna tubuh yang nampak mengkilat dan cerah.
  • Ukuran benih ikan patin yang seragam, ini bertujuan untuk menghindari kasus kanibal walaupun hal tersebut sangat jarang terjadi.
  • Pastikan benih ikan patin yang Anda gunakan berasal dari indukan patin berkualitas ungul dan bukan merupakan hasil pemijahan dari kekerabatan dekat (inbreeding).
  • Anda harus tanyakan penyakit kepada penangkarnya, apakah bibit patin tersebut pernah terjangkit penyakit atau tidak. Tanyakan juga bagaimana perlakuan bibit patin sebelumnya, apakah menggunakan vitamin, probiotik, atau antiobiotik.

  1. Pemeliharaan yang Tepat

Walaupun budidaya ikan patin bisa dibilang cepat, pastinya Anda harus melakukan pemeliharaan secara tepat supaya ikan patin nantiya dapat dipanen dengan tepat waktu dan memiliki ukuran besar serta berkualitas baik.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk memelihara ikan patin agar bisa tumbuh dengan baik dan optimal :

  • Kondisi kolam yang digunakan untuk budidaya ikan patin jika kurang baik maka bisa menyebabkan ikan patin mudah terserang berbagai penyakit dan bahkan kematian bibit ikan patin di kolam Anda. Maka dari itu, air untuk mengaliri kolam ikan harus berasal dari sumber air yang bersih. Apabila kolam terlalu asam maka sebaiknya berikan kapur supaya pH stabil.
  • Sebelum bibit patin dimasukann ke dalam kolam, harus dilakukan pemupukan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan pakan alami yang diperlukan oleh ikan.
  • Pemberian pakan harus secara bertahap yaitu pada pagi dan sore hari, dimana pada bibit patin yang baru Anda masukkan ke dalam kolam jangan sampai diberi pakan pelet dahulu. Biarkan bibit tersebut memakan zooplangton yang telah tersedia di kolam. Baru setelah itu Anda bisa berikan pakan pelet. Jumlah pemberian pakan pada ikan ini akan berubah setiap bulannya, ini karena perlu disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan ikan patin. Pakan yang harus diberikan perhari adalah 3 sampai 5% dari berat badan ikan.
  1. Penanganan Hama dan Penyakit

Salah satu masalah yang sering terjadi dalam membudidayakan ikan patin adalah terserang hama dan juga penyakit. Anda bisa mencegah akses masuk hama ke dalam kolam dengan cara memasang lampu penerangan di sekitar kolam. Hama biasanya enggan masuk jika ada cahaya lampu.

Penyakit pada ikan patin ada yang dikarenakan infeksi dan non-infeksi. Penyakin non-infeksi ialah penyakit yang bisa timbul karena adanya gangguan faktor yang bukan patogen. Namun penyakit non-infeksi ini tidak akan menular.

Sementara itu, penyakit infeksi adalah penyakit yang timbul karena adanya gangguan organisme patogen. Apabila Anda membasmi hama dan juga penyakit dengan cara yang tepat maka ikan patin akan tumbuh dengan baik dan kualitasnya pun bisa lebih baik.

  1. Prosen Panen yang Tepat

Tips terakhir adalah memanen ikan patin dengan cara yang tepat sehingga ikan patin nantinya tidak mengalami kematian ataupun cacat ketika dipanen. Misalnya saja jika penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan jala apung tentu akan membuat ikan menjadi luka-luka.

Jadi, sebaiknya penangkapan ikan patin harus dimulai dibagian hilir lalu bergerak ke bagian hulu. Sehingga jika ikan patin didorong dengan keras maka ikan patin akan terpojok di bagian hulu.

Budidaya Ikan Patin Tidaklah Sulit

Dalam menjalankan bisnis pastinya akan ada banyak sekali masalah, seperti halnya dengan bisnis budidaya ikan patin ini. Tetapi semua itu bisa Anda lalui jika Anda fokus dan semangat dalam menjalankannya.

Kembangkan usaha Anda dengan bertahap dan selalu fokus pada intinya, sehingga bisnis Anda nantinya bisa berkembang baik sebagaimana mestinya. Kami yakin bahwa Anda bisa menjadi pebisnis ikan patin yang berhasil dan sukses jika Anda mengaplikasikan tips-tips budidaya ikan patin  agar cepat panen diatas.

Selamat Mencoba!

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Gabus. Mudah & Dijamin Cepat Panen !

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Gabus. Mudah & Dijamin Cepat Panen !

Apabila Anda ingin mempelajari lebih lanjut mengenai cara budidaya ikan gabus di rumah atau berskala besar, lengkap beserta keuntungannya yang sangat berlimpah. Baca selengkapnya disini!

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Gabus. Mudah & Dijamin Cepat Panen !

Membudidayakan ikan gabus sebagai usaha memang tidak sepopuler seperti jenis ikan tawar yang lainnya. Tetapi jarang sekali orang yang tahu bahwa ikan gabus sebenarnya mempunyai daya jual dan untuk yang sanga melimpah seperti halnya ikan nila, lele, atau bandeng.

Selain itu, budidaya ikan gabus bisa dibilang jauh lebih mudah dan lebih cepat untuk dipanen. Hal ini karena ikan gabus mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi. Maka tak heran jika kini banyak sekali orang yang mengincarnya, terutama restoran-restoran berbasis gizi yang saat ini sedang naik daun!

Penasaran bagaimana cara meraup keuntungan dari budidaya ikan gabus?  Simak terus panduan selengkapnya di bawah ini !

Jenis-Jenis Ikan Gabus

Berikut ini adalah jenis-jenis ikan gabus yang banyak dibudidayakan di rumah atau secara skala besar :

  1. Great Snakehead

Ikan gabus dengan jenis great snakehead bisa tumbuh besar hingga 1 meter. Selain karena ukurannya yang cukup besar, ikan gabus jenis ini banyak dibudidaya karena dagingnya yang tebal dan penuh dengan gizi.

Kepala ikan gabus dengan jenis great snakehead biasanya jauh lebih besar dan tidak bersisik seperti halnya dengan jenis snakehead lainnya. Badannya pun licin dengan warna lebih gelap.

Para nelayan yang menangkap jenis ikan gabus ini biasanya akan menjual hasil tangkapannya pada restoran-restoran yang besar. Harganya pun sangat tinggi karena jenis great snakehead ini sulit untuk ditemukan di perairan Indonesia.

  1. Forest Snakehead

Jenis ikan gabus lainnya yang banyak dipilih untuk dibudidayakan di rumah adalah forest snakehead. Berbeda halnya dengan jenis great snakehead, jenis ikan gabus ini memiliki ukuran yang lebih kecil dengan warna yang tidak sepekat jenis sebelumnya.

Ikan yang satu ini bisa dibilang jauh lebih awet jika dibudidaya di rumah karena kelebihannya yang mampu bertahan di segala macam suhu dan juga cuaca.

Ukuran ikan gabus jenis forest snakehead ini bisa mencapai hingga 40 cm, dan bisa ditemukan di sisi-sisi perahu nelayan ikan tawar di Indonesia.

  1. Channa Gachua

Ikan gabus lainnya yang tak kalah populernya di kalangan banyak orang adalah jenis channa gachua atau ikan gabus bogo. Jenis ini memiliki ukuran yang lebih kecil, panjangnya hanya bisa mencapai 20 cm saja.

Ikan ini banyak dipilih karena memang memiliki ukuran yang kecil dengan pertumbuhan yang sangat cepat dan tak kalah menariknya ikan gabus ini mempunyai warna yang cantik.

Warna coklat pada ikan gabus ini jauh lebih terang dengan sisi atas yang gelap sehingga membuatnya  nampak seperti corak alami. Pada jenis ikan gabus bogo muda terdapat bintik-bintik hitam di sampingnya sehingga membuatnya sering dijadikan sebagai ikan hias.

Analisis Kebutuhan Budidaya Ikan Gabus

Membudidayakan ikan gabus memang cukup sulit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya ikan-ikan bisa tumbuh dengan baik dan tidak mengakibatkan kerugian nantinya.

Bagi Anda yang masih pemula, berikut ini kami akan bagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan persiapkan untuk budidaya ikan gabus:

  • Kolam ikan. Pastikan ukuran kolam cukup luas, minimal berukuran 2 m x 5 m dengan ketingggian air sekitar 150 cm.
  • Benih ikan gabus setidaknya memiliki ukuran 3 sampai 4 cm.
  • Pakan ikan gabus yang dibuat dari palet pabrik.  Pakan ini sangat mudah untuk ditemukan di toko-toko binatang peliharaan atau toko memancing dimana saja. Siapkan kurang lebih 2 atau 3 kilogram.
  • Kepadatan benih ikan gabus yang ditebar adalah 15 ekor per m2. Sehingga untuk perhitungannya yaitu 100 x 15 = 1500 ekor.
  • Masa panen memerlukan waktu kurang lebih 5 sampai 6 bulan (7 bulan jika terhambat musim kemarau).
  • Waktu penyortiran budidaya ada pada bulan yang ke 4 dan 5.

Jika Anda sudah menyiapkan beberapa hal diatas, berikut ini adalah rincian analisa budidaya ikan gabus :

Kisaran Dana yang Diperlukan untuk Budidaya Ikan Gabus

Peralatan :

  • Instalasi air kolam ikan : Rp 400.000
  • Mesin pompa air kolam : Rp 550.000
  • Kolam ikan gabus dengan diameter 4 m : Rp 2.000.000
  • Jumlah total ± : Rp 3.000.000

Biaya Penyusutan :

  • Penyusutan selama 4 kali penen : Rp 3.000.000 dibagi 4 panen = Rp 750.000

Biaya Produksi (Selama 6 Bulan Masa Pembudidayaan)

  • Pelet ikan : Rp 400.000
  • Bibit ikan : Rp 800.000
  • Obat ikan : Rp 200.000
  • Jumlah total ± : Rp 1,4.000.000

Biaya Cadangan :

  • Listrik kolam : Rp 650.000
  • Biaya penyusutan : Rp 750.000
  • Jumlah total ± : Rp 1,4.000.000

 

Analisis Keuntungan Budidaya Ikan Gabus

Menurut analisa dari budidaya ikan gabus yang kami jelaskan diatas, dari jumlah benih yang telah disebar, maka total ikan gabus yang dapat dipanen setiap bulan bisa mencapai lebih dari 800 ekor.

Untuk berat dan umurnya pun tidak relatif, tetapi biasanya dalam waktu 4 bulan untuk satu kilogram bisa berisi sekitar 4 sampai 5 ikan gabus.

Sedangkan pada bulan ke 5 maka setiap kilogramnya berkurang menjadi 3 ekor saja karena beratnya yang semakin bertambah. Dan akan berkurang lagi menjadi 2 ekor per satu kilogram pada bulan ke 6.

Berikut ini adalah perhitungan rinciannya jika terpanen hingga 3000 ekor ikan gabus:

  • Bulan ke 4 : 300 dibagi 4 ekor = 75 kg
  • Bulan ke 5 : 300 dibagi 3 ekor = 100 kg
  • Bulan ke 6 : 200 dibagi 2 ekor = 1000 kg
  • Jumlah total untuk 6 bulan panen adalah 275 kg

Harga per 1 kg ikan gabus adalah Rp 50.000. Jadi, keuntungan kotor yang akan Anda dapatkan dalam satu periode yaitu 275 x Rp 50.000 = Rp 13,75 juta.

Penghasilan diatas adalah hasil yang bisa Anda dapatkan jika Anda menggunakan satu kolam saja. Bayangkan saja jika Anda memasang 2 atau 3 kolam, maka omset setiap panen bisa dipastikan akan semakin bertambah.

Cara Budidaya Ikan Gabus

Jika Anda sudah menentukan harga dan analisa budidaya ikan bagus, barulah Anda mempraktekkan caranya! Ikuti langkan berikut ini supaya ikan gabus bisa tumbuh dengan baik dan tidak akan membuat Anda mengalami kerugian nantinya.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Gabus. Mudah & Dijamin Cepat Panen !

  1. Memilih Kolam

Dalam membudidaykan ikan gabus, ada tiga jenis kolam yang bisa Anda pilih yaitu terpal, tanah, dan juga beton. Ketiga jenis kolam ini pastinya mempunyai keunggulan yang berbeda dan harganya pun sangat bervariasi dari satu ke yang lainnya.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus Anda ketahui mengenai kolam ikan gabus.

Kolam Terpal

Kolam terpal adalah jenis kolam ikan yang penggunaanya  kini sedang naik turun. Banyak sekali peterna yang sudah menggunakan jenis kolam ini untuk budidaya ikan mereka karena keunggulannya yang sangat banyak :

Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari kolam terpal untuk ikan gabus :

  • Minim lumpur sehingga sangat mudah dan tidak akan licin saat sedang masa panen. Proses pun akan menjadi lebih cepat.
  • Pilihan yang sangat tepat untuk daerah yang sulit mendapatkan air karena memiliki daya tampung yang anti bocor.
  • Anti hama. Kebersihan pada jenis kolam ini sangat tinggi.
  • Tidak berbau. Kolam terpal sangat jarang digerayangi lumut ataupun bakteri-bakteri jahat yang bisa membuat aroma tidak sedap.
  • Menjaga suhu kolam. Kolam terpal mampu menahan fluktuasi air karena alas sekam di dasar kolam.

Kolam Tanah

Jenis kolam tanah adalah pilihan yang paling tradisional. Cara membuat kolam tanah pun sangat sederhana, yaitu hanya dengan menggali tanah hingga kedalaman tertentu dan melakukan penimbunan.

Berikut ini adalah keunggulan dari kolam tanah untuk ikan gabus :

  • Hemat air. Air yang akan digunakan biasanya dialirkan secara langsung dari sungai ataupun sumber alami yang paling dekat.
  • Pakan ikan lebih alami. Biasanya air yang dialirkan langsung ke dalam kolam ikan mengandung plankton-plankton yang sehat untuk ikan gabus.
  • Perairan akan menjadi lebih karena tanah telah berisi pupuk dan gembur.

Kolam Beton

Berbicara mengenai perawatan kolam ikan, kolam beton adalah kolam yang paling susah untuk dirawat. Pembuatan kolam yang satu ini membutuhkan waktu yang jauh lebih lama karena proses pengeringannya yang panjang. Meskipun demikian, kolam beton memiliki banyak keunggulan yang tak kalah dengan jenis kolam lainnya.

Berikut ini adalah keunggulan dari kolam beton untuk ikan gabus :

  • Ikan gabus tidak akan berbau lumpu seperti pada kolam tanah.
  • Sangat mudah untuk dibersihkan.
  • Masa panen yang jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan kedua kolam lainnya.
  • Air di dalam kolam ikan tidak akan mudah berlumpur ataupun tercemar oleh tanah.
  • Jauh lebih awet dan bisa tahan lama.
  1. Memilih Induk Ikan Gabus

Jika Anda menginginkan pembudidayaan ikan gabus yang berhasil maka Anda membutuhkan indukan gabus yang sempurna. Kriteria tersebut termasuk indukan ikan gabus yang sehat dan aktif.

Berikut ini adalah perbedaan antara induk betina dan induk jantan pada ikan gabus :

  • Genital ikan gabus jantan memiliki warna merah, dan jika ditekan secara lembut maka akan mengeluarkan cairan yang bening.
  • Genital ikan gabus betina memiliki ukuran yang lebih besar dan akan mengeluarkan telur-telur kecil jika ditekan.
  • Warna tubuh pada ikan gabus betina sangat kontras, sedangkan pada ikan jantan cenderung lebih gelap.
  • Ikan gabus betina memiliki kepala yang bulat sementara pada gabus jantan berbentuk oval.

Pilihlah Indukan ikan gabus yang memiliki berat minimal 1 kilogram.

  1. Memulai Proses Pemijahan Ikan Gabus

Langkah selanjutnya dalam membudidayakan ikan gabus yaitu proses pemijahan. Proses pemijahan ialah pelepasan sperma pada telur ikan sehingga akan menghasilkan pembuahan.

Dalam proses pemijahan setidaknya Anda harus menyiapkan kurang lebih 20 sampai 30 induk jantan dan juga betina pada sebuah kolam yang berukuran luas. Ukuran minimal kolam biasanya adalah 8 x 5 x 3 meter dengan tinggi air 60 cm supaya tidak terlalu sempit.

Untuk menambah kenyamanan ikan gabus dalam proses pemijahan ini maka Anda menanamkan tanaman air seperti eceng gondok di dalam kolam. Telur yang telah dihasilkan oleh indukan ikan gabus betina bisa diangkat dan dibawa menggunakan sekupnet halus, kemudian dibiarkan menetas secara alami.

  1. Telur-Telur Mulai Menetas

Jika proses pemijahan sudah selesai maka sebaiknya pindahkan telur-telur tersebut pada sebuah akuarium bening yang berukuran sekitar 70 x 50 x 50 cm. Untuk ketinggian airnya sekitar 50 cm dan suhu normal adalah pada 20 – 23 derajat celcius.

Berikan jarak pada setiap kumpulan telur ikan gabus kurang lebih 5 sampai 6 butir per centimeter persegi. Telur-telur tersebut akan menetas sesudah 24 jam dimasukkan ke dalam akuarium. Berikan maka larva ikan gabus ini setelah 2 hari menetas yaitu 3 kali sehari.

Jenis pakan yang bisa Anda berikan adalah nauplii artemia. Pastikan bahwa akuarium tersebut tidak terlalu padat oleh larva ikan, yakni hanya 5 larva saja per 1 liter air. Jika sudah lebih dari 5 hari maka Anda bisa menambahkan jenis pakan ikan gabus lainnya seperti daphnia sebanyak 3 kali sehari.

  1. Menebar Benih Ikan Gabus

Setelah telur-telur ikan gabus sudah menetas, disinilah kesabaran Anda akan diuji. Anda harus selalu menjaga akuarium supaya tetap bersih dengan suhu air yang tidak terlalu dingin ataupun hangat untuk bisa melanjutkan proses penebaran bibit ikan.

Anda bisa melakukan proses ini jika larva ikan bagus sudah berusia 2 mingu lebih dan sebaiknya lakukan pada pagi hari ketika ikan belum diberi makan. Setelah 2 hari selesai proses penebaran bibit, barulah ikan larva ini bisa kembali diberi makan.

  1. Pakan Ikan Gabus

Anda tidak perlu takut  merasa kwalahan dalam memberi makan ikan. Pakan ikan ini bisa bervariasi mulai dari pelet yang bisa dibeli di toko peliharaan hingga pakan makanan yang bisa Anda buat sendiri.

Jenis pakan ikan gabus yang bisa Anda buat sendiri termasuk daging ampasan dapur, anakan rayap dan sisa ikan teri.

Disamping itu, Anda juga bisa buat pakan super untuk ikan gabus Anda dari campuran bekatul,  ampas tahu, jagung dan juga ikan teri yang telah direbus secara keseluruhan dan kemudian digiling ke dalam sebuah mangkuk besar.

Ikan gabus bersifat kanibal sehingga ketika masih menjadi larva  atau ikan kecil maka Anda harus selalu memastikan bahwa jumlah asupan makan mereka sudah cukup supaya jumlah larva nantinya tidak menjadi berkurang hanya karena ikan saling makan satu sama lain.

  1. Proses Panen Ikan Gabus

Dari proses yang cukup panjang seperti diatas, akhirnya kita sudah sampai dalam tahap budidaya ikan gabus yang paling akhir yaitu panen!

Proses ini merupakan langkah yang paling dinanti-nanti karena hasil dari jerih payah Anda selama 6 bulan akan terbayarkan. Seperti yang kita ketahui bahwa ikan gabus merupakan salah satu ikan yang paling tinggi tingkat permintaan di pasarnya karena beberapa hal.

Salah satu diantaranya karena ikan gabus memiliki daging yang sangat tebal dan tahan jika disimpan diluar kolam, ikannya pun tidak akan cepat bau ataupun membusuk. Pada saat proses panen sudah tiba, ikan-ikan gabus yang sudah dikembalikan ke dalam kolam harus dipisahan berdasarkan ukurannya.

Proses tersebut harus dilakukan setelah masa panen kedua dan ketiga yang dimana jumlah ikan gabus besar dan kecil akan tercampur pada kolam dan akan semakin bertambah.

Supaya hasil budidaya ikan gabus Anda laku di pasaran, maka Anda bisa coba untuk menjual dari ikan yang berukuran sedang ke paling besar. Anda bisa menjual ikan gabus yang berukuran kecil kepada pembeli mandiri seperti teman, tetangga, atau kerabat dekat.

Selain untuk membedakan harga, pemisahan ukuran ikan gabus yang besar dan kecil ini perlu untuk dilakukan supaya ikan gabus yang berukuran besar nantinya tidak memakan ikan-ikan yang berukuran kecil.

Keuntungan Budidaya Ikan Gabus

Perlu diketahui bahwa setiap usaha tentu ada untung dan rugi. Dalam usaha budidaya ikan gabus ini, keuntungan yang akan Anda dapatkan jauh lebih dominan jika dibandingkan dengan kerugiannya.

Hal ini karena persentase keberhasilan dalam membudidayakan ikan gabus jauh lebih tinggi dan permintaan di pasar yang terus meningkat akan membuat kita susah untuk rugi.

Berikut ini adalah keuntungan yang akan didapatkan dari budidaya ikan gabus yang lainnya untuk para peternak pemula ataupun berpengalaman :

  • Modal yang dibutuhkan cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan budidaya ikan lele dan nila.
  • Pakannya yang lebih hemat, bisa Anda buat sendiri dirumah sehingga akan meningkatkan omset per panen.
  • Cepat panen dan prosesnya mudah untuk dijalankan, hanya dibutuhkan kesabaran.
  • Peminatnya yang sangat tinggi sehingga hasil panennya tidak akan merugikan.
  • Harga ikan gabus yang semakin lama semakin meningkat

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai panduan lengkap budidaya ikan gabus yang mudah dan dijamin cepat panen. Semoga informasi yang kami bagikan ini bermanfaat bagi Anda semua terutama bagi Anda yang masih pemula.

 

 

Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar

Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar

Pada kesempatan kali ini saya akan cara budidaya ikan cupang agar berhasil. Artikel yang saya tulis ini ini berkaitan dengan artikel yang sudah saya tulis sebelumnya. Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang bagaimana budidaya kutu air untuk pakan ikan.

Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar

Dalam artikel sebelumnya saya  menyinggung sedikit tentang ikan cupang dan juga ikan katong yang menjadi sangar karena makan kutu air. Namun kali ini saya hanya akan membahas mengenai cara budidaya ikan cupang-nya! Untuk lebih jelasnya mari simak ulasan selengkapnya berikut ini !

Cara Budidya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar

  • Mengenal Ikan Cupang

Mengenal Ikan Cupang

Bagi Anda pecinta ikan, tentunya budidaya ikan laga cupang akan menjadi pengalaman yang tersendiri. Banyak yang membudidayakan ikan hanya untuk sekedar hobi, ada pula yang untuk dijual.

Salah satu jenis ikan cupang yang paling banyak dibudidayakan adalah ikan cupang laga. Sementara ikan cupang hias memiliki harga  yang lumayan tinggi sehingga banyak pula yang membudidayakan jenis ini untuk dijual.

Ada sekitar 70 spesies ikan cupang yang sudah diketahui dan bisa kita temui di belahan bumi ini. Sedangkan untuk yang masih belum diketahui kemungkinan masih cukup banyak.

Mendapatkan Bibit Ikan Cupang yang Berkualitas

Untuk bisa mendapatkan bibit ikan cupang yang berkualitas ini maka Anda harus melakukan pemeriksaan dengan cermat. Jika bibitnya yang Anda bibitkan adalah dengan membeli maka Anda harus cermat dalam memilih supaya ikan cupang hasil ternak Anda nantinya berkualitas tinggi.

Hal yang harus Anda perhatikan untuk bisa mendapatkan bibit ikan cupang yang berkualitas baik itu induk betina ataupun jantan adalah sebagai berikut :

  • Lihatlah pada bagian sirip perut, ekor dan juga dubur apakah ada yang cacat.
  • Hindari sisik ikan cupang yang terdapat luka.
  • Indukan cupang jantan dapat di cek tingkat agresifnya dengan cara mendekatkan jari tangan. Jika indukan jantan tersebut memasuki metode menyerang ketika melihat jari tangan Anda maka bisa dipastikan bahwa indukan jantan tersebut berkualitas.
  • Tanyakan apakah induk tersebut pernah melakukan perkawinan atau masih belum.
  • Lihat juga pada bagian mata apakah ada yang bermasalah atau tidak.
  • Kondisi ikan harus bugar, bebas dari penyakit atau cacat.

Beda Ikan Cupang Jantan dan Betina

Sebenarnya ikan cupang jantan dan betina sangat mudah untuk dibedakan. Bagi Anda penggemar ikan cupang biasanya dalam waktu singkat sudah bisa langsung membedakan mana ikan cupang jantan dan mana ikan cupang betina.

Berikut ini adalah gambar perbedaan antara ikan cupang betina dengan ikan cupang jantan

Cara Membedakan Antara Ikan Cupang Jantan dengan Cupang Betina :

  1. Gerakan ikan cupang jantan cenderung lincah dan lebih indah. Sedangkan ikan cupang betina terlihat lamban dan lusuh.
  2. Bagian sirip pada ekor ikan cupang jantan lebih besar dan lebar. Sedangkan pada ikan cupang betina bagian sirip ekornya terlihat kecil.
  3. Perut pada ikan cupang jantan lebih langsing dan pada ikan betina terlihat berisi.

Persiapan Wadah dan Tumbuhan Pendukung

Wadah yang diperlukan adalah akurium yang memiliki ukuran minimal 30cmx30cm. Lalu wadah tersebut juga harus dimasukkan tumbuhan pendukung seperti kapu-kapu atau pistia statiotes. Apabila di daerah Anda tidak ada jenis tumbuhan yang satu ini maka bisa diganti  dengan eceng gondok.

Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar

Namun lebih disarankan untuk menggunakan tumbuhan kapu-kapu karena tumbuhan ini sering ada pada habibat asli ikan cupang. Diamping itu, akar tumbuhan paku-paku lebih pas untuk menopang gelombang-gelombang yang nantinya dipakai untuk penempatan telur ikan.

Tumbuhan kapu-kapu ini lebih dikenal  dengan nama apu-apu. Jenis tumbuhan yang satu ini memang sangat sulit untuk ditemui. Sehingga jika memang benar-benar tidak ada maka bisa diganti eceng gondok.

Masukkan air yang telah diendap setinggi 10 sampai 15 cm dari dasar wadah. Batasan air 15 cm supaya ikan cupang jantan tidak kelelahan untuk memungut banyaknya telur setelah pembuahan sudah terjadi. Lalu biarkan selama dua hari, barulah wadah siap untuk digunakan.

Proses Perkenalan dan Perkawinan Ikan Cupang

Untuk melakukan proses ini sebaiknya Anda mengikuti cara yang kami berikan supaya berhasil. Adapun caranya adalah sebagai berikut :

  1. Masukkan Pejantan di Wadah Selama 1 Hari

Masukkan ikan cupang jantan terlebih dahulu ke wadah selama 1 hari supaya terbiasa. Berilah makan yang cukup banyak supaya ikan cupang jantan tersebut gemuk. Beri makan juga ikan cupang betina gemuk karena pada saat proses pemijahan, ikan ini tidak akan makan apapun.

  1. Kenalkan dengan Betina

Sebelum akan memasukkan ikan cupang yang betina ke dalam wadah pijah, maka pisahkan terlebih dahulu pada wadah kaca yang berbeda. Untuk bisa membuat ikan tersebut saling kenal maka biarkan ikan cupang yang janan melihat ikan cupang betina.

Jika ikan cupang jantan sudah siap untuk kawin, maka dia akan mengeluarkan buih-buih di sekiar tumbuhan apung yang telah Anda masukkan. Setelah buih sudah cukup banyak maka ikan cupang yang betina bisa dicampur ke dalam wadah pemijahan.

  1. Proses Pemijahan Ikan Cupang

Pada masa awal pencampuran, ikan cupang yang betina biasanya akan dihajar habis-habisan oleh cupang jantan. Cara tersebut memang sengaja dilakukan pejantan untuk bisa menaklukkan ego dari ikan cupang yang betina.

Pada ikan cupang, hal seperti ini memang sangat wajar terjadi. Biasanya setelah 1 harian, kedua ikan cupang tersebut akan baikan dan kemudian terjadi proses pemijahan. Proses tersebut biasanya akan terjadi pada pagi hari sekitar jam 9.

Sebaiknya wadah pemijahan di tutup keempat sisi dengan karton atau bisa juga penutup yang lainnya agar proses pemijahan bisa berjalan dengan lancar.

Proses pemijahan ini ditandai dengan melilitnya indukan ikan cupang yang jantan pada tubuh cupang betina. Setelah ikan cupang jantan tersebut melilit beberapa lama, maka ikan cupang betina akan mengeluarkan telur. Ikan cupang jantan pun akan segera memungut telur yang sudah dibuahi dengan mulutnya dan kemudian memasukannya pada buih yang sudah dibuatnya.

  1. Video Proses Pemijahan Ikan Cupang

Pada saat terjadi proses ini memang sangat penting untuk menjaga supaya buih tidak pecah ataupun terkena sesuatu. Banyak sekali yang gagal karena meletakkan wadah di tempat yang rendah.

  1. Memisahkan Betina

Meskipun Anda sudah menutup keempat sisi wadah, Anda harus bisa melihat aktivitas ikan tersebut dengan cara mengintip. Pastikan bahwa ikan tersebut tidak tahu jika Anda sedang mengintip supaya tidak terjadi kegagalan.

Jika indukan betina sudah tidak mengeluarkan telur lagi, maka Anda harus segera keluarkan dari wadah pemijahan tersebut.  Ada dua hal yang akan terjadi jika tidak segera dikeluarkan yaitu adu jotos indukan cupang jantan dengan betina atau telur-telurnya akan dimakan cupang betina.

  1. Pisahkan Pejantan

Telur-telur terseut akan menetas sekitar 2 hari. Biarkan saja burayak dengan indukan pejantan selama 3 hari. Pada hari keempat, Anda bisa mulai berikan kutu air untuk dimakan burayak dan juga indukan jantan.

Pemberian pakan untuk indukan jantan ini tidak boleh terlalu lama. Jika indukan cupang jantan memangsa burayak maka segera berikan makan walaupun masih belum sampai hari keempat.

Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar

Hal tersebut bisa saja terjadi karena indukan jantan merasa kelelahan dan kelaparan setelah proses pemijahan. Jika Anda sudah merawat dengan benar maka setelah 2 minggu baru indukan jantan tadi bisa dikeluarkan dari wadah.

Penting! Perhatikan dengan teliti proses perawatan dari induk cupang jantan kepada burayak.  Jika Anda melihat indukan jantan memangsa burayak padahal sudah Anda berikan makan kutu air maka segera keluarkan dia. (Biasanya hal ini akan terjadi jika umur indukan jantan dibawah 5 bulan).

Perawatan Anakan Ikan Cupang atau Burayak

Perawatan pada burayak setelah terlepas dari indukan jantan sebenarnya tidak terlalu sulit. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam perawatannya adalah sebagai berikut :

  1. Jika wadah sudah cukup padat oleh burayak, maka segera pindahkan ke dalam wadah yang lebih besar.
  2. Berikan makan kutu air dan juga jentik merah secara berkala jika burayak nantinya dipersiapkan untuk di laga.
  3. Anda juga bisa memasukkan daun ketapang pada wadah, ini bertujuan untuk menjaga burayak agar tidak infeksi dari jamur ataupun bakteri. Tetapi daun ketapang harus diproses terlebih dahulu sebelum akan dimasukkan.
  4. Gantilah airnya jika sudah terlihat keruh.
  5. Masukkan aerator serta setel oksigen tingkat menengah supaya burayak nantinya tidak kehabisan oksigen.
  6. Setelah sekitar 1,5 bulan sejak menetas, ikan-ikan cupang ini sudah bisa Anda pisahkan menurut jenis kelaminnya ke dalam sebuah wadah yang berbeda.
  7. Khusus untuk ikan jupang jantan, pisahkan ikan jantan pada wadah-wadah yang berbeda supaya tidak saling serang.

Sedikit Pengalaman Saya Budidaya Ikan Cupang

Sudah sejak kecil saya budidaya ikan cupang dan memelihara ikan ini hanya untuk sekedar berlaga dengan ikan teman.  Dulu saya masihh belum begitu tahu bagaimana cara budidaya ikan cupang yang gagal sehingga seringkali gagal.

Namun untuk urusan laga ikan, sudah dari dahulu saya tahu harus diberi makan apa saja ikan hias ini supaya kuat. Dari kecil burayak paling bagus jika diberikan pakan kutu air. Jika giginya sudah kuat, maka ketika berumur 1 sampai 1,5 bulan berikan pakan jentik merah.

Jentik merah biasanya dibeli dalam keadaan beku. Anda pun harus mencairkannya  dulu sebelum dijadikan pakan untuk ikan. Berbeda halnya dengan cacing sutera, tingkat pencemaran jentik merah pada air cenderung lebih rendah.

Pemberian pakan cacing sutera kepada ikan cupang harus ada aeratornya supaya cacing tidak cepat mati membusuk dan mencemari air. Pengalaman saya dahulu banyak sekali ikan cupang yang mati karena airnya kurang saya perhatikan.

Saya memberi pakan cacing sutera dan cacingnya pun mati membusuk, tidak saya ganti juga airnya, pada akhirnya ikan cupangnya pun ikut mati. Dengan memberi pakan kutu air dan juga jentik merah, ikan cupang laga yang telah saya budidaya seringkali menang dalam kontes laga. Penambahan daun ketapang pun akan sangat berpengaruh.

Demikian ulasan sedikit tentang Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar. Semoga apa yang telah saya sampaikan ini bermanfaat bagi Anda semua.

7 Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula – Teknik Perawatan

7 Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula – Teknik Perawatan

Budidaya Ikan Koi – Ikan koi saat ini sudah dikenal luas oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Hal ini karena orang-orang di negara Jepang hobi memelihara ikan hias yang satu ini dan kemudian memasarkannya ke negara-negara lain.

7 Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula – Teknik Perawatan

Orang-orang Jepang percaya bahwa ikan hias ini akan membawa banyak keburuntungan bagi pemiliknya. Konon katanya ikan koi menjadi simbol persahabatan yang abadi dan juga cinta yang tulus. Jenis ikan ini termasuk jenis ikan mas atau karper yang mempunyai nama ilmiah Cyprinus caprio.

Bisnis budidaya ikan koi sudah semakin berkembang di seluruh wilayah Indonesia salah satunya di kota Blitar. Budidaya ikan koi yang berkembang di Blitar adalah berkat dari Presiden Soekarno yang diberi hadiah ikan hias ini oleh pemimpin Cina. Di Indonesia sendiri, ikan koi sudah mulai populer pada tahun 1960 yang lalu.

Seiring dengan berjalannya waktu pangsa pasar ikan koi sudah semakin besar meskipun dahulu keberadaan ikan hias ini kurang diminati. Jika Anda ingin berhasil dalam memelihara ikan hias ini maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan agar nantinya tidak mengalami kerugian.

  1. Pilih Indukan Berkualitas

Indukan menjadi hal penting dalam membudidayakan ikan koi.  Indukan ikan koi dengan yang bagus tentu akan menghasilkan keturunan yang juga bagus. Jika Anda mengalami kesulitan untuk menemukan indukan yang baik maka Anda bisa meminjamnya dari pecinta ikan koi yang sudah memelihara ikan hias ini dalam waktu lama.

Para pecinta ikan koi biasanya memiliki banyak koleksi ikan koi yang berkualitas untuk dipelihara sendiri ataupun untuk keperluan kontes. Kebanyakan pecinta ikan koi kebanyakan tidak memiliki keterampilan atau waktu untuk mengawikannya.

Hal seperti ini kemudian dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan koi dengan menjalin kerja sama dengan para pemilik ikan. Para pemilik ikan akan tentu mendapat keuntungan karena ikannya bisa dikawinkan. Perkawinan sendiri bisa menjaga ikan agar tetap sehat.

Sedangkan keuntungan yang didapat pembudidaya adalah bisa mendapatkan keturunan yang berkualitas nantinya. Sebagai imbalan, biasanya pemilik akan memberikan izin kepada pembudidaya untuk memilih satu ataupun dua ekor ikan koi hasil perkawinan.

Indukan ikan koi yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:

  1. Umur ikan koi sudah mencapai 2 tahun lebih
  2. Jenis ikan koi yang dipelihara sama atau mendekati, seperti misalnya kohaku dengan kohaku
  3. Memiliki bentuk tubuh yang ideal dan ada lekukan dari atas sehingga terlihat seperti torpedo
  4. Gaya berenang ikan koi cukup tenang dan seimbang (tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat)
  5. Memiliki warna yang cemerlang atau kontras
  6. Gerakannya cukup gesit dan tidak banyak diam ketika di dasar kolam
  7. Indukan betina dan jantan sama-sama matang untuk dikawinkan

Indukan jantan dan betikan lebih baik dipelihara di kolam yang berbeda agar ketika dikawinkan indukan nantinya tidak perlu mengalami pemberokan alias puasa untuk dikawinkan lagi.

  1. Pembuatan Kolam Sebagai Tempat Tinggal dan Perkawinan

Kolam menjadi faktor utama untuk kesuksesan seseorang dalam membudidayakan ikan apapun. Bentuk kolam ikan dan terbuat dari apakah kolam tersebut entah itu kolam tanah, kolam beton, atau bahkan kolam terpal juga harus selalu diperhatikan.

Disamping itu, ada pula yang membudidayakan ikan koi di dalam aquarium karena ikan koi sangat mudah untuk dirawat. Perlu diketahui bahwa kolam terpal sebenarnya kurang baik untuk tempat tinggal ikan koi. Idealnya kolam pemijahan berukuran 3×6 dengan kedalaman 60 cm dan untuk ketinggian airnya adalah 40 cm.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya Anda menggunakan kolam plesteran. Kolam harus mendapatkan cahaya matahari yang cukup dan mempunyai saluran air yang keluar masuk sehingga sirkulasi air akan selalu terjaga.

Sebaiknya pada saluran air tersebut dipasang saringan halus agar anakan ikan koi nantinya tidak ikut hanyut bersama air yang keluar dan bisa mengurangi hama yang terdapat di sekitarnya. Kolam yang sudah dibuat sebaiknya dibiarkan terlebih dahulu sampai kering.

7 Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula – Teknik Perawatan

Jika sudah kering maka Anda bisa memasukkan air. Air juga harus diendapakan sekitar 24 jama dan setelah itu masukkanlah indukan ikan koi. Siapkan juga kakaban sebagai tempat untuk menaruh telur ikan koi. Adapun cara membuat kakaban adalah sebagai berikut :

  1. Siapkanlah ijuk, bilah bambu dan juga paku dengan panjang sekitar 120 cm dan lebar 40 cm
  2. Tata ijuk tersebut kemudian jepit dengan bambu dan paku. Jumlah ijuk sendiri bisa disesuaikan dengan besarnya induk ikan koi betina
  3. Untuk indukan betina yang beratnya mencapai 1 kg, sebaiknya pemberian ijuknya sekitar 4 sampai 6 buah. Ijuk ini bisa dipasang jika kolam sudah diisi dengan air
  4. Selain ijuk, untuk tempat meletakkan telur juga bisa dengan Hydrilla. Lalu Anda bisa menyediakan sebuah tempat untuk ikan koi anakan
  5. Tempat yang banyak sangat diperlukan untuk membedakan anakan ikan koi hingga ikan berumur 3 bulan atau panjangnya sudah mencapai 15 cm
  6. Untuk membuat sebuah kolam, pemeliharaan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Biasanya untuk menampung anakan ikan koi yang berjumlah 250 sampai dengan 300 ekor diperlukan kolam ikan berukuran 3×4 dan memiliki kedalaman kolam 40 cm
  7. Perhatikan dengan Seksama Tahap Pemijahan

Tahap pemijahan ini sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam melakukan budidaya ikan koi. Tahap ini harus dilakukan secara maksimal dalam pengurusan atau pemeliharaannya.

Untuk bisa menimalisir kegagalan dalam tahap ini, sebaiknya Anda menyediakan penjantan lebih dari satu karena mungkin salah satunya tidak sehat. Sediakan indukan ikan koi jantan 3 atau 5 ekor.

Jika semuanya sudah siap, masukkan indukan ikan koi betina ke dalam kolam pemijahan terlebih dahulu pada pukul 4 sore hari, biarkan indukan tersebut berdaptasi dengan kolam pemijahan. Setelah 3 jam lalu masukan indukan ikan koi jantan, proses pemijahan biasanya akan berlangsung pada tengah malam.

Indukan ikan koi betina akan berenang mengelilingi kolam ikan, sedangkan indukan jantan akan mengikuti dari belakang dan sesekali akan menempelkan badannya pada indukan betina. Berikut adalah cara budidaya ikan koi yang perlu diperhatikan dalam proses pemijahan.

  1. Pada proses utama, ikan koi betina akan mengeluarkan telur diikuti dengan pejantan yang mengeluarkan sperma. Telur yang sudah dibuahi akan menempel pada kakaban dan perkawinan sudah selesai di pagi hari
  2. Segera pisahkan indukan dari kolam pemijahan supaya telur-telur selamat dari kemungkinan untuk dimangsa oleh induknya sendiri
  3. Proses penetasan larva diperlukan ketelitian secara akurat terhadap suhu air. Apabila suhu air terlalu dingin maka larva akan sangat lama untuk menetas dan telur bisa membusuk apabila suhu air terlalu panas
  4. Penetasan telur-teluar yang sudah dibuahi, suhu airnya harus sekitar 27 sampai 30 derajat celcius. Kakaban harus terendam air supaya telur bisa menetas dengan baik
  5. Biasanya telur akan menetas dalam waktu 48 jam dan jangan langsung memberi makan pada tahan ini karena larva yang baru saja menetas masih mempunyai cadangan untuk bertahan sekitar 3 sampai 5 hari
  6. Setelah 5 hari persediaan makanan sudah habis, maka berikan pakan hidup seperti kutu air yang sudah disaring. Pakan hidup akan jauh lebih baik daripada kuning telur yang sudah direbus. Ini karena air akan lebih terjaga kebersihannya, sedangkan jika kuning telur maka air pada kolam nantinya akan berbau amis dan juga kotor
  7. Selain itu, pakan hidup juga lebih dibutuhkan oleh ikan koi. Pemberian kutu air dapat diganti dengan cacing sutera saat ikan koi panjangnya sudah mencapai 1,5 cm. Tetapi pemberian cacing sutera tidak diberikan lagi jika ikan koi sudah berumur 3 mingggu

Teknik Penting yang Lainnya untuk Perkembangan Ikan Koi

Berikut ini kami akan bagikan cara membudidayakan ikan koi dan perawatannya yang benar :

  1. Menjaga Kualitas Air

Jaga selalu kualitas air pada kolam ikan supaya ikan koi yang dipelihara selalu sehat. Perhatikan pula suhu dan tingkat kekeruhan air. Jangan sampai air pada kolam ikan menjadi keruh karena akan membuat ikan menjadi sangat tidak nyaman. Meskipun sudah menggunakan sistem filter pada kolam ikan, biasanya air masih bisa keruh karna kotoran yang telah dikeluarkan oleh ikan-ikan yang terdapat di kolam.

  1. Mengganti Air Kolam Seminggu Sekali

Sebaiknya Anda mengganti sekitar 10% air pada kolam ikan dalam waktu seminggu sekali. Jangan sampai mengganti  keseluruhan air karena ikan memerlukan waktu untuk beradaptasi. Adaptasi dengan pergantian air bisa membuat ikan koi menjadi stress.

Maka dari itu, jangan menguras air pada kolam seutuhnya. Kondisi air juga dapat mempengaruhi warna ikan koi sampai 20%. Ingatlah selalu bahwa warna ikan koi akan mempengaruhi kualitas dan harga pasaran ikan tersebut.

  1. Pembatas Jumlah Ikan Koi Dalam Kolam

Ikan koi butuh ruang gerak yang cukup lega supaya bisa tumbuh besar dengan cepat. Jumlah ikan yang terlalu banyak  pada kolam tentu bisa menghambat pertumbuhan pada ikan koi. Selalu perhatikan jumlah ikan koi yang Anda miliki dengan besar kolam ikan yang ada.

Seperti jenis ikan hias pada umumnya, ikan koi juga memerlukan kualitas air yang baik. Sanda harus selalu memberikan air jenis yang terbebas dari kontaminasi apapun itu termasuk zat-zat kimia.  Jika Anda barus membuat kolam ikan menggunakan semen, maka jangan sampai Anda masukkan ikan koi ke dalam kolam tersebut.

  1. Perhatikan Kadar Keasaman Kolam Air

Kolam baru dibuat dari semen tentu akan meninggalkan bau yang tidak bisa diterima oleh ikan koi dan bisa membuat ikan menjadi mabuk. Untuk menghilangkan bau semen secara cepat Anda bisa menggunakan pelepah bisa. Jaga pula kadar keasaman air kolam ikan pada lvel 6,5 sampai 8,5 supaya ikan koi selalu sehat.

Jadi, membudidayakan ikan koi pada dasarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya saja setiap pekerjaan membutuhan keterampilan dan ketekunan untuk bisa mencapai keberhasilan. Bagaimanapun, membudidayakan ikan koi bisa menjadi peluang bisnis yang sangat bagus di masa depan karena harga jualnya yang sangat tinggi. Semoga cara-cara yang kami bagikan diatas  dapat membantu Anda yang sedang ingin membudidayakan ikan koi.

Panduan Budidaya Ikan Gurame Untuk Pemula. Siap Jadi Jutawan?

Panduan Budidaya Ikan Gurame Untuk Pemula. Siap Jadi Jutawan?

Budidaya Ikan Gurame – Siapa sangka, ternyata budidaya ikan gurame bisa menjadikan seorang pebisnis pemula jadi jutawan! Tetapi disamping itu tentu ada beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh para penggiat budidaya ikan gurame agar bisa mencapai kesuksesan.

Nah, jika Anda ingin membudidayakan ikan gurame maka pada kesempatan kali ini kami akan membaagikan panduan budidaya ikan gurame untuk pemula. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Budidaya Ikan Gurame

Ikan gurame merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Jenis ikan gurame yang satu ini banyak kita jumpai di kawasan Asia Tenggara. Ikan gurame biasanya dikonsumsi untuk kebutuhan kuliner karena memiliki rasa yang sangat lezat.

Panduan Budidaya Ikan Gurame Untuk Pemula. Siap Jadi Jutawan?

Banyak sekali orang yang memburu aneka kuliner ikan gurame ini dengan kekhasan rasa yang sangat beragama di berbagai daerah. Maka tak heran jika ikan gurame ini banyak dicari terutama oleh pengusaha kuliner.

Permintaan pasar yang sudah semakin tinggi akan ikan gurame ini tentu hal ini bisa kita manfaatkan sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Harga ikan gurame di pasaran selalu stabil dan bahkan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Saat ini budidaya ikan gurame di Indonesia sudah banyak dikembangkan di berbagai daerah seperti di Garut, Tasikmalaya, Magelang, Manado, Pakambuyuh (Sumatera), dan Purwokerto.

Sebelum membahas lebih lanjut, jika Anda merupakan seorang pebisnis yang masih pemula, hal yang perlu diingat ketika menjalankan bisnis adalah jangan sampai Anda lupa untuk mengelola keuangan Anda dalam bisnis.

Terkadang, banyak sekali pemula yang masih belum bisa melakukan pengelolaan keuangan usaha dan pribadi dengan baik. Beberapa diantaranya masih sering keliru akan sumber uang yang digunakan untuk keperluan bisnis. Untuk selanjutnya mari langsung saja  kita menuju panduan budidaya ikan gurame bagi pemula berikut ini.

Panduan Budidaya Ikan Gurame Bagi Para Pemula

Budidaya ikan gurame saat ini sudah banyak dikembangkan di berbagai daerah. Permintaan yang sangat tinggi akan produksi ikan gurame menjadi motivasi bagi para peternak tersebut.

Selain memiliki rasa yang sangat lezat, ikan gurame juga memiliki banyak kandungan protein dan vitamin yang mendukung kesehatan Anda. Maka dari itu, berikut ini kami akan memberikan panduannya untuk Anda, terutama bagi Anda yang masih pemula dalam membudidayakan ikan gurame.

Berbagai panduan berikut ini bisa Anda supaya hasil usaha dari budidaya Anda nantinya memuaskan.  Untuk lebih jelasnya mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

  1. Mempersiapkan Kolam

Media pertama yang perlu dipersiapkan dalam memulai usaha budidaya ikan gurame ini adalah kolam. Pertama-tama Anda harus membersihkan kolam terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar kolam ikan tersebut terbebas dari berbagai hama yang bisa menimbulkan penyakit.

Nah, untuk menghindari hal tersebut  maka sebaiknya diberikan filter atau saringan pada celah pemasukan air atau celah pengeluaran air untuk mengantisipasi munculnya hewan yang bisa saja menjadi hama pada  kolam ikan gurame Anda tersebut.

Supaya ikan gurame mendapatkan makanan secara alami, maka sebaiknya pada dasar kolam ikan diberikan pemupukan. Sedangkan ukuran ideal untuk kolam tersebut adalah sekitar 6 sampai 12 meter persegi, dengan kedalaman sekitar 90 sampai 150 cm.

Untuk kolam ikan dengan ukuran tersebut sudah mampu menampung hingga puluhan ikan gurame dengan bobot 2,5 ons. Jika Anda tidak mempunyai lahan untuk membuat sebuah kolam ikan, maka Anda bisa membuat kolam terpal dengan ukuran yang tidak terlalu luas.

Dengan ukuran 1 meter2 saja Anda sudah bisa memuat sebuah kolam terpal yang bisa menampung 10 sampai 15 ikan gurame. Untuk mendapakan terpal yang berukuran 2 x 3 meter, Anda hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp 30.000 saja. Sedangkan untuk pemupukan, harga pupuk untuk per 1 kg adalah sekitar Rp 15.000.

  1. Pemilihan Indukan Gurame

Proses awal yang harus dilakukan dalam budidaya ikan gurame adalah memilih indukan yang unggul. Indukan ikan guram yang siap untuk dipijahkan adalah yang sudah berusia 4 sampai 7 tahun, dengan bobot sekitar 1,5 sampai 2 kg per ekor.

Pada rentang usia 4 sampai 7 tahun ini, ikan gurame sedang dalam masa produktifnya. Harga ikan guram dengan usia tersebut adalah sekitar Rp 60.000 per kg.

Ciri-ciri ikan gurame yang sudah siap dipijahkan adalah mempunyai perut yang besar dan juga dekat dengan anus. Selain itu, juga mempunyai warna badan yang lebih gelap dan sedikit pucat, serta gerakannya yan sangat lincah.

Ikan gurame yang sudah siap untuk dipijahkan harus ditempatkan sendir dari ikan-ikan yang lainnya. Maka dari itu, Anda harus menyiapkan satu kolam lagi untuk proses pemijahan ikan gurame tersebut.

Usahkan kolam ikan tersebut tidak berlumpur dan untuk dasarnya bersedimen pasir. Karena ikan gurame indukan ini sangat lincah dan banyak bergerak, maka upayakan kedalaman kolam ikannya diatas 80 cm.

Pada kolam untuk proses pemijahan tersebut harus diberi semacam sosog yang dibuat dari bambu kemudian ditancapkan pada kolam. Sosog ini memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai sarang untuk telur gurame indukan.

  1. Penetasan Telur

Jika pada kolam pemijahan tersebut Anda menemukan semacam sarang yang sudah tertutup, maka segera angkat sarang tersebut karena sudah terdapat telur-telur ikan gurame. Bukalah sarang tersebut dan letakkan telur ikan gurame tersebut pada ember besar yang berisi air.

Telur yang memiliki kualitas bagus biasanya berwarna kuning, sedangkan untuk telur yang kurang bagus biasanya berwarna putih. Proses penetasan telur ikan gurame ini membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 hari.

Media yang dibutuhkan untuk proses penetasan ini adalah air bersih dan ember besar yang berkapasitas 40 liter-an.

  1. Pemeliharaan Benih

Untuk memelihara benih gurame, Anda membutuhkan sebuah kolam khusus. Proses pemeliharaan benih ikan gurame pastinya berbeda dengan pemeliharaan ikan gurame dewasa. Maka dari itu, harus ditempatkan secara terpisah agar pertumbuhannya lebih maksimal.

Makanan yang diberikan untuk benih ikan gurame ini adalah pellet yang halus. Proses pendedaran benih ikan gurame memerlukan waktu sekitar 3 sampai 4 bulan.

  1. Pemberian Pakan

Makanan utama yang baik untuk ikan gurame adalah pellet. Dalam sehari setidaknya Anda memberikan maka sebanyak dua kali. Supaya pertumbuhannya bisa maksimal, Anda harus mencari pellet yang mempunyai kandungan protein 25%.

Panduan Budidaya Ikan Gurame Untuk Pemula. Siap Jadi Jutawan?

Harga pellet per kilogram adalah sekitar Rp 6.000. Untuk lebih menghemat biaya pakan, Anda juga bisa memberi pakan daun-daunan seperti pepaya, kangkung, atau tauge.

  1. Proses Panen

Tahap terakhir dalam melakukan budidaya ikan gurame adalan panen. Tahap yang satu ini sangat ditunggu. Masan panen ikan gurame biasanya dalam waktu 4 sampai 6 bulan sejak benih ikan dimasukkan dalam kolam. Dalam memanen, Anda juga harus melihat kebutuhan pasar, jenis ikan gurame seperti apa yang paling banyak diminati oleh pasar.

Inilah 5 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Siap Jadi Jutawan?

Inilah 5 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Siap Jadi Jutawan?

Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal – Budidaya ikan nila sekarang ini menjadi salah satu bisnis yang diminati oleh banyak orang. Bisnis yang satu ini memang tidak ada matinya mengingat kebutuhan pasar ikan di Indonesia yang semakin meningkat. Disamping itu, teknologi yang sudah semakin maju tentu akan semakin memudahkan kita untuk melakukan usaha ini di rumah.

Inilah 5 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Siap Jadi Jutawan?

Perlu diketahui bahwa banyak sekali manfaat dan nilai gizi ikan nila jika dikonsumsi. Namun selain itu, ikan nila juga mempunyai poin sangat penting di sektor ekonomi sebagai peluang bisnis ternak yang akan sangat menjanjikan.

Potensi dan Kelebihan Budidaya Ikan Nila

  • Mempunyai daya tahan yang cukup tinggi terhadap segala perubahan lingkungan
  • Ikan nila sangat mudah untuk beradaptasi
  • Ikan nila bersifat omnivora dan pertumbuhan ikan nila bisa dibilang sangat cepat
  • Sangat tahan dan kebal dari berbagai serangan penyakit dan virus
  • Ikan nila bisa berkembang biak dengan cepat

Akan tetapi, untuk menjalankan bisnis yang satu ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan agar dalam menjalankan bisnis ini nantinya bisa lancar. Untuk lebih jelasnya simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tips Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

  1. Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Nila

Sebenarnya ikan nila dapat kita budidayakan di berbagai media seperti misalnya di kolam tanah, kolam semen, atau bahkan di akuarium. Tetapi dari ketiga tempat tersebut, budidaya ikan nila di kolam terpal adalah pilihan yang paling tepat.

Dengan menggunakan kolam terpal maka Anda sudah tidak perlu lagi untuk mempersiapkan lahan yang terlalu luas. Anda pun tidak perlu untuk menggali tanah yang terlalu dalam.

Kelebihan yang lainnya akan Anda dapatkan jika menggunakan terpal adalah Anda sudah tidak perlu lagi untuk sering memasok air kolam terpal tersebut selama tidak ada indikasi bocor. Jadi, secara garis besar jika Anda menggunakan kolam terpal maka akan jauh lebih hemat modal yang perlu Anda keluarkan.

Disamping itu, lokasi kolam terpal juga akan menentukan kemudahan dan hasil panen kita nantinya. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih tempat adalah sebagai berikut:

  • Usahakan untuk memilih lokasi yang akan memudahkan Anda dalam mengawasi kolam ikan nila setiap saat
  • Anda harus pastikan bahwa lokasi yang sudah Anda pilih tidak ditumbuhi oleh rumput liar ataupun pohon besar yang tentunya bisa menghambat pembuatan kolam terpal
  • Lokasi yang dipilih juga harus mendapatkan cahaya matahari yang cukup
  1. Pembuatan Media Budidaya Ikan Nila

Jika Anda sudah memilih lokasi yang sesuai, sekarang Anda sudah bisa mulai untuk membuat kolam terpal. Adapun langkah sederhana untuk membuat kolam terpal adalah sebagai berikut:

  • Galilah tanah dengan kedalaman kurang lebih 70 cm dan kemudian ratakan dasar tanah yang sudah digali
  • Gunakanlah batu bata di dasar galian untuk memudahkan dalam pengecekan tinggi dan juga pengisian air (susunan meraa dengan ketinggian air yang sama)
  • Buat tanggul supaya terpal bisa tetap kuat dan tidak gampang rusak
  • Taburkan sekam di dasar kolam ikan nila secara merata
  • Mulai untuk memasang terpal dengan cara memasang pemberat yang berfungsi supaya terpal tidak akan mudah bergeser
  • Buat juga sanitasi yang berguna untum mempermudah pembersihan kolam terpal

Setelah beberapa langkah tersebut dilakukan, sekarang Anda sudah bisa mulai untuk mengisi kolam terpal tersebut dengan air.

  1. Pemilihan Bibit untuk Budidaya Ikan Nila

Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah memilih bibit ikan nila. Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bibit ikan nila. Pertama adalah dengan mendapatkannya secara langsung dari indukan ikan nila. Sedangkan cara yang kedua adalah dengan membelinya langsung di pasar atau bisa juga di koperasi perikanan.

Dari kedua cara ini, cara kedua adalah pilihan yang paling tepat jika Anda ingin cara yang jauh lebih praktis.  Jika Anda sudah memilih salah satu diantara kedua cara tersebut, kini saatnya Anda memilih bibit yang terbaik. Adapun ciri-ciri bibit ikan nila yang berkualitas adalah sebagai berikut ini :

Inilah 5 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Siap Jadi Jutawan?

  • Pilih bibit ikan nila dengan warna yang jelas dan memiliki ukuran sekitar 12 cm
  • Bibit ikan nila yang lincah dan tidak ada cacat fisik
  • Pastikan bibit yang Anda pilih mempunyai warna yang sama dan setiap bibit mempunyai berat sekitar 30 gram
  1. Penyebaran Bibit Ikan Nila

Penyebaran bibit nila merupakan salah satu tahap yang paling penting dalam proses budidaya ikan nila. Meskipun ikan nila merupakan ikan yang mempunyai daya tahan yang sangat kuat, proses penebaran benih ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Berikut ini adalah cara penyebaran benih yang benar :

  • Siapkan sebuah wadah seperti ember dan kemudian masukan air bersih sampai memenuhi setenga wadah tersebut
  • Masukkan bibit ikan nila ke dalam wadah tersebut dan tunggulah selama kurang lebih 10 menit
  • Penuhi ember dengan air kolam dan kemudian tunggu lagi selama kurang lebih 5 menit (proses ini penting untuk dilakukan supaya ikan nila tidak stress)
  • Sebarkan bibit ikan nila dengan perlahan-lahan ke dalam kolam terpal

Meskipun Anda bisa menebar bibit ikan nila dengan sebanyak-banyaknya di sebuah kolam terpal, tetapi akan lebih baik jika Anda memberi batas maksimum sekitar 100 ikan untuk setiap kolam terpal.

  1. Perawatan Serta Panen

Hal yang harus Anda lakukan dengan baik sampai masa panen tiba adalah dengan memberikan pakan ikan secara terartur dan selalu menjaga kebersihan kolam ikan. Setidaknya ikan nila harus diberi makan 2 atau 3 kali dalam satu hari.

Pilihlah pakan ikan dengan kandungan lemak, protein, mineral, vitamin, dan karbohidrat. Selain itu, Anda juga bisa memberikan makan ikan nila dengan sayuran yang sudah dipotong kecil-kecil atau bisa juga dengan siput sawah.

Jika usianya sudah mencapai 6 bulan, maka ikan nila akan mencapai berat idealnya yaitu kurang lebih 500 gram. Ini berarti ikan nila Anda sudah siap untuk segera dipanen.

Permintaan pasar terhadap ikan nila konsumsi sekarang ini sangat besar sehingga ini menjadi peluang bisnis wirausaha yang bisa dibilang sangat potensial, menjanjikan dan juga menguntungkan untuk dijalani. Bahkan hanya dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah yang tidak terlalu sempit saja Anda sudah bisa menjalankan bisnis ini.

Itulah cara sederhana budidaya ikan nila yang bisa Anda lakukan di rumah. Semoga informasi yang kami bagikan ini bermanfaat bagi Anda yang kini tertarik untuk budidaya ikan nila atau untuk para pembaca sehingga bisa menambah wawasan Anda semua. Sekian dari kami, semoga bermanfaat.

5 Cara Budidaya Ikan Lele dengan Terpal yang Mudah bagi Pemula

5 Cara Budidaya Ikan Lele dengan Terpal yang Mudah bagi Pemula

 

Budidaya Ikan Lele dengan Terpal – Saat ini budidaya ikan lele tidak hanya bisa dilakukan di kolam tanah. Perlu Anda ketahui bahwa kini sudah ada cara paling efektif untuk mengembangbiakkan lele dengan cara mudah, yaitu menggunakan terpal. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi kepada Anda mengenai cara budidaya ikan lele dengan terbap yang mudah bagi pemula.

5 Cara Budidaya Ikan Lele dengan Terpal yang Mudah bagi Pemula

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dijual dengan harga sangat terjangkau. Tidak hanya di peternak saja, jenis ikan tawar yang satu ini sudah banyak dijual di pasar. Meskipun harganya cukup murah, ikan lele mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Dalam 100 gram ikan lele memiliki kandungan 240 Kkal, 8,5 gram karbohidrat, 14,5 gram lemak, 17,5 gram protein.

Kelebihan dan Kelemahan Kolam Terpal

  • Biaya pembuatan kolam yang lebih murah
  • Tidak membutuhan lahan khusus ataupun lahan yang luas
  • Pengontrolan terhadap ikan lele akan jauh lebih mudah
  • Ikan lele akan lebih terhindar dari berbagai penyakit daripada ikan lele yang dipelihara di kolam tanah
  • Hasil panen dari ikan lele ini tidak akan berbau lumpur ataupun tanah

Namun meski memiliki banyak kelebihan, penggunaan kolam terpal juga memiliki kelemahan. Kolam terpal ini tidak akan bisa dibuat secara permanen. Pakan tambahan untuk ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal juga lebih banyak. Selain itu, juga sering mengalami kebocoran. Tetapi Anda bisa memilih terpal yang berkualitas.

Cara Budidaya Ikan Lele Dengan Terpal

Selain memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, ikan ini juga sangat mudah untuk dibudidayakan di rumah. Adapun cara budidaya ikan lele dengan terpal yang bisa diikuti oleh para pemula adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan Media Kolam

Budidaya ikan lele kolam terpal dapat dilakukan di rumah. Terpal adalah salah satu media yang paling mudah untuk didapatkan. Berikut ini adalah car untuk menyiapkan media terpal sebagai kolam ikan lele :

  • Pertama Anda harus membersihkan kolam terpal terlebih dahulu. Anda bisa membersihkan kolam terpal menggunakan sabun yang kemudian dibilas sampai bersih dan keringkan.
  • Bentangkan terpal tersebut sampai berbentuk menyerupai sebuah kola. Agar bisa berdiri dengan tegak, terpal tersebut dapat disanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan batako yang dilapisi dengan terpal.
  • Isilah terpal dengan air sampai setinggi 20 sampai 30 cm.
  • Diamkan air di dalam terpal selama kurang lebih 7 sampai 10 hari. Hal ini bertujuan untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Lalu tambahkan air dengan ketinggian sekitar 80 sampai 90 cm.
  • Setelah air sudah siap, tambahkan dengan beberapa irisan daun pepaya dan singkong untuk bisa mengurangi bau air kolam.
  1. Pilih Bibit Lele yang Unggul

Pemilihan bibit ikan lele tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Anda harus memilih bibit ikan lele unggul yang pastinya sehat dan lebih besar. Bibit ikan lele yang unggul umumnya gerakannya akan lebih agresif dan gesit ketika diberi makan. Selain itu, bibit yang unggul biasanya memiliki warna yang lebih terang.

  1. Penebaran Bibit

Sebelum melakukan tahap yang satu ini, Anda harus memisahkan terlebih dahulu antara ikan lele yang berukuran besar dan kecil. Hal ini bertujuan untuk menghindari ikan lele agar tidak memakan sesama. Sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa ikan lele sendiri memiliki sifat kanibal.

Hal penting yang harus Anda perhatikan dalam cara budidaya ikan lele adalah jangan sampai menebar bibit ikan ini secara bersamaan. Ini karena bisa membuat ikan menjadi stress dan bahkan juga bisa membuat ikan menjadi mati.

Salah satu cara yang paling tepat adalah Anda bisa menggunakan ember dan masukan sebagai ember yang berisi bibit ikan lele ke dalam kolam. Diamkan selama kurang lebih 30 menit dan kemudian biarkan ikan lele keluar dan ember menuju kolam. Sedangkan untuk waktu penebaran yang paling baik adalah saat pagi hari atau bisa juga malam hari.

  1. Pemeliharaan Ikan Lele

Dalam pembudidayaan ikan lele, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Setelah ikan lele umurnya sudah mencapai lebih dari 20 hari, maka Anda perlu untuk melakukan penyortiran. Penyortiran ini dilakukan dengan cara memisahkan ikan lele yang besar dan kecil dalam kolam berbeda.

5 Cara Budidaya Ikan Lele dengan Terpal yang Mudah bagi Pemula

Kualitas air kolam yang paling bagus untuk ikan lele adalah hijau. Hal ini karena lele mampu bertahan hidup di air yang berlumpur. Air akan berubah menjadi warna merah jika ikan sudah dewasa dan siap untuk dipanen.

Keadaan kolam juga harus Anda perhatikan. Tinggi kolam ikan lele di bulan pertama adalah 20 cm, untuk bulan kedua 40 cm  dan untuk bulan yang ketiga adalah 80 cm. Anda harus selalu perhatikan  agar air kolam ini tidak terlalu dangkal.

Ikan lele harus diberikan pakan tiga kali dalam satu hari yakni pada jam 7 pagi, 5 sore dan juga 10 malam. Jenis pakan ikan lele adalah sentrat  781-1.

  1. Panen Ikan Lele

Panen ikan lele sudah bisa Anda lakukan jika ikan tersebut usianya mencapai kurang lebih 90 hari atau sekitar 3 bulan dari masa tebar bibit. Dalam pengambilan ikan lele usahkan untuk menggunakan sarung tangan agar tidak berbahaya nantinya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan jaring maupun serokan yang besar.s

Budidaya ikan lele dengan sistem boflok juga bisa menjadi salah satu alternatif terbaik. Sistem bioflok merupakan kolam yang memiliki bentuk bulat dengan lapisan terpal yang sudah dilengkapi dengan pipa pembuangan kotoran yang akan mempermudah kita dalam menguras kolam. Disamping itu, kolam ikean lele pun juga akan terbebas dari bau.

Keuntungan Usaha Berternak Lele

Ada banyak sekali keuntungan yang akan Anda dapatkan jika melakukan budidaya ikan lele ini sebagai usaha Anda. Memang banyak sekali keuntungan yang akan Anda dapatkan dan budidaya ikan lele ini pun caranya sangat mudah. Disamping itu, kebutuhan pasar yang sudah semakin meningkat ini tentu akan menjadi peluang terbaik untuk Anda.

Budidaya ikan lele tidak memerlukan perawatan yang rumit dan hanya butuh melakukan perawatan secara sederhana saja dan yang pasti bisa dilakukan oleh siapapun.

Selain itu, budidaya ikan lele juga tidak perlu lahan yang luas sebagai tempat untuk melakukan usaha. Hanya dengan lahan yang sempit saja Anda sudah bisa membuka usaha secara modern maupun tradisional sesuai dengan minat Anda.

Itulah serangkaian persiapan dan cara budidaya ikan lele di dalam kolam terpal sampai dengan proses panen.  Bagaimana, sangat mudah bukan? Semoga yang telah kami sampaikan ini dapat membantu Anda yang sedang ingin budidaya ikan lele. Selamat memulai budidaya ikan lele.