7 Tips Supaya Ikan Guppy Anda Tidak Gampang Mati

0
201

7 Tips Supaya Ikan Guppy Anda Tidak Gampang Mati

7 Tips Supaya Ikan Guppy Anda Tidak Gampang Mati – Ikan Guppy adalah ikan tropis kecil yang cukup populer di Indonesia yang dipelihara sebagai ikan hias. Alasan ikan guppy sangat populer adalah karena warna-warnanya yang cantik dan berfariasi. Umumnya Ikan guppy sangat mudah dipelihara dan cocok untuk pemula. walaupun kuat, masih saja ikan guppy ditemukan mati di akuarium tanpa tau apa penyebabya.

7 Tips Supaya Ikan Guppy Anda Tidak Gampang Mati

Berbagai alasan kenapa ikan guppy gampang mati dan tips mengatasinya.

 

  1. Kualitas air kurang baik

Alasan paling umum kenapa ikan guppy cepat mati adalah kualitas air yang buruk. Memberi makan ikan sebenarnya secara tak langsung turut andil mencemari air di akuarium Anda. Lama kelamaan pencemaran menjadi sangat tinggi sehingga guppy akan teracuni dan mati.

Air keran mengandung klorin yang kurang baik untuk guppy. Meskipun memakai air keran untuk akuarium sah-sah saja, tetapi air itu harus ditreatment terlebih dahulu dengan dideklorinasi sebelum dimasukkan ke dalam akuarium. Anda dapat menggunakan zat anti klorin.

Akuarium ikan guppy tidak bersiklus

 

Ini terjadi pada para pemula. Anda baru saja membeli akuarium baru, mengisi air, lalu memasukkan beberapa ekor ikan guppy. Setelah satu minggu atau  beberapa hari saja ikan-ikan guppy mulai mati dan Anda tidak tahu apa penyebabnya.

Hal ini dikarenakan Anda tidak melakukan siklus di akuarium.

Sebelum Anda memasukkan ikan kedalam akuarium, Anda harus melakukan siklus terlebih dahulu. Proses siklus biasanya memakan waktu 1-2 minggu, tergantung ukuran akuarium Anda.

Proses siklus akuarium adalah sebagai berikut:

  • Setup akuarium Anda (pasang filter, dekorasi, dll) lalu tambahkan air ke dalamnya.
  • Tambahkan deklorinator atau anti-klorin, Anda bisa membeli obat ini di toko-toko ikan.
  • Tambahkan bakteri nitryfing atau bakteri starter, bisa didapatkan juga di toko-toko ikan.
  • Nyalakan filter dan tunggu sekitar 1-2 minggu sampai bakteri baik mulai berkoloni di seluruh akuarium.

 

Setelah itu Anda baru bisa memasukkan ikan. Beberapa hari setelah memasukkan ikan, lakukan tes untuk melihat apakah bakteri dapat mengikuti siklus nitrogen. Terus pantau akuarium setidaknya selama satu minggu.

  1. Meningkatnya level ammonia

Level amonia dalam akuarium harus selalu berada pada level 0 ppm. Oleh sebab itu, seharusnya di dalam akuarium Anda tidak ada ammonia. Bakteri starter akan mengubah amonia menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat. Inilah yang disebut dengan siklus nitrogen sebagaimana dijelaskan di atas.

Meningkatnya amonia dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Sisa-sisa makanan ikan yang terurai dan berubah menjadi ammonia.
  • Ikan mati yang tidak dikeluarkan dari akuarium lalu membusuk dapat meningkatkan kadar ammonia.
  • Filter kotor juga bisa menjadi sumber besar ammonia.
  • Substrat (gravel/pasir) yang kotor juga dapat menyebabkan masalah amonia.

Amonia sangat berbahaya bagi ikan Anda. Tingkat amonia yang terlalu tinggi  dapat membuat ikan cepat mati.

4. JanganTerlalu banyak memberi makan ikan guppy

 

Semua orang suka memberi makan ikan dan melihat mereka makan. Namun, berlebihan dalam memberi makan ikan (overfeeding) itu sangat berbahaya. Anda cukup memberi makan ikan guppy dewasa satu hari sekali.

Overfeeding dapat menyebabkan banyak makanan sisa. Seperti yang disebutkan di atas, sisa makanan yang mengendap dapat mencemari akuarium dan dapat meningkatkan kadar amonia.

Berilah makan ikan guppy dalam jumlah yang kira-kira dapat dihabiskan dalam waktu 30 detik. Ulangi proses ini sampai Anda tahu takaran yang pas.

      5. Jangan Memelihara terlalu banyak ikan guppy dalam satu akuarium

 

Masalah ini disebut overcrowd atau overpopulated. Umumnya Guppy bereproduksi cukup cepat . Dalam satu bulan, guppy betina dapat melahirkan kira-kira 20-120 ekor. Itulah sebabnya mengapa akuarium yang cukup besar  menjadi terlalu penuh hanya dalam waktu beberapa bulan.

Overpopulasi ini bisa menimbulkan masalah tidak hanya kepadatan yang berlebih tetapi juga tingkat oksigen yang menjadi rendah. Kadar oksigen yang  rendah berakibat fatal bagi guppy. Itulah sebabnya sangat penting untuk selalu mengendalikan populasi guppy.

Anda bisa mengakalinya dengan memindahkan ikan ke akuarium terpisah atau hanya memasukkan ikan jantan ke akuarium Anda. Cara ini dapat membantu Anda mengontrol populasi ikan sampai batas tertentu.

        6. Jaga Suhu air

 

Ikan guppy merupakan ikan tropis. Mereka tidak bisa bertahan hidup di air dingin. Guppy lebih menyukai suhu air antara 22-28 °C. Guppy dapat bertahan hidup di air dengan suhu serendah 18 °C.

Air hangat juga cukup berbahaya bagi ikan guppy. Saat air memanas, tingkat kandungan oksigen semakin rendah. Air dengan suhu di atas 28 °C, tingkat oksigen bisa sangat rendah sekali dan guppy bisa mati lemas.

7. Atasi Penyakit dan parasit ikan guppy

 

Dikarenakan genetika yang buruk dan kualitas air yang buruk guppy bisa sakit dan lebih cepat mati. Ada beberapa penyakit spesifik guppy, namun penyakit yang paling umum adalah ick (white spot alias bintik-bintik putih pada tubuh), velvet (titik-titik seperti bubuk berwarna keemasan pada tubuh), busuk sirip, dan fluke. Penyakit umum ini dapat Anda obati dengan obat-obat yang biasa  dijual di toko ikan.

Demikian tujuh tips supaya ikan guppy Anda tidak gampang mati di akuarium dan selalu sehat. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here