8 Alasan Kenapa Ikan Guppy Anda Cepat Mati

0
223
Ikan Guppy

8 Alasan Kenapa Ikan Guppy Anda Cepat Mati – Ikan Guppy adalah ikan tropis kecil yang sangat populer dipelihara sebagai ikan hias. Mereka adalah ‘live-bearer’ yang berarti mereka memiliki pembuahan internal dan melahirkan ikan-ikan kecil. Alasan kenapa guppy sangat populer adalah karena warna-warni cerah dan sifat damai mereka.

Ikan guppy sangat mudah dipelihara dan bagus untuk pemula. Meskipun mereka kuat, seringkali kali ikan guppy ditemukan mati di akuarium tanpa alasan yang jelas.

Berbagai alasan kenapa ikan guppy gampang mati dan tips mengatasinya

1. Kualitas air kurang baik

Alasan paling umum kenapa ikan guppy cepat mati adalah kualitas air yang buruk. Memberi makan ikan sebenarnya secara tak langsung turut andil mencemari air di akuarium Anda. Lama kelamaan pencemaran menjadi sangat tinggi sehingga guppy akan teracuni dan mati.

8 Alasan Kenapa Ikan Guppy Anda Cepat Mati

Kurangnya oksigen di dalam air juga dapat menyebabkan ikan guppy mati. Memberi air yang terlalu dingin atau terlalu hangat di akuarium akan menyebabkan kematian ikan guppy Anda

Air keran mengandung klorin yang kurang baik untuk guppy. Meskipun memakai air keran untuk akuarium sah-sah saja, tetapi air itu harus ditreatment terlebih dahulu dengan dideklorinasi sebelum dimasukkan ke dalam akuarium. Anda dapat menggunakan zat anti klorin.

2. Akuarium ikan guppy tidak bersiklus

Ini terjadi pada para pemula. Anda baru saja membeli akuarium baru, mengisi air, lalu memasukkan beberapa ekor ikan guppy. Setelah satu minggu atau beberapa hari saja ikan-ikan guppy mulai mati dan Anda tidak tahu apa penyebabnya. Hal ini dikarenakan Anda tidak melakukan siklus di akuarium.

Sebelum Anda memasukkan ikan kedalam akuarium, Anda harus melakukan siklus terlebih dahulu. Proses siklus biasanya memakan waktu 1-2 minggu, tergantung ukuran akuarium Anda.

Proses siklus akuarium adalah sebagai berikut:

Setup akuarium Anda (pasang filter, dekorasi, dll) lalu tambahkan air ke dalamnya.
Tambahkan deklorinator atau anti-klorin, Anda bisa membeli obat ini di toko-toko ikan.
Tambahkan bakteri nitryfing atau bakteri starter, bisa didapatkan juga di toko-toko ikan.
Nyalakan filter dan tunggu sekitar 1-2 minggu sampai bakteri baik mulai berkoloni di seluruh akuarium.

Setelah itu Anda baru bisa memasukkan ikan. Beberapa hari setelah memasukkan ikan, lakukan tes untuk melihat apakah bakteri dapat mengikuti siklus nitrogen. Terus pantau akuarium setidaknya selama satu minggu.

Pada titik ini Anda dapat melakukan tes air dengan API Test Kit. Anda harus menguji kandungan amonia, nitrit, dan nitrat dalam akuarium. Amonia dan nitrit harus berada pada level 0 ppm, sedangkan nitrat dapat mencapai maksimum 20 ppm.

Pada titik ini Anda baru boleh memasukkan ikan. Beberapa hari setelah memasukkan ikan, lakukan tes lagi untuk melihat apakah bakteri dapat mengikuti siklus nitrogen. Terus pantau akuarium setidaknya selama satu minggu.

3. Meningkatnya level ammonia

Level amonia dalam akuarium harus selalu berada pada level 0 ppm. Oleh sebab itu, seharusnya di dalam akuarium Anda tidak ada ammonia. Bakteri starter akan mengubah amonia menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat. Inilah yang disebut dengan siklus nitrogen sebagaimana dijelaskan di atas.

Meningkatnya amonia dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

Sisa-sisa makanan ikan yang terurai dan berubah menjadi ammonia.
Ikan mati yang tidak dikeluarkan dari akuarium lalu membusuk dapat meningkatkan kadar ammonia.

Filter kotor juga bisa menjadi sumber besar ammonia.

Substrat (gravel/pasir) yang kotor juga dapat menyebabkan masalah amonia.
Amonia sangat berbahaya bagi ikan Anda. Tingkat amonia yang terlalu tinggi dapat membuat ikan cepat mati. Jika ikan tidak mati secara instan karena Anda dapat mengatasi masalah amonia, mereka masih akan mendapatkan luka bakar amonia. Amonia yang membakar juga akan menyebabkan kematian, tetapi pada tingkat yang jauh lebih lambat.

4. JanganTerlalu banyak memberi makan ikan guppy

Semua orang suka memberi makan ikan dan melihat mereka makan. Namun, berlebihan dalam memberi makan ikan (overfeeding) itu sangat berbahaya. Anda cukup memberi makan ikan guppy dewasa satu hari sekali.

Overfeeding dapat menyebabkan banyak makanan sisa. Seperti yang disebutkan di atas, sisa makanan yang mengendap dapat mencemari akuarium dan dapat meningkatkan kadar amonia.

Berilah makan ikan guppy dalam jumlah yang kira-kira dapat dihabiskan dalam waktu 30 detik. Ulangi proses ini sampai Anda tahu takaran yang pas.

5. Jangan Memelihara terlalu banyak ikan guppy dalam satu akuarium

Masalah ini disebut overcrowd atau overpopulated. Umumnya Guppy bereproduksi cukup cepat . Dalam satu bulan, guppy betina dapat melahirkan kira-kira 20-120 ekor. Itulah sebabnya mengapa akuarium yang cukup besar menjadi terlalu penuh hanya dalam waktu beberapa bulan.

Overpopulasi ini bisa menimbulkan masalah tidak hanya kepadatan yang berlebih tetapi juga tingkat oksigen yang menjadi rendah. Kadar oksigen yang rendah berakibat fatal bagi guppy. Itulah sebabnya sangat penting untuk selalu mengendalikan populasi guppy.
Anda bisa mengakalinya dengan memindahkan ikan ke akuarium terpisah atau hanya memasukkan ikan jantan ke akuarium Anda. Cara ini dapat membantu Anda mengontrol populasi ikan sampai batas tertentu.

Alasan Kenapa Ikan Guppy Anda Cepat Mati

6. Jaga Suhu air

Ikan guppy merupakan ikan tropis. Mereka tidak bisa bertahan hidup di air dingin. Guppy lebih menyukai suhu air antara 22-28 °C. Guppy dapat bertahan hidup di air dengan suhu serendah 18 °C.

Air hangat juga cukup berbahaya bagi ikan guppy. Saat air memanas, tingkat kandungan oksigen semakin rendah. Air dengan suhu di atas 28 °C, tingkat oksigen bisa sangat rendah sekali dan guppy bisa mati lemas.

7. Genetika ikan guppy buruk

Saat Anda akan mengisi akuarium Anda dengan guppy, Anda harus membeli ikan-ikan tersebut dari sumber terpercaya. Guppy yang Anda beli di toko hewan peliharaan besar biasanya memiliki kualitas paling rendah. Meskipun mereka berwarna-warni indah, mereka mungkin memiliki genetika buruk yang dapat menyebabkan kematian dini.
Di sisi lain, guppy yang berasal dari peternak guppy dapat bertahan hidup lebih lama. Harganya tentu lebih mahal, tetapi genetika mereka sangat baik dan juga dapat menghasilkan keturunan yang sangat sehat dan indah.

Beberapa jenis guppy yang dapat Anda pilih antara lain metal guppy, moscow guppy, cobra guppy, grass tail guppy, dan albino guppy.

8. Atasi Penyakit dan parasit ikan guppy

Dikarenakan genetika yang buruk dan kualitas air yang buruk guppy bisa sakit dan lebih cepat mati. Ada beberapa penyakit spesifik guppy, namun penyakit yang paling umum adalah ick (white spot alias bintik-bintik putih pada tubuh), velvet (titik-titik seperti bubuk berwarna keemasan pada tubuh), busuk sirip, dan fluke. Penyakit umum ini dapat Anda obati dengan obat-obat yang biasa dijual di toko ikan.

Sayangnya ada penyakit guppy yang tidak bisa diobati, misalnya tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri yang disebut mycobacterium. Penyakit ini tidak memiliki obat. Guppy yang terkena penyakit ini harus dikeluarkan dari akuarium agar tidak menyebarkannya ke guppy lainnya.

Nama ilmiah: Poecilia reticulata
Klasifikasi lebih tinggi: Poecilia
Ordo: Cyprinodontiformes
Tingkatan takson: Spesies
Ditemukan di: Danau Naivasha, Pandan Reservoir

Demikian tujuh tips supaya ikan guppy Anda tidak gampang mati di akuarium dan selalu sehat. Semoga artikel ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here