Asal Usul Dan Sejarah Ikan Arwana Di Indonesia

0
733

Asal Usul Dan Sejarah Ikan Arwana Di Indonesia

Asal Usul Dan Sejarah Ikan Arwana Di Indonesia

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika ikan arwana termasuk dalam golongan ikan yang memiliki harga yang mahal. Ikan ini memiliki wujud yang sangat indah. Maka tak heran jika ikan ini menjadi jenis ikan hias yang banyak digemari oleh kalangan pecinta ikan hias. Tetapi mungkin hanya sedikit yang tahu mengenai sejarah dan asal usul ikan arwana ini sehingga bisa banyak di temukan di Indonesia. Untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan membagikannya untuk Anda.

Indonesia merupakan negara yang strategis sehingga banyak para pedagang luar negari yang menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan. Dan ketika abad ke 16 hingga abad ke 17 mulai berdatangan para bangsa Eropa, yang saat itu adalah negara Belanda. Dan menjadi penguasa terkuat di negara Indonesia. Dari sinilah mulai ada evolusi juga dari berbagai macam flora dan fauna. Salah satunya ikan Arwana atau yang disebut (Scleropages sp) pada saat itu. Maka tak heran jika ikan arwana termasuk dalam jenis ikan purba karena spesies ini sudah ada dari ratusan tahun yang lalu. Namun sayangnya banyak yang belum mengenal ikan ini pada masa itu. Hingga adanya dua orang ilmuwan Jerman pada tahun 1844 yang mulai melakukan penelitian terhadap ikan ini. Dua ilmuwan tersebut adalah Muller dan Schlegel yang tertarik dengan kecantikan ikan yang mereka temukan di Amerika Selatan. Dari penelitian tersebut keduanya memberi nama ikan itu Osteoglossum formosum.

Meski demikian ikan arapaima ini belum juga terlalu dikenal oleh banyak orang hingga pada tahun 1913 ada dua ahli zoologi dari Belanda yaitu Max Weber dan LF de Beaufort mengubah namanya menjadi Scleropages formosus. Kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh ilmuwan Jepang yaitu Kanazawa yang berhasil menemukan banyak jenis arwana. Sekurang-kurangnya sudah diketahui ada empat genus yaitu Arapaima dengan satu spesies (Arapaima gigas), Osteoglossum dengan dua spesies yakni Osteoglossum bicirrhosum dan Osteoglossum ferreirai, kemudian genus Scleropages dengan empat spesies yaitu Scleropages formosus, Scleropages guntheri,Scleropaghes leichardti dan Scleropages jardini. Genus terakhir adalah Clupisudis dengan spesies tunggal Cluoisudis nilot.

Untuk di Indonesia sendiri yang sangat banyak ditemukan hingga saat ini adalah jenis Super Red Arowana (Scleropages formosus). Dan jenis Arwana ini akan banyak ditemukan pada  sungai-sungai dan danau di Sintang, Kapuas Hulu. Sungai-sungai yang merupakan anak Sungai Kapuas itu menyimpan banyak jenis arwana, sebab sungai atau danaunya tidak berbatu dan arus sungainya tenang, tidak sederas Sungai Kapuas. Ikan arwana merah (Scleropages formosus) semakin sulit dijumpai di habitat aslinya di Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Hingga pada dasarnya dan diketahui secara umum bahwa ikan arwana (Scleropages formosus) adalah salah satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara.

 

Ciri fisik yang dimiliki oleh Ikan Arwana ini yaitu ukuran badan yang panjang, sirip dubur terletak jauh dibelakang badan. Untuk Arwana Asia kebanyakan berwarna perak. Dan seringkali disebut ikan naga yang sering dihubungkan dengan mitologi Tionghoa. Selain di Kalimantan Barat, ikan arwana juga ditemukan di Sumatera terutama di daerah Riau dan Jambi, namun jenisnya adalah Arwana Merah (Golden Red Arowana) Ini masih termasuk spesies Scleropages formosus. Warna dasar arwana Sumatera ini kuning keemasan di bagian kepala dan pada ekor. Dan bagian sirip belakangnya berwarna merah. Arwana yang banyak diincar kolektor ini tidak ”bergincu” bibirnya. Namun pamornya memang tidak sehebat Super Red Arowana.

Namun karena banyaknya yang memburu ikan arwana ini di beberapa negara ikan arwana termasuk jenis ikan yang dilindungi. Seperti di Negara Malaysia yang sudah menetapkan dua jenis ikan yang berada dalam pengawasan CITES yaitu Ikan Temoleh, (Probarbus julleinii) dan Ikan Kelisa/arwana, (Scleropages formosus). Untuk itu bagi Anda yang ingin mengoleksi atau memelihara ikan arwana ini, lebih baik Anda memperhatikan cara pemeliharaan yang benar dan penuh tanggung jawab sehingga ikan ini bisa terus berkembang dan tidak terancam kepunahan.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here