Budidaya Ikan Guppy! Begini Cara Merawat Ikan Guppy Agar Tidak Gampang Mati

0
66

Zonaikan.com – Untuk Anda yang memiliki akuarium di rumah, pasti sudah kenal dengan ikan guppy, kan? Ikan guppy atau gapi menjadi salah satu jenis ikan hias air tawar populer dan banyak dipelihara.

Pada jenis ikan air tawar memiliki ukuran kecil ini terbilang mudah dipelihara. Untuk harga ikan guppy yang murah dan memiliki banyak variasi warna dan corak juga menjadi daya tarik lainnya

Meskipun dalam pemeliharaannya terbilang mudah, namun ikan guppy juga rentan dan gampang mati apabila Anda tidak melakukan perawatan dengan benar.
Saat ini kami akan ulas beberapa tips dan cara merawat ikan guppy di akuarium yang bisa Sobat Pintar praktikkan sendiri di rumah.

Mengenal Jenis Ikan Guppy dan Karakteristiknya

Sebelum kita membahas cara merawat ikan guppy, untuk yang pertama Anda harus mengenal asal usul, jenis dan karakteristik ikan guppy sebagai peliharaan, nih.
Jenis ikan air tawar kecil ini berasal dari perairan Amerika Selatan dan tergolong ke dalam famili Poeciliidae.

Ikan GuppyDengan penamaan ikan guppy yang diklaim berasal dari penemu pertamanya, yakni Robert John Lechmere Guppy yang menemukannya di wilayah Trinidad pada 1866 silam.

Sampai saat ini sudah lebih dari 300 varietas ikan guppy di seluruh dunia, yang mana dibedakan berdasarkan warna, corak, ukuran, dan bentuk ekornya. Akan tetapi secara umum, terdapat tiga spesies ikan guppy yang jamak dipelihara seperti dilansir melalui laman Guppy Expert, di antaranya:

1. Ikan Guppy Biasa/Fancy Guppy (Poecilia Reticulata)
2. Ikan Guppy Endler/Endler Guppy (Poecilia Wingei)
3. Ikan Guppy Rawa/Swamp Guppy (Micropoecilia Picta).

Kemudian bagaimanakah dengan karakteristiknya? Pada Ikan guppy memiliki cukup banyak julukan, seperti “million fish” karena kemampuan berkembang biak yang cepat dan “rainbow fish” dengan memiliki beragamnya pilihan warna yang tersedia.

Dengan jenis ikan air tawar yang bisa dicampur dengan jenis ikan lainnya ini memiliki temperamen yang tenang dan tidak agresif.Ikan guppy menjadi salah satu jenis ikan air tawar berukuran kecil, yakni berkisar antara 1,5-3,5 cm untuk jantan dan 3-6 cm untuk betina.

Saat ini sudah banyak yang dipelihara dalam jumlah banyak dan hidup berkelompok. Sehingga hal ini sudah didukung dengan harga ikan guppy yang relatif terjangkau, yakni Rp10.000 – Rp50.000 tergantung jenisnya.

Berikut ini Cara Merawat Ikan Guppy di Akuarium Agar Tidak Cepat Mati

Aquarium Ikan GuppyWalaupun berfungsi sebagai ikan pembersih akuarium, namun bisa memakan sekaligus membersihkan ganggang yang menempel. Saat ini ikan guppy terbilang mudah dipelihara, sebab ikan guppy juga rentan mati akibat lingkungan akuarium yang tidak cocok, penyakit atau serangan ikan lain yang tinggal bersama mereka. Kemudian bagaimanakah cara merawat ikan guppy dengan tepat? Yuk, simak ulasan di bawah ini!

Kondisi Akuarium

Saat ini Ikan guppy memiliki habitat alamiah di perairan air tawar di kawasan Amerika Selatan yang beriklim tropis. Sehingga menjadikannya cukup mudah beradaptasi di wilayah Indonesia.

Kemudian saat memastikan kondisi akuarium sesuai, Anda bisa membuat habitat semirip mungkin dengan memberikan tanaman hidup, bebatuan dan substrat sebagai dasaran.
Saat pemilihannya pun juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, karena mayoritas ikan guppy akan berenang di tengah hingga mendekati permukaan air akuarium.

Pada kondisi akuarium untuk ikan guppy lainnya yang perlu diperhatikan adalah temperatur. Namun Anda harus memastikan suhu air berkisar antara 24-28 derajat Celcius.
Dengan kadar pH air untuk ikan guppy pun antara 5.5-8.5, di mana pH yang ideal antara 7.0-7.2. Kemudian Anda juga harus memastikan melengkapi akuarium dengan filter dan aerator.

Dalam hal ini untuk memastikan kotoran dapat tersaring baik dan memberikan oksigen dalam akuarium untuk mencegah timbulnya bakteri yang berbahaya bagi ikan guppy.

Jenis Ikan yang Bisa Dicampur

Pada Ikan guppy jantan memiliki corak warna yang lebih menarik dibanding betina dan cocok dipelihara sebagai penghias akuarium.

Ikan Guppy DicampurPada umumnya ikan guppy juga dipelihara berkelompok dengan jumlah beberapa ekor dalam akuarium. Untuk ikan guppy memiliki temperamen yang tenang dan bisa dicampur dengan jenis ikan hias air tawar lainnya.

Kemudian Anda juga bisa mencampur ikan guppy bersama ikan lain, misal ikan moli, ikan mas koki, ikan discus merah, ikan corydoras, ikan bidadari, ikan sepat mutiara dan ikan neon tetra.

Anda juga harus menghindari jenis ikan hias yang agresif dan berukuran besar, seperti ikan oscar atau ikan arwana. Sama hal bisa menyebabkan ikan guppy diserang bahkan menjadi santapan mereka.

Pilihan Makanan Ikan Guppy

Ikan guppy tergolong jenis ikan omnivora, makanan ikan guppy liar dapat berupa ganggang, jentik nyamuk, kutu air, cacing, dan sebagainya.

Cacing Sutra Makanan Ikan GuppySaat ini sebagian ikan hias peliharaan, tentu Anda perlu memilih makanan ikan guppy terbaik. Anda bisa memiliki jenis makanan yang terdiri dari pelet ikan dan makanan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Dengan Asupan makanan ikan guppy diberikan sekali atau dua kali dalam sehari. Kemudian untuk pemberian makanan seperlunya atau dengan takaran yang bisa mereka habiskan dalam waktu dua menit.

Kemudian berikan variasi makanan selain pelet ikan, seperti jentik nyamuk, cacing beku, atau potongan kecil sayuran. Apabila Anda menemukan sisa makanan, maka untuk segera mengambilnya dengan menggunakan jaring.

Apabila tidak Anda bersihkan, tentu sisa makanan dapat mengendap dalam akuarium dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan pada ikan di dalamnya.

Perhatikan Penyakit dan Masalah Kesehatan

Menjadi salah satu cara merawat ikan guppy, tentu Anda juga perlu mengetahui ciri-ciri ikan guppy saat stres atau sedang mengalami penyakit dan masalah kesehatan.

Pada umumnya ikan guppy stres atau sakit akan menunjukkan perilaku yang bersembunyi dan tidak berenang bebas seperti pada umumnya.

Dengan memiliki masalah kesehatan yang bisa terjadi pada ikan guppy, di antaranya infeksi jamur, bintik putih (ich), dan busuk sirip (fin rot).

Adapun beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, meliputi:

1. Pastikan kondisi air dan akuarium optimal
2. Lakukan perawatan dan penggantian air akuarium secara rutin
3. Berikan makanan yang bervariasi
4. Batasi populasi ikan dalam akuarium agar tidak berlebihan.

Budidaya Ikan Guppy

Budidaya Ikan GuppyDengan mudahnya ikan guppy bisa berkembang biak tentu membuka peluang bisnis, salah satunya adalah melakukan budidaya ikan guppy menggunakan ember atau media lainnya.
Namun sebelum melakukan budidaya ikan guppy, sebaiknya Anda harus mengetahui bagaimana cara membedakan ikan guppy jantan dan betina dalam memilih indukan yang baik.

Akan tetapi secara umum, ikan guppy jantan berukuran kecil dengan warna cerah dan kontras. Namun saat ini ikan guppy betina berukuran lebih besar membulat dengan warna yang cenderung kurang cerah.

Pada media ember, siapkan empat wadah berbeda yang memiliki fungsi sebagai tempat memisahkan indukan, tempat pemijahan, tempat penetasan dan tempat pendederan.
Untuk yang pertama, pisahkan indukan ikan guppy jantan dan betina dalam wadah terpisah.

Kemudian lakukan pemberian makanan seperti biasa dan ganti air secara rutin.
Kedua, lakukan proses pemijahan dengan menempatkan ikan guppy jantan dan betina dengan rasio 1:5 atau 2:5 dalam wadah khusus. Pada proses ini biasanya akan berlangsung selama 4-7 hari.

Kemudian yang ketiga, setelah betina berhasil dibuahi segera pindahkan ke wadah penetasan. Anda harus pastikan wadah penetasan memiliki kualitas air bersih dan diberi aerasi.

Untuk Ikan guppy saat ini menjadi salah satu jenis ikan ovovivipar, artinya bertelur dan beranak. Dengan telur ikan guppy akan menetas di dalam tubuh induk dan baru baru akan keluar setelahnya. Pada proses ini berlangsung selama 3-4 minggu.

Kemudian yang terakhir, lakukan pendederan pada anakan ikan guppy dengan wadah terbuka yang cukup terkena sinar matahari. Kemudian berikan tanaman eceng gondok dan atur asupan makanan sesuai dengan umurnya.Anda harus lakukan pendederan hingga umur 20 hari, di mana ikan guppy sudah bisa ditentukan jenis kelaminnya.

Alasan Kenapa Ikan Guppy Mati di Akuarium

Untuk pecinta ikan guppy bagi pemula yang kebingungan kenapa ikan guppy miliknya terus menerus mati di akuarium, bahkan hampir setiap hari ada saja ikan guppynya yang mati. Berikut ini ada beberapa alasan kenapa ikan guppy kesayanganmu mengalami hal yang sama.

Ikan Guppy MatIKualitas air yang buruk, menjadi alasan paling kuat kenapa ikan guppy sekarat atau mati adalah kualitas air yang buruk. Dengan memberi makan ikan guppy, sebenarnya Anda secara tidak sengaja akan mengotori akuariummu. Apalagi ikan guppy juga akan mengeluarkan kotoran yang bisa saja mencemari kualitas air di dalam akuarium.

Meningkatnya level amonia, level amonia di dalam akuarium seharusnya berada level 0 ppm. Dengan adanya amonia akan membuat bakteri starter mengubah amonia menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat. Apabila didiamkan, tingkat amonia akan terus meninggi sehingga menyebabkan kematian ikan guppy yang begitu.

Apabila terlalu banyak memelihara ikan guppy, masalah ini biasanya disebut dengan overpopulated. Ikan guppy menjadi salah satu ikan yang tingkat reproduksinya tinggi. Di dalam satu bulan, ikan guppy betina dapat menetaskan sekitar 20-120 ekor.

Itulah mengapa jika akuariummu tidak cukup menampung ikan guppy, maka lingkungan tempat tinggalnya tidak dapat menampung kebutuhan dari ikan guppy itu sendiri.
Itulah dia ulasan mengenai cara merawat ikan guppy di akuarium sekaligus langkah budidaya yang bisa Anda lakukan dengan mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here