7 Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula – Teknik Perawatan

Budidaya Ikan Koi – Ikan koi saat ini sudah dikenal luas oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Hal ini karena orang-orang di negara Jepang hobi memelihara ikan hias yang satu ini dan kemudian memasarkannya ke negara-negara lain.

7 Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula – Teknik Perawatan

Orang-orang Jepang percaya bahwa ikan hias ini akan membawa banyak keburuntungan bagi pemiliknya. Konon katanya ikan koi menjadi simbol persahabatan yang abadi dan juga cinta yang tulus. Jenis ikan ini termasuk jenis ikan mas atau karper yang mempunyai nama ilmiah Cyprinus caprio.

Bisnis budidaya ikan koi sudah semakin berkembang di seluruh wilayah Indonesia salah satunya di kota Blitar. Budidaya ikan koi yang berkembang di Blitar adalah berkat dari Presiden Soekarno yang diberi hadiah ikan hias ini oleh pemimpin Cina. Di Indonesia sendiri, ikan koi sudah mulai populer pada tahun 1960 yang lalu.

Seiring dengan berjalannya waktu pangsa pasar ikan koi sudah semakin besar meskipun dahulu keberadaan ikan hias ini kurang diminati. Jika Anda ingin berhasil dalam memelihara ikan hias ini maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan agar nantinya tidak mengalami kerugian.

  1. Pilih Indukan Berkualitas

Indukan menjadi hal penting dalam membudidayakan ikan koi.  Indukan ikan koi dengan yang bagus tentu akan menghasilkan keturunan yang juga bagus. Jika Anda mengalami kesulitan untuk menemukan indukan yang baik maka Anda bisa meminjamnya dari pecinta ikan koi yang sudah memelihara ikan hias ini dalam waktu lama.

Para pecinta ikan koi biasanya memiliki banyak koleksi ikan koi yang berkualitas untuk dipelihara sendiri ataupun untuk keperluan kontes. Kebanyakan pecinta ikan koi kebanyakan tidak memiliki keterampilan atau waktu untuk mengawikannya.

Hal seperti ini kemudian dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan koi dengan menjalin kerja sama dengan para pemilik ikan. Para pemilik ikan akan tentu mendapat keuntungan karena ikannya bisa dikawinkan. Perkawinan sendiri bisa menjaga ikan agar tetap sehat.

Sedangkan keuntungan yang didapat pembudidaya adalah bisa mendapatkan keturunan yang berkualitas nantinya. Sebagai imbalan, biasanya pemilik akan memberikan izin kepada pembudidaya untuk memilih satu ataupun dua ekor ikan koi hasil perkawinan.

Indukan ikan koi yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:

  1. Umur ikan koi sudah mencapai 2 tahun lebih
  2. Jenis ikan koi yang dipelihara sama atau mendekati, seperti misalnya kohaku dengan kohaku
  3. Memiliki bentuk tubuh yang ideal dan ada lekukan dari atas sehingga terlihat seperti torpedo
  4. Gaya berenang ikan koi cukup tenang dan seimbang (tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat)
  5. Memiliki warna yang cemerlang atau kontras
  6. Gerakannya cukup gesit dan tidak banyak diam ketika di dasar kolam
  7. Indukan betina dan jantan sama-sama matang untuk dikawinkan

Indukan jantan dan betikan lebih baik dipelihara di kolam yang berbeda agar ketika dikawinkan indukan nantinya tidak perlu mengalami pemberokan alias puasa untuk dikawinkan lagi.

  1. Pembuatan Kolam Sebagai Tempat Tinggal dan Perkawinan

Kolam menjadi faktor utama untuk kesuksesan seseorang dalam membudidayakan ikan apapun. Bentuk kolam ikan dan terbuat dari apakah kolam tersebut entah itu kolam tanah, kolam beton, atau bahkan kolam terpal juga harus selalu diperhatikan.

Disamping itu, ada pula yang membudidayakan ikan koi di dalam aquarium karena ikan koi sangat mudah untuk dirawat. Perlu diketahui bahwa kolam terpal sebenarnya kurang baik untuk tempat tinggal ikan koi. Idealnya kolam pemijahan berukuran 3×6 dengan kedalaman 60 cm dan untuk ketinggian airnya adalah 40 cm.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya Anda menggunakan kolam plesteran. Kolam harus mendapatkan cahaya matahari yang cukup dan mempunyai saluran air yang keluar masuk sehingga sirkulasi air akan selalu terjaga.

Sebaiknya pada saluran air tersebut dipasang saringan halus agar anakan ikan koi nantinya tidak ikut hanyut bersama air yang keluar dan bisa mengurangi hama yang terdapat di sekitarnya. Kolam yang sudah dibuat sebaiknya dibiarkan terlebih dahulu sampai kering.

7 Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula – Teknik Perawatan

Jika sudah kering maka Anda bisa memasukkan air. Air juga harus diendapakan sekitar 24 jama dan setelah itu masukkanlah indukan ikan koi. Siapkan juga kakaban sebagai tempat untuk menaruh telur ikan koi. Adapun cara membuat kakaban adalah sebagai berikut :

  1. Siapkanlah ijuk, bilah bambu dan juga paku dengan panjang sekitar 120 cm dan lebar 40 cm
  2. Tata ijuk tersebut kemudian jepit dengan bambu dan paku. Jumlah ijuk sendiri bisa disesuaikan dengan besarnya induk ikan koi betina
  3. Untuk indukan betina yang beratnya mencapai 1 kg, sebaiknya pemberian ijuknya sekitar 4 sampai 6 buah. Ijuk ini bisa dipasang jika kolam sudah diisi dengan air
  4. Selain ijuk, untuk tempat meletakkan telur juga bisa dengan Hydrilla. Lalu Anda bisa menyediakan sebuah tempat untuk ikan koi anakan
  5. Tempat yang banyak sangat diperlukan untuk membedakan anakan ikan koi hingga ikan berumur 3 bulan atau panjangnya sudah mencapai 15 cm
  6. Untuk membuat sebuah kolam, pemeliharaan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Biasanya untuk menampung anakan ikan koi yang berjumlah 250 sampai dengan 300 ekor diperlukan kolam ikan berukuran 3×4 dan memiliki kedalaman kolam 40 cm
  7. Perhatikan dengan Seksama Tahap Pemijahan

Tahap pemijahan ini sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam melakukan budidaya ikan koi. Tahap ini harus dilakukan secara maksimal dalam pengurusan atau pemeliharaannya.

Untuk bisa menimalisir kegagalan dalam tahap ini, sebaiknya Anda menyediakan penjantan lebih dari satu karena mungkin salah satunya tidak sehat. Sediakan indukan ikan koi jantan 3 atau 5 ekor.

Jika semuanya sudah siap, masukkan indukan ikan koi betina ke dalam kolam pemijahan terlebih dahulu pada pukul 4 sore hari, biarkan indukan tersebut berdaptasi dengan kolam pemijahan. Setelah 3 jam lalu masukan indukan ikan koi jantan, proses pemijahan biasanya akan berlangsung pada tengah malam.

Indukan ikan koi betina akan berenang mengelilingi kolam ikan, sedangkan indukan jantan akan mengikuti dari belakang dan sesekali akan menempelkan badannya pada indukan betina. Berikut adalah cara budidaya ikan koi yang perlu diperhatikan dalam proses pemijahan.

  1. Pada proses utama, ikan koi betina akan mengeluarkan telur diikuti dengan pejantan yang mengeluarkan sperma. Telur yang sudah dibuahi akan menempel pada kakaban dan perkawinan sudah selesai di pagi hari
  2. Segera pisahkan indukan dari kolam pemijahan supaya telur-telur selamat dari kemungkinan untuk dimangsa oleh induknya sendiri
  3. Proses penetasan larva diperlukan ketelitian secara akurat terhadap suhu air. Apabila suhu air terlalu dingin maka larva akan sangat lama untuk menetas dan telur bisa membusuk apabila suhu air terlalu panas
  4. Penetasan telur-teluar yang sudah dibuahi, suhu airnya harus sekitar 27 sampai 30 derajat celcius. Kakaban harus terendam air supaya telur bisa menetas dengan baik
  5. Biasanya telur akan menetas dalam waktu 48 jam dan jangan langsung memberi makan pada tahan ini karena larva yang baru saja menetas masih mempunyai cadangan untuk bertahan sekitar 3 sampai 5 hari
  6. Setelah 5 hari persediaan makanan sudah habis, maka berikan pakan hidup seperti kutu air yang sudah disaring. Pakan hidup akan jauh lebih baik daripada kuning telur yang sudah direbus. Ini karena air akan lebih terjaga kebersihannya, sedangkan jika kuning telur maka air pada kolam nantinya akan berbau amis dan juga kotor
  7. Selain itu, pakan hidup juga lebih dibutuhkan oleh ikan koi. Pemberian kutu air dapat diganti dengan cacing sutera saat ikan koi panjangnya sudah mencapai 1,5 cm. Tetapi pemberian cacing sutera tidak diberikan lagi jika ikan koi sudah berumur 3 mingggu

Teknik Penting yang Lainnya untuk Perkembangan Ikan Koi

Berikut ini kami akan bagikan cara membudidayakan ikan koi dan perawatannya yang benar :

  1. Menjaga Kualitas Air

Jaga selalu kualitas air pada kolam ikan supaya ikan koi yang dipelihara selalu sehat. Perhatikan pula suhu dan tingkat kekeruhan air. Jangan sampai air pada kolam ikan menjadi keruh karena akan membuat ikan menjadi sangat tidak nyaman. Meskipun sudah menggunakan sistem filter pada kolam ikan, biasanya air masih bisa keruh karna kotoran yang telah dikeluarkan oleh ikan-ikan yang terdapat di kolam.

  1. Mengganti Air Kolam Seminggu Sekali

Sebaiknya Anda mengganti sekitar 10% air pada kolam ikan dalam waktu seminggu sekali. Jangan sampai mengganti  keseluruhan air karena ikan memerlukan waktu untuk beradaptasi. Adaptasi dengan pergantian air bisa membuat ikan koi menjadi stress.

Maka dari itu, jangan menguras air pada kolam seutuhnya. Kondisi air juga dapat mempengaruhi warna ikan koi sampai 20%. Ingatlah selalu bahwa warna ikan koi akan mempengaruhi kualitas dan harga pasaran ikan tersebut.

  1. Pembatas Jumlah Ikan Koi Dalam Kolam

Ikan koi butuh ruang gerak yang cukup lega supaya bisa tumbuh besar dengan cepat. Jumlah ikan yang terlalu banyak  pada kolam tentu bisa menghambat pertumbuhan pada ikan koi. Selalu perhatikan jumlah ikan koi yang Anda miliki dengan besar kolam ikan yang ada.

Seperti jenis ikan hias pada umumnya, ikan koi juga memerlukan kualitas air yang baik. Sanda harus selalu memberikan air jenis yang terbebas dari kontaminasi apapun itu termasuk zat-zat kimia.  Jika Anda barus membuat kolam ikan menggunakan semen, maka jangan sampai Anda masukkan ikan koi ke dalam kolam tersebut.

  1. Perhatikan Kadar Keasaman Kolam Air

Kolam baru dibuat dari semen tentu akan meninggalkan bau yang tidak bisa diterima oleh ikan koi dan bisa membuat ikan menjadi mabuk. Untuk menghilangkan bau semen secara cepat Anda bisa menggunakan pelepah bisa. Jaga pula kadar keasaman air kolam ikan pada lvel 6,5 sampai 8,5 supaya ikan koi selalu sehat.

Jadi, membudidayakan ikan koi pada dasarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya saja setiap pekerjaan membutuhan keterampilan dan ketekunan untuk bisa mencapai keberhasilan. Bagaimanapun, membudidayakan ikan koi bisa menjadi peluang bisnis yang sangat bagus di masa depan karena harga jualnya yang sangat tinggi. Semoga cara-cara yang kami bagikan diatas  dapat membantu Anda yang sedang ingin membudidayakan ikan koi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *