Budidaya Ikan Sepat Siam Lengkap Dari Pemijahan Sampai Pembesaran

0
88
Budidaya Ikan Sepat Siam

Zonaikan.com – Budidaya Ikan Sepat Siam Lengkap Dari Pemijahan Sampai Pembesaran. Ikan sepat siam adalah ikan air tawar yang berasal dari Thailand dan mulai diintroduksi ke tanah air pada tahun 1934. Awal mulanya ikan sepat siam merupakan ikan hias yang dipelihara dalam akuarium. Namun seiring berjalannya waktu, ikan ini sudah menjadi komoditas pangan yang terus dikembangkan oleh pemerintah.

Biasanya ikan sepat siam diolah menjadi makanan ikan asin yang sangat lezat dan gurih. Beberapa danau yang berada di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan mempunyai potensi yang sangat besar sebagai daerah penghasil ikan asin sepat.

Maka dari itu ikan sepat siam sudah pasti akan memberikan keuntungan dalam jumlah besar jika anda manfaatkan sebagai lahan bisnis. Bagi anda yang tertarik untuk membudidayakan ikan sepat siam mari simak beberapa langkah berikut ini :

Memilih Induk

Budidaya Ikan Sepat Siam
Tahap awal dalam melakukan budidaya ikan sepat siam adalah dengan memilih indukan berkualitas. Untuk membedakan antara jenis kelamin indukan bisa anda lihat dari bentuk dan panjang pendeknya sirip yang ada di bagian punggung.

Sepat bentuka mempunyai bentuk sirip punggung membulat, pendek dan tidak akan mencapai dasar pangkal sirip ekor. Sedangkan untuk ikan sepat jantan mempunyai bentuk sirip punggung yang lebih panjang mencapai dasar pangkal sirip ekor dan agak lancip.

Selain dari bentuk sirip punggung, perbedaan jenis kelamin kedua ikan ini bisa dilihat dari tinggi badan dan warnanya. Ikan betina memiliki warna yang lebih bersih dan terang, sedangkan ikan sepat jantan memiliki warna yang lebih gelap.

Tinggi ikan sepat jantan umumnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan ikan betina. Disamping itu, indukan yang baik untuk dilakukan pemijahan setidaknya berusia sekitar 7 bulan.

Pemijahan di Kolam


Proses pemijahan ikan sepat bisa dibilang sangat mudah untuk dilakukan. Pemijahannya bisa dengan meniru kebiasaaan ikan sepat di alam bebas. Ikan ini tidak membutuhkan aliran air yang terlalu besar dalam proses pemijahannya. Bahkan proses pemijahan bisa dilakukan di kolam air tergenang.

Namun meski demikian, usahakan untuk menyediakan kolam pemijahan yang cukup baik, dimana memudahkan anda untuk memasukkan dan mengeluakan air. Luas lahan pemijahan bisa disesuaikan dengan lahan yang ada, biasanya sekitar 50 sampai 300 m2dengan kedalaman air mulai dari 70 sampai dengan 100 cm.

Persiapan Pemijahan

Tahap persiapan pemijahan bisa dimulai dari pengisian air pada kolam yang sebelumnya sudah dikeringkan sampai mencapai ketinggian sekitar 70 sampai 100 cm. Sebelum menebar induk, 7 sampai 10 hari sebelumnya kolam harus diberi pupuk kandang. Kemudian pintu pemasukan dan pengeluaran air harus ditutup selama kurang lebih satu minggu.

Hal tersebut bertujuan supaya pakan alami nantinya akan selalu tersedia untuk benih ketika kuning telurnya sudah habis. Kemudian induk sepat yang sudah diseleksi bisa dimasukkan ke dalam sebuah kolam pemijahan dengan perbandingan antara betina dan betina 1:1.

Indukan jantan mempunyai sifat yang dimana biasanya akan membuat sarang sebelum memijah. Sehingga pada bagian permukaan air kolam harus disiapkan bahan yang digunakan untuk melindungi sarang.

Pemijahan

Proses pemijahan dimulai dengan membuat gelembung udara busa di bawah jerami. Dalam membuat sarang ini umumnya membutuhkan waktu kurang lebih 1 sampai dengan 2 hari.
Umumnya, gelembung udara atau buih yang terbentuk memiliki garis tengah 1,5 sampai 3 mm.

Ketika jantan membuat sebuah jarang, perangainya bisa berubah menjadi semakin galak dan mencegah ikan lain untuk mendekati sarangnnya, termasuk induk betina sekalipun.

Namun jika sarangnya sudah selesai dibuat, perangainya bisa berubah menjadi semakin lemah lembut, khususnya terhadap indukan betina. Hanya dengan bermodalkan sarang busa, indukan jantan tidak akan mengalami kesulitan untuk memikat betina yang sudah matang telur.

Baca Juga : Cara Membedakan Ikan Sepat Hias Jantan dan Betina

Telur-telur tersebut biasanya mengapung di bawah sarang busa, ini karena indukan jantan akan mengajak indukan betina untuk mengeluarkan telur di bawah sarang yang sudah dibuatnya. Telur-telur yang sudah dibuahi bisa menetas sekitar 2 sampai 3 hari setelah pembuahan. Kemudian indukan jantan akan mulai untuk merawat telur dan juga larvanya.

Larva yang baru saja menetas akan langsung mendapatkan makanan cadangan dari kuning telurnya. Sampai hari ke 7, benih ikan sepat akan memangsa plankton yang sudah tersedia karena adanya hasil pemupukan.

Dalam kolam pemijahan, telur-telur bisanya dibiarkan menetas kemudian larvanya akan tumbuh bersama indukan hingga mencapai umur 30 hari. Selanjutnya indukan bisa dipisahkan dari benih-benihnya untuk dikembalikan dalam kolam peliharaan. Sedangkan untuk benihnya dipelihara dalam sebuah kolam khusus.

Pembesaran

Budidaya Ikan Sepat SiamTahap pembesaran ikan sepat siam sudah bisa dilakukan saat benih berusia sekitar 2 bulan dan memiliki ukuran mencapai 5 sampai dengan 6 cm. Ini karena pada usia tersebut, ikan sudah mampu melindungi diri dari berbagai serangan ikan predator.

Persiapan kolam yang digunakan untuk pembesar bisa dilakukan seperti halnya dalam kolam pemijahan, yang dimana kolam harus dipupuk lebih dulu dengan tujuan untuk menumbuhkan pakan alami.

Baca Juga : 5 Jenis Ikan Sepat Hias dan Fotonya

Meskipun demikian, dalam proses pembesaran ikan siap sebenarnya tidak boleh hanya mengandalkan pakan alami. Sebab, pakan alami sudah sangat terbatas jumlahnya.
Supaya ikan sepat siam bisa tumbuh secara optimal maka ikan harus diberikan makanan tambahan dari luar kolam.

Pakan tambahan ini bisa berupa tepung (tepung daun, dedak), lemna, kangkung, pelet, dan daun singkong. Ikan yang mendapat pakan alami serta pakan tambahan maka ukurannya akan mencapai 7 sampai 9 cm setelah berusia 3 bulan.

Demikian ulasan kami tentang Budidaya Ikan Sepat Siam semoga bermanfaat untuk anda yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan sepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here