Cara Budidaya Ikan Salmon Lengkap

0
26

Cara Budidaya Ikan Salmon Lengkap

Cara Budidaya Ikan Salmon Lengkap

Cara Budidaya Ikan Salmon Lengkap – Dalam hal pembudidayaan ikan salmon, agar ikan salmon menghasilkan kualitas yang tinggi, maka induk ikan salmon dewasa betina yang akan dipilih harus mampu memproduksi telur sekitar 10.000 butir, yang akan dibuahi dan juga akan diinkubasi dalam suhu tangki khusus, yang nantinya akan dikendalikan dari hatchery air tawar. Setelah telur ikan salmon yan telah di inkubasi menetas, maka bayi pada ikan salmon akan mulai diasuh di hatchery hingga kurang lebih selama 18 bulan. Nah, Pada usia ini, ikan salmon muda kemudian akan mulai smoltify, proses alami ini berupa perubahan fisiologis yang dapat memungkinkan ikan salmon untuk hidup di air asin. Setelah proses inkubasi ini selesai, maka smolts atau ikan salmon yang berukuran sekitar kurang lebih 10 – 12 cm panjang dan memiliki berat sekitar 100g, akan mulai dipindahkan dari tempat penetasan ke dalam pena jaring apung yang berada di laut. Selama kurang lebih 18 bulan berikutnya, maka smolts tumbuh menjadi ikan salmon dewasa yang akan dipanen dengan berat sekitar kurang lebih 4.5 kg / ekor.

Perawatan Pada Ikan Salmon

Dalam hal budidaya ikan salmon, Kesejahteraan pada ikan salmon merupakan faktor utama paling penting yang menentukan praktik pengelolaan budidaya ikan salmon ini berhasil tidaknya. Karena dalam pembudidayaan ini harus berlokasi di daerah perairan yang memenuhi kriteria khusus dan tertentu (contohnya salinitas, suhu dan bahkan kedalaman airnya) yang sangat diperlukan untuk mulain perkembangbiakkan ikan salmon. Pembudidaya ikan salmon juga harus memiliki pengetahuan yang lebih detail dan juga terperinci tentang peternakan dan budidaya ikan salmon, selain itu juga harus  memperhatikan kondisi kehidupan ikan salmonnya dari hari ke hari.

Dalam budidaya ini, Dengan mendapatkan dukungan aktif dari dokter hewan dan ilmuwan, maka dapat dilakukan banyak sekali tindakan pencegahan untuk memastikan kesehatan yang baik dan prima pada ikan salmon dari mulai menetas sampai ikan salmon siap dipanen. Kesehatan salmon juga harus diperhatikan sebelum ikan salmonya mulai digunakan sebagai sumber induk petelurnya nanti. Untuk lebih lanjutnya, pembudidaya ikan salmon juga harus berusaha mencegah beberapa penyebab penyakit patogen ikan salmon ketika telah memasuki masa penetasan ikan salmonnya.

Bahkan Benih ikan salmon yang sehat yang telah dipindahkan ke keramba apung, ketika mulai ditebar kemungkinan akan mulai menghadapi serangan organisme patogen lainnya. Nah, Oleh karena itu, ikan salmon secara individualnya akan mulai disuntik dengan vaksin khusus yang berguna untuk perlindungan terhadap organisme patogen. Vaksinasi ini akan mengurangi serangan penyakit pada ikan salmon secara signifikan, yang lebih lanjutya, secara signifikan akan mulai mengurangi penggunaan antibiotik. Atau bahkan, ikan salmon hasil budidaya nantinya secara umum akan bertumbuh menjadi ikan salmon dewasa tanpa penggunaan antibiotik lagi selama hidup mereka. Dalam penggunaan antibiotik pada peternakan ikan salmon saat ini, akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan peternakan hewan lainnya di dunia ini.

Pemberian pakan pada ikan salmon

Ikan Salmon akan mulai diberikan makanan jenis padat dan bernutrisi, yaitu makanan yang berupa pelet kering yang terdiri dari beberapa produk alami lainnya. Untuk menggunakan bahan-bahan yang telah diuji tadi, untuk kualitas dan kemurniannya, maka pakan bermutu tinggi dapat memenuhi persyaratan – persyaratan diet yang tepat untuk ikan salmon pada setiap tahap – tahap siklus hidup ikan salmon. Bahan utama yang paling penting adalah:

  • Minyak ikan dan disertai protein nabati contohnya kedelai.
  • Tepung ikan – ikan

Beberapa formulasi pakan diatas, juga sudah termasuk kurang dari 30 % tepung ikan dan juga minyak, dalam hal ini, untuk memanfaatkan diet rendah lemaknya. Di beberapa jenis pakan ikan  salmon, penggunaan bahan alternatif seperti ini telah memungkinkan beberapa pengurangan 50 % dalam penggunaan tepung ikan dan minyak ikannya, tanpa harus menurunkan yang signifikan dalam jumlah asam omega 3. Dalam Budidaya ikan salmon ini menggunakan rata-rata 30 % tepung ikan dan beberapa minyak dalam pakannya. Jadi Itu berarti hanya sekitar 0,4 kg tepung ikan dan minyak yang bisa diperlukan untuk pertumbuhan sekitar 1 kg ikan salmon.

Di sisi lainnya, pakan pada ikan salmon ini juga harus bisa ditambahkan seperti vitamin esensial, mineral, atau bahkan karotenoid. Yang dimaksut Karotenoid adalah sebuah antioksidan yang sangat penting, yang dapat membantu memastikan kesehatan ikan salmon yang optimal. Karotenoid ini juga dapat memberikan warna pink / oranye khas dari ikan salmon itu sendiri. Ikan Salmon hasil budidaya dapat mengkonversi makanan menjadi lemak, otot, dan tulang secara efisien. Sementara itu kalau sapi membutuhkan sekitar kurang lebih7 kg pakan untuk setiap kg beratnya, sedangkan salmon hasil budidaya manusia, hanya membutuhkan sekitar kurang lebih  1,5 kg untuk pakannya. Dalam sebuah studi baru telah menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ikan salmon akan turun apabila kurang dari 1 kg pakan pada ikan salmon akan diberikan untuk setiap kg kenaikan berat badannya juga.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here