Cara Merawat Anak Ikan Cupang Agar Tumbuh Sehat

0
78
Anak Ikan Cupang

Cara Merawat Anak Ikan Cupang Agar Tumbuh Sehat. Sebagian besar dari Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ikan cupang. Sekarang ini ikan cupang menjadi salah satu ikan yang paling populer dan banyak digemari di kalangan pecinta ikan hias.

Hal tersebut karena ikan cupang memiliki warna yang mencolok, sisik dengan warna beragam, serta bentuk sirip yang unik dan sangat menarik. Bahkan ikan hias yang satu ini juga bisa diikut kontes.

Habitat asli ikan yang memiliki nama latin Betta sp ini adalah di beberapa negara yang berada di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, dan juga Indonesia.

Karakter ikan cupang sangat agresif dan unik sehingga jenis ikan hias yang satu ini sering dijadikan sebagai ikan adu atau fighting fish. Perawatan ikan cupang sendiri terbilang sangat mudah dan sederhana. Namun meski demikian, cara merawat anak ikan cupang dan ikan cupang dewasa tentu tidak sama.

Ikan Cupang

Nah, maka dari itu kami disini akan berbagi informasi mengenai cara merawat anak ikan cupang agar tumbuh dengan baik dan sehat. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Wadah yang Tepat untuk Perawatan Anak Ikan Cupang

Ada satu hal penting yang harus Anda ketahui tentang anak ikan cupang dan ikan cupang dewasa sebelum mempraktekkan secara langsung bagaimana cara merawat ikan cupang dengan baik sejak telur ikan menetas.

Hal penting yang harus diketahui disini adalah pengetahuan dan informasi secara lengkap tentang ikan cupang dan anak cupang. Dalam merawat anak ikan cupang sangat dibutuhkan teknik dan praktek secara telaten.

Disamping itu, Anda harus juga memahami karakteristik ikan cupang supaya nanti bisa ditempatkan dan diperlakukan secara tepat. Hal ini dikarenakan semua jenis ikan cupang memiliki karakter yang berbeda-beda.

Meskipun perawatan ikan cupang sangat mudah, tetapi Anda harus selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan kolam yang ingin dijadikan tempat untuk merawat anak ikan cupang.

Ikan cupang sendiri diketahui memiliki kemampuan bertahan hidup yang cukup baik pada daerah-daerah yang tidak begitu layak. Akan tetapi, ikan cupang juga sangat rentang mengalami stress jika ditempatkan dalam sebuah wadah atau kolam yang berisi banyak cupang. Apalagi jika ditempatkan dalam sebuah wadah dengan ikan rivalnya.

Kolam atau wadah dengan ukuran kecil, infeksi bakeri, dan daerah hidup yang sangat kurang nutrisi pastinya bisa menghambat pertumbuhan ikan. Terlebih untuk anak ikan cupang yang masih belum memiliki kemampuan bertahan hidup yang cukup baik seperti halnya ikan cupang dewasa.

Seorang profesor yang berasal dari fakultas kedokteran hewan di Univ Ghent Belgia, yaitu Christel Moons dalam makalahnya menyebutkan bahwa saat membudidayakan ikan cupang sangat penting sekali untuk membuat sebuah wadah kolam.

Tujuannya tak lain adalah supaya anak cupang atau ikan cupang bisa hidup dengan nyaman bersama ikan cupang yang lainnya.

Berbagai macam penelitian dan uji coba yang telah dilakukan oleh Dr. Christel Moons terhadap ikan hias cupang membuktikan bahwa ternyata ikan hias ini bisa merasakan sakit. Bahkan ikan ini juga merasa tidak bahagia ketika sedang berhadapan dengan sesuatu yang sangat mengusiknya.

Menurutnya, anak ikan cupang atau ikan cupang sama dengan makhluk hidup lainnya. Mereka bisa mengalami stress dan tidak bahagia. Maka dari itu, jika Anda berniat untuk memeliharan ikan cupang, maka Anda harus menempatkan ikan ini dalam sebuah wadah yang tepat.

Sebuah kolam atau wadah dengan ukuran yang sesuai tentu bisa memudahkan Anda dalam merawat anak ikan cupang. Sehingga anak ikan cupang nantinya bisa tumbuh dengan sehat dan lebih kuat.

Anakan Ikan Cupang

Merawat Anak Ikan Cupang Agar Tumbuh Sehat

Dalam melakukan budidaya ikan cupang, proses merawat anak ikan cupang bisa dibilang jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan perawatan ikan cupang dewasa. Anak ikan cupang memang sangat rentan dan membutuhkan perawatan yang baik.

Dari ratusan atau bahkan ribuan telur ikan cupang yang berhasil menetas, biasanya hanya ada beberapa saja yang mampu bertahan hidup.

Baca Juga : Tips Melatih Ikan Cupang

Bagi kalangan pecinta ikan hias cupang, proses seperti ini akan menyita banyak waktu dan perhatian. Ini karena anak-anak ikan cupang yang sudah berhasil menetas harus diberikan perawatan secara telaten.

Oleh karena itu, Anda harus paham bagaimana cara merawat anak-anak ikan cupang tersebut agar bertahan menjadi ikan dewasa. Jika Anda masih bingung bagaimana caranya, mari langsung saja simak langkah-langkah berikut ini.

1. Jangan Pisahkan Indukan Jantan

Perlu Anda ketahui bahwa telur ikan cupang sudah bisa menetas dalam waktu 48 jam. Setelah semua telur berhasil menetas, anak ikan cupang tersebut masih belum bisa berenang. Jika diperhatikan dengan baik, mereka hanya nampak mengapung dan mengambang di permukaan air.

Dalam fase seperti ini, anak-anak ikan cupang masih membutuhkan indukan jantan. Indukan jantan nantinya akan membimbing anak-anak cupang supaya tetap berada pada permukaan air.

Apabila ada anak ikan cupang yang tidak sengaja tenggelam, maka indukan jantang tersebut akan langsung membawanya kembali ke permukaan.

Maka dari itu, jika telur sudah berhasil menetas jangan sampai Anda pisahkan anak-anak ikan cupang dengan indukan jantan hingga anak-anak cupang tersebut sudah bisa berenang tanpa perlu bantuan dari indukan jantan.

2. Beri Pakan Telur Rebus

Ikan ikan cupang yang baru saja menetas tidak perlu Anda berikan pakan, ini karena anakan tersebut masih memiliki cadangan makanan yang berasal dari telurnya. Jika sudah memasuki hari kedua setelah menetas baru bisa diberikan makan.

Menurut para pecinta ikan hias cupang, pakan yang sesuai untuk diberikan pada anak ikan cupang adalah kuning rebus. Usahakan untuk memberi pakan secukupnya dan jangan berlebihan. Sebab jika telur rebus tidak bisa habis justru bisa menjadi busuk sehingga akan membuat anak ikan mati.

Pakan anak ikan cupang dengan menggunakan telur rebus hanya boleh dilakukan satu kali. Pada pemberian pakan berikutnya, anak cupang bisa Anda berikan jenis pakan yang lainnya. Anda juga bisa memanfaatkan air rendaman daun ketapang untuk diberikan pada anak ikan cupang.

Baca Juga : Jenis Ikan Cupang

Air rendaman daun ketapang akan sangat baik jika dijadikan sebagai pakan untuk anak ikan cupang. Sebab, dalam air rendaman tersebut ada banyak plankton yang memiliki ukuran sangat kecil sehingga cocok untuk pakan anak ikan. Disini Anda juga harus menggunakan air rendaman daun ketapang dalam jumlah secukupnya.

Ketikan anak ikan cupang sudah memasuki usia dua minggu, anak ikan tersebut juga bisa Anda berikan jenis pakan lain. Salah satu jenis pakan yang umumnya dipilih adalah kutu air atau microworm.

Burayak Ikan Cupang

Kutu air yang digunakan sebagai pakan anak ikan cupang jumlahnya juga harus sedikit. Untuk pemberian pakannya bisa pada dua minggu pertama.

Untuk pemberian pakan selanjutnya bisa Anda tambahkan kuantitas kutu airnya. Bahkan para pembudidaya ikan cupang lainnya juga ada yang menciptakan pakan sendiri. Pakan ikan yang dibuat sendiri biasa disebut dengan vinegar eel.

Pakan yang dibuat sendiri adalah pakan alternatif pengganti kutu air yang sangat susah untuk didapatkan. Vinegar eel biasanya dijual dengan harga sekitar 10.000 untuk per botolnya. Pakan ikan yang dibuat sendiri ini diklaim jauh lebih hemat karena bisa digunakan sebagai pakan ikan hingga berminggu-minggu lamanya.

Bahkan hasil anak ikan cupang yang telah diberikan pakan vinegar eel akan semakin meningkat hingga 80% jika dibandingkan dengan jenis pakan yang lainnya. Para pembudidaya ikan cupang juga banyak yang memanfaatkan artemia sebagai pakan untuk ikan yang usianya satu minggu.

Artemia sendiri merupakan sejenis udang yang memiliki ukuran sangat kecil. Artemia bisa ditemukan dengan mudah di daerah pesisir yang memiliki kadar garam tinggi.

3. Pergantian Air Secara Rutin

Sejak telur berhasil menetas menjadi anak ikan cupang maka air tidak perlu dilakukan pergantian. Bahkan tidak perlu Anda ganti dalam kurun waktu 2 minggu lebih.

Setelah 2 minggu pun tidak perlu diganti airnya secara menyeluruh. Cukup Anda ganti airnya sebanyak 50% dari keseluruhan air dalam wadah atau kolam.

Selain itu, juga sudah bisa dipindahkan ke dalam kolam yang ukurannya jauh lebih besar setelah anak ikan cupang berumur sekitar 5 minggu. Kebutuhan pakan anak ikan tentu akan semakin bertambah sering dengan semakin besarnya anak-anak ikan tersebut.

Nah, karena sering diberikan pakan, maka tak jarang air dalam kolam akan semakin cepat kotor. Sehingga disini penting sekali untuk melakukan pergantian air kolam secara rutin supaya anak ikan cupang tumbuh dengan sehat.

Organ labirin ikan hias cupang akan mulai terbentuk dalam jangka waktu 4 sampai 6 minggu. Organ labirin ikan cupang yang telah bergerak akan nampak dari keaktifan anak-anak ikan yang bergerak ke atas permukaan air untuk mengambil nafas. Hal ini juga membuat air lebih cepat kotor sehingga harus sering dibersihkan.

4. Menjalankan Teknik Siphon dan Menambahkan Tanaman Air

Ketika anak ikan cupang mulai memasuki usia 4 minggu, naluri bertarung ikan hias yang satu ini akan mulai muncul. Pada usia ini anak ikan cupang lebih baik ditempatkan dalam kolam atau wadah terpisah. Tujuannya tak lain supaya anak cupang tidak berkelahi atau saling melukai satu sama lain.

Anda juga bisa menambahkan tanaman air (hidrilia) serta menggunakan tali rafia ke dalam kolam cupang. Disini tanaman air dan tali rafia memiliki fungsi untuk mencegah supaya anak ikan cupang tidak bertemu dengan anak ikan cupang yang lainnya.

Dengan demikian perkelahian antar anak ikan cupang bisa terhindarkan sehingga akan jauh lebih aman. Selain itu, jangan lupa juga untuk melakukan proses siphon. Proses shipon adalah menyedot kotoran ikan cupang dengan mudah yang kemudian dikeluarkan melalui selang. Jadi kolam budidaya akan selalu dalam keadaan bersih dan ikan bisa tumbuh dengan sehat.

Nah, itulah informasi dari yang dapat kami sampaikan tentang bagaimana cara merawat anak ikan cupang yang bisa Anda praktekkan sendiri di rumah. Perawatan anak ikan cupang memang membutuhkan perhatian secara ekstra, tetapi akan sangat mudah dilakukan jika Anda benar-benar rutin dan tlaten. Selamat Mencoba.

Follow Instagram Zona Ikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here