Ciri-Ciri dan Pengobatan Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi

0
79
Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi

Zonaikan.com – Ciri-Ciri dan Pengobatan Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi, Penyakit Dropsy atau gembur merupakan salah satu jenis penyakit yang biasa menyerang ikan koi. Penyakit ini biasa dikenali dari bagian pada sisik ikan koi, yang dimana mulai tanggal dari tubuh ikan.

Ikan koi yang sudah terserang penyakit gembur atau dropsy ini akan mengalami kesulitan untuk berenang dan bernafas. Bahkan lebih parahnya lagi, perut ikan juga bisa membengkak karena penyakit tersebut.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa kata Dropsi berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu Ydropesie. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, kata tersebut disingkat menjadi Dropsy.

Namun meski begitu, ada juga yang menduga bahwa kata tersebut berasal dari singkatan bahasa Latin hydropisis, atau merupakan modifikasi dari kata Yunani.

Sebenarnya Dropsy ini adalah hydrops yang berasal dari hydor, yang dimana rangkaian kata tersebut telah mengerucut menjadi suatu arti kata yang bermakna sebuah gejala penyakit didalam air, kemudian diadaptasi untuk menunjukkan gejala penyakit ikan koi karena adanya akumulasi cairan yang berada didalam rongga perut ikan.

Awal mula gejala penyakit dropsy pada ikan koi ini ditandai dengan adanya pembengkakan pada rongga didalam tubuh. Jika dilihat secara sekilas ikan koi akan terlihat seperti sedang hamil padahal kenyataannya koi tersebut tidak sedang hamil atau bahkan berjenis kelamin jantan.

Pembengkakan tersebut semakin lama akan membuat bagian pada sirip ikan koi menjadi berdiri sehingga akan terlihat persis seperti buah pinus.

Pembengkakan pada ikan koi dikarenakan adanya suatu aktivitas akumulasinya cairan. Selain itu, pembengkakan juga bisa terjadi karena lendiri yang lendiri yang berada ddalam rongga tubuh ikan.

Gejala seperti ini umumnya disertai dengan gangguan sistem pernapasan, ikan menjadi malas bergerak, dan bahkan bagian warna kulit ikan koi tersebut akan mengalami perubahan menjadi pucat kemerahan.

Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi

Penyebab Penyakit Dropsy pada Ikan Koi

Penyebab penyakit yang satu ini sangat sulit untuk diketahui, namun para penghobi berasumsi bahwa penyebab penyakit dropsy adalah infeksi pada bakteri (myo bakteri, aeromonas, atau bahkan bisa juga dikarenakan adanya sebuah parasit seperti Hexamita) dan virus yang telah terjadi secara bersamaan.

Disamping itu, penyebab penyakit ini juga bisa dikarenakan terjadinya reaksi dari infeksi ginjal. Kondisi air didalam kolam budidaya yang kurang bagus (seperti misalnya karena terjadinya akumulasi serta tercampurnya nitrogen) maka secara tidak langsung akan memicu terjadinya gejala penyakit dropsy.

Kondisi air dalam kolam yang sangat buruk maka bisa terjadi adanya akumulasi antara zat sisa serta air dalam kolam budidaya, atau bahkan juga berasal dari nitrogen, maka nantinya akan menjadi pemicu timbulnya penyakit dropsy yang menyerang ikan koi.

Ikan hias koi yang sudah terinfeksi penyakit dropsy nantinya akan menahan semua cairan yang ada di dalam tubuh sehingga nantinya akan berdampak pada sistem peredaran di dalam darah.

Penyakit yang satu ini bisa memberikan dampak yang sangat buruk bagi ikan koi. Bahkan dalam beberapa kasus yang cukup berat, jenis penyakit berbahaya ini bisa membuat ikan koi budidaya mati.

Perawatan dan Pengobatan Ikan Koi yang Terkena Dropsy

Apabila ikan hias koi yang Anda budidaya sudah terinfeksi penyakit dropsy maka harus di karantina dan dipisahkan dari ikan koi yang masih sehat. Setelah dipisahkan maka kolam budidaya harus dibersihkan dengan cara menambahkan garam. Selain menambahkan garam, Anda juga bisa mencoba dengan menggunakan teknik atau cara perawatan yang lainnya.

Perendaman yang dilakukan secara berulang-ulang yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama dengan menambahkan antibiotik dan cairan asam anti bakteri yang dilakukan pada beberapa kasus ternyata sangat efektif.

Meskipun demikian, jika ikan hias koi tidak memberikan respon sama sekali maka Anda bisa mencoba pengobatan lainnya. Pengobatan lain yang bisa Anda coba adalah memberikan obat dengan mencampurkan langsung dengan pakan.

Adapun contoh obat yang bisa Anda coba adalah Oxytetracycline atau Chloramphenicol. Obat ini bisa Anda berikan dengan dosis kurang lebih sekitar 55 mg per kg atau setara dengan berat ikan selama sehari.

Lakukan selama sekitar 10 hari atau bisa juga dengan menggunakan antibiotik seperti sulphamerazine dengan dosis kurang lebih 265 mg per kg atau setara dengan berat bada ikan hias koi selama 3 hari.

Penyakit Dropsy Di Ikan Koi

5 Cara Pengobatan Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi 

Selain menggunakan cara diatas, Anda juga bisa melakukan cara lainnya, seperti:

1. Isi Aquarium dengan Air Bersih

Mengisi akuarium dengan menggunakan air bersih. Air yang digunakan untuk budidaya koi harus mempunyai suhu yang sama seperti air yang berada dalam akuarium. Hal ini penting dilakukan supaya koi nantinya bisa beradaptasi secara lebih mudah pada lingkungan yang baru.

2. Naikkan Suhu Air Akuarium Perlahan

Menaikan suhu air dalam akuarium secara perlahan. Suhu air yang paling ideal untuk budidaya koi yaitu yang tidak mengidap nitrogen. Anda harus pastikan bahwa suhu pada air dalam akuarium atau kolam budidaya koi adalah 27 derajat celcius.

Disini Anda juga harus bisa mengatur temperatur air kolam yang jauh lebih tinggi. Dengan demikian maka nantinya akan mampu mencegah perkembangbiakan bakteri secara efektif.

  • Menaikkan suhu dalam akuarium atau kolam setidaknya 3 derajat untuk setiap jamnya sehingga suhu yang ada di ruangan akan mencapai 27 derajat celcius.
  • Usahakan untuk menggunakan penghangat akuarium atau yang biasa dengan heater (pengatur suhu). Ini sangat berguna karena Anda nantinya mampu mengendalikan kenaikan temperatur air yang ada dalam kolam.

3. Tambahkan Garam Epsom

Menambahkan garam epsom. Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh ikan koi, yang dimana memiliki fungsi untuk dapat menjaga keseimbangan antar kadar garam dalam tubuh koi agar selalu sesuai saat berada di dalam air.

Pada saat terjadi kegagalan ginjal, garam nantinya akan semakin menumpuk dalam tubuh koi. Maka dari itu, penting sekali untuk selalu menjaga kestabilan ikan koi agar terjamin.

Disini Anda bisa meningkatkan tingkat salinitas dalam kolam atau akuarium. Dengan demikian maka sistem kekebalan tubuh ikan koi nantinya akan lebih baik.

  • Menambahkan 1 sendok teh garam untuk kurang lebih 3,8 liter air.
  • Hindari untuk menambahkan garam dalam kadar yang terlalu banyak. Sebab, tingkat salinitas yang sangat tingi akan membuat ginjal koi bekerja dengan terlalu keras.

4. Ganti Air Akuarium atau Kolam Secara Rutin

Mengganti air dalam akuarium / kolam secara rutin. Mengganti air secara rutin disini bisa membuat kolam agar selalu dalam keadaan bersih sehingga koi akan jauh dari penyakit. Disamping itu, mengganti air secara rutin juga bisa membuat ikan koi pulih dengan cepat apabila terjangkit penyakit.

Namun meski demikian, pergantian air harus dilakukan secara berkala supaya ikan koi yang terjangkit penyakit bisa pulih dengan cepat.

  • Usahakan untuk mengganti air dalam kolam atau akuarium secara rutin atau setidaknya 3 hari sekali.
  • Jangan lupa untuk menambahkan suhu air dalam kolam secara bertahap. Tambahkan juga garam dalam jumlah yang ditentukan ke dalam air yang baru.

5. Tanggap Sigap Tentang Jenis Infeksi Bakteri

Menangani dengan tanggap serta memahami berbagai jenis infeksi bakteri. Perlu diketahui bahwa ada 2 jenis pengobatan antibiotik yang bisa digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang menyerang ikan koi, yaitu Kanamycin dan Kanaplex.

Setiap jenis antibiotik tentunya memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk membunuh bakteri. Anda bisa mencoba salah satu jenis antibiotik tersebut kemudian lihat bagaimana kemajuannya. Jika misalnya jenis antibiotik yang Anda gunakan tidak berhasil maka Anda bisa mencoba antibiotik yang lain.

  • Menambahkan sekitar 36 miligram Kanaplex dalam setiap 3,8 liter air, kemudian tuangkan dalam kolam atau akuarium yang digunakan untuk budidaya. Anda bisa mengulangi terus langkah ini setidaknya selama 7 hari.
  • Perhatikan pula apakah ikan koi yang terjangkit penyakit sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Biasanya tanda-tanda kesembuhan yang nampak ditandai dengan perut yang sudah tidak terlalu menggelembung, nafsu makan ikan koi semakin meningkat, dan aktivitas berenang ikan koi juga sudah lebih tinggi dari sebelumnya atau membaik.

Namun jika masih belum nampak perubahan sama sekali maka Anda tidak perlu khawatir lagi karena masih ada cara yang bisa Anda coba. Adapun cara lain yang bisa Anda coba disini adalah dengan menggunakan kanamycin yang sudah pasti sangat efektif.

Baca Juga :Cara Merawat Ikan Koi Dewasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here