Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Kolam Ikan Koi

0
91

Zonaikan.com – Memiliki rona yang cantik, menciptakan ikan koi terkenal pada kalangan pencintannya. Tidak hanya itu, pada feng shui, merawat ikan koi dianggap mampu mendatangkan keberuntungan ke pada tempat tinggal.

Namun, tidak seperti ikan pada umumnya yang mampu hidup pada akuarium dangkal, ikan koi wajib diletakkan pada kolam spesifik yang mempunyai kedalaman sebagai akibatnya mampu berkembang biak dengan sehat.

Kolam ikan koi lebih dari sekadar lubang sederhana yang bisa menampung ikan. Namun, mempunyai sejarah yang sangat panjang semenjak beberapa abad yang lalu pada Asia.
Ikan koi adalah keturunan dari Common Carp (Cyprinus carpio), yang disimpan di Asia sebagai sumber makanan selama berabad-abad. Selama beberapa generasi, mutasi rona alami dicatat dan ikan-ikan itu disisihkan pada kolam spesifik.

Generasi yang tidak terhitung jumlahnya dari pembiakan selektif dan akhirnya menghasilkan koi yang saat ini sering ditemui. Koi masa kini memiliki lusinan varietas atau ras yang berbeda, termasuk doitsu, varietas koi tanpa sisik dan koi sirip panjang atau kupu-kupu, dengan sirip panjang dan lipatan hidung yang kusut.

Koi bisa menjadi fauna peliharaan yang sangat berharga. Koi termahal yang pernah dijual dalam 2020 seharga US$1,8 juta atau kurang lebih Rp25 miliar.
Tertarik menciptakan kolam ikan koi sendiri? Berikut ini hal-hal yang wajib diperhatikan.

Fitur Umum Kolam Koi

Fitur Umum Kolam KoiAlih-alih sebuah lubang di tanah yang berisi beberapa ikan, kolam koi merupakan tempat tinggal yang mudah dan elegan buat ikan koi dengan aneka macam berukuran dan rona. Untuk kesehatan terbaik, disarankan kolam koi mempunyai kedalaman satu sampai 1,lima meter.
Selain kolam utama, seluruh kolam koi membutuhkan penyaringan yang efisien. Ini merupakan kombinasi dari komponen filtrasi mekanis, biologis dan lainnya.

Jenis penyaringan ini meliputi:

Filtrasi Mekanis

Filtrasi MekanisTahapan ini menghilangkan partikulat dari air, yang bisa menyumbat filtrasi biologis bila tidak ditangani. Ini mungkin termasuk keranjang skimmer (yang bermanfaat supaya daun besar dan kotoran tidak masuk ke saluran air kolam), tangki pengendapan, filter saringan atau filter drum.

Filtrasi Biologis

Filtrasi BiologisKomponen ini menampung bakteri menguntungkan yang menjalankan daur nitrogen. Pilihan filtrasi biologis lainnya misalnya kerikil, batu lava, bakki shower, anyaman, tali pengikat siklus ulang atau bahan berpori dan non-degradasi lainnya.
Berhati-hatilah supaya tidak terlalu membersihkan komponen ini dengan air berklorin, air panas atau mesin cuci bertekanan.

Filtrasi Lainnya

Filtrasi LainnyaKebanyakan kolam koi wajib menyertakan filter UV. Filter ini berisi bohlam UV yang berada pada dalam wadah buram. Ini dipakai buat menghilangkan alga dan partikulat biologis lainnya. Lampu ini wajib menyala dan diganti setiap tahun.
Pemilihan lokasi pembuatan kolam koi menghipnotis kesehatan koi
Bukan hanya desain kolam ikan pada tempat tinggal saja hal yang perlu diperhatikan, lihat juga apa kolam tadi akan dibentuk pada pada atau luar ruangan, karena hal ini mempengaruhi sinar matahari yang akan diterima oleh si ikan hias tadi.

Kolam koi usahakan menerima sinar mataharu yang relatif. Tidak terlalu panas, akan tetapi tidak juga terlalu lembab dan tidak terkena cahaya matahari. Pencahayaan yang baik dalam kolam koi memicu perkembangan aporisma dari koi peliharaanmu.
Tapi, imbas sampingnya adalah pertumbuhan ganggang atau lumut juga akan pesat sehingga tidak heran jika air kolam cepat berwarna hijau. Kolam koi di dalam ruangan pun wajib diupayakan buat terkena sinar matahari yang relatif.

Koi membutuhkan hangatnya sinar matahari minimal 3 jam per hari. Kekurangan cahaya matahari bisa membuat rona dalam tubuh koi memudar. Maka dari itu, ciptakan kolam yang relatif terang.
Jika kolam ikan berada pada pada ruangan, maka Anda bisa menyinarinya menggunakan lampu pijar menjadi pengganti sinar matahari.

Perancangan sistem filtrasi kolam koi

Perancangan sistem filtrasi kolam koiTujuan menurut sistem filtrasi kolam koi adalah mengupayakan supaya oksigen pada air kolam berada pada jumlah yang relatif buat kehidupan koi, lantaran oksigen sangat diharapkan buat proses pencernaan koi.

Baca Juga : 20 Jenis Ikan Koi Terfavorit dan Tercantik

Sedangkan hasil dari pencernaan koi akan menghasilkan kotoran yang mengandung amonia dan bersifat racun bagi tubuh koi. Maka, sistem filtrasi selain untuk menghasilkan oksigen terus-menerus bagi koi, juga untuk membuang zat amonia yang asal dari pencernaan koi.

Terdapat dua jenis filter yang mampu Anda pilih buat diterapkan dalam kolam koi, yaitu filter mekanik dan filter biologis. Filter mekanik bekerja menggunakan cara mengalirkan air ke wadah yang di dalamnya masih ada media penyaring misalnya serbut, kerikil, pasir, saringan sieve, jap-matt, busa atau foam, kapas atau bahan sikat.

Filter biologis bekerja melalui makhluk hidup lain yang menguraikan kotoran dalam kolam koi. Makhluk hidup yang bisa dipakai menjadi media filter ini berupa tumbuhan eceng gondok atau tumbuhan filter lain, misalnya melati air, tifa, payung-payungan dan tanaman air daun kupu-kupu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here