Heboh Ikan Bertuliskan Ambon Dan Maluku

0
166

Heboh Ikan Bertuliskan Ambon Dan Maluku

Heboh Ikan Bertuliskan Ambon Dan Maluku – Nathik warga Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual, di Kabupaten Seram Bagian Barat membuat heboh masyarakat setempat dengan berhasil menemukan ikan yang memiliki ciri khas unik di tubuhnya pada hari Senin, 21 Oktober 2019 yang lalu.

Ikan ini dikenal dengan sebutan ratu bodo oleh masyarakat setempat. Ikan di temukan oleh Nathik yang sehari ya bekerja sebagai seorang nelayan. Ikan tersebut masuk perangkat jaring di laut kapal nelayan yang dimiliki olehNathik dan teman – temannya.

Yang membuat heboh dapat tulisan yang terlihat jelas pada tubuh ikan itu. Tulisan itu berupa huruf acak A-M-B-O-N, dan sebagian orang geger karena beranggapan bahwa ikan tersebut seolah – olah mengukir kata “AMBON”.

Heboh Ikan Bertuliskan Ambon Dan Maluku

Penemuan ikan ini langsung mendapatkan respon dari masyarakat Dusun Tanah Goyang dan sekitarnya. Sejumlah warga terus bergmdatangan untuk memastikan keberadaan ikan tersebut. Bahkan sampai siang ini masyarakat terus saja datang untuk melihat dari dekat keunikan ikan tersebut.

Keanehan yang lain di tunjukkan dari ikan tersebut yang bisa melompat ke atas kapal. Padahal jenis ikan itu adalah ikan karang. Yang tidak biasa melompat.

Warga mulai resah dengan penemuan ini. Karena banyak yang mengaitkan penemuan ikan ini dengan kejadian alam yaitu musibah gempa yang baru saja terjadi belakangan ini di daerah Ambon, Maluku. Mereka kini hanya berupaya untuk berdoa agar kejadian alam tidak terjadi dan tidak ada kaitannya dengan ikan ini.

Pada artikel lain seperti yang di tuliskan di Kompas.com, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau  LIPI kota Ambon turut menyampaikan pendapatnya terkait hal ini.

Nugroho Dwi Hananto yang merupakan Kepala LIPI Ambon menyampaikan pendapatnya bahwa tulisan pada tubuh ikan itu kemungkinan efek dari plastik atau kertas yang menempel pada kulit ikan.

“Mungkin di ikan ini ada kena plastik atau koran yang tintanya menempel di kulit ikan Itu,” kata Nugroho saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Kulit ikan tersebut bisa saja menyerap tinta dari bekas plastik atau kertas yang di buang di laut. Sehingga muncul huruf yang ter acak dan terbalik sehingga masyarakat beranggapan bahwa tulisan tersebut membentuk kata Ambon.

Bahkan kepala LIPI ini memberikan gambaranseperti halnya koran bekas yang terkena air, dan kemudian koran tersebut menempel di tangan kita maka akan terlihat tulisan di koran itu berpindah ke tangan kita.

Nugroho berpesan agar hal ini tidak dikait – kaitan dengan akan ada sebuah pertanda terjadinya bencana alam di Maluku. .

“Jadi jangan dikaitkan tulisannya dari alam lain sebagai peringatan akan ada bencana,” ujar Nugroho.

Peristiwa ini berbarengan dengan fenomena Laut lainnya yang menggemparkan di Maluku adalah adanya ratusan ikan yang tiba-tiba mati. Hal ini terjadi di Desa Lelingulan, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Fenomena alam ini menggegerkan dan sempat membuat warga setempat resah. Karena mereka menemukan ratusan ikan dan berbagai biota laut yang mati terdapat di pantai desa tersebut.

Kejadian yang terjadi di tengah situasi Maluku yang terus dilanda gempa susulan itu membuat warga di wilayah tersebut menjadi resah. Warga tak henti – henti ya menghubungkan fenomena ini dengan gempa yang sering terjadi di Maluku belakangan ini.

Di kutip dari Kompas.com, Herman Barutresia, salah seorang warga Tanimbar Utara yang dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (13/10/2019) mengaku, sejak ikan-ikan dan biota laut itu ditemukan mati terdampar, warga mulai dihantui rasa khawatir.

Warga telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Maluku agar dilakukan penilitian khusus oleh LIPI agar isu yang beredar bahwa kejadian ini adalah tanda kejadian alam bisa di jelaskan secara ilmiah. Sehingga fenomena ini tidak akan membuat warga resah kembali.

Dan LIPI telah mengeluarkan hasil penilitian tersebut dan memastikan bahwa ribuan ikan yang mati di berbagai pantai di Pulau Ambon tidak ada kaitannya dengan ledakan bawah laut karena aktivitas bom ikan ataupun aktivitas vulkanik. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Kepala LIPI Ambon, Nugroho Dwi Hananto.

Heboh Ikan Bertuliskan Ambon Dan Maluku

Beliau mengatakan sebelum melakukan penilitian anggota LIPI Sempat mengeluarkan beberapa hipotesa faktor yang bisa menjadi penyebab fenomena ratusan ikan dan biota laut mati mendadak di Pulau Ambon ini. Beberapa hipotesa tersebut :

  1. Adanya ledakan yang terjadi di bawah laut.
  2. Adanya bom ikan yang ilegal yang digunakan oleh nelayan.
  3. Tercemar racun yang menyebar di laut.
  4. Karena limbah pembuangan minyak kapal.
  5. Adanya perubahan suhu di dasar laut.

sampai saat ini Nugroho memastikan bahwa dugaan ikan yang mati di Maluku yang di duga karena adanya dugaan ledakan di bawah laut belum menunjukan penjelasan secara ilmiah. Karena setelah dilakukan penilitian dan uji laboratorium tidak ada penemuan adanya kandungan  belerang didalamnya.

Karena jika memang ada getaran bawah laut, harusnya akan ada kandungan belerang yang menyebar dan bisa jadi mencemari ikan-ikan tersebut. Tetapi kenyataannya LIPI belum menemukan itu pada penilitiannya.

Nugroho berpendapat, “Memang kalau di darat kita bisa melihat ada aktivitas geotermal atau panas bumi karena belerang dan sebagainya cuma kita belum bisa lihat buktinya. Boleh jadi nanti kalau kita punya peralatan itu yang lebih canggih kita bisa berikan hasil yang komprehensif.” dikutip dari Kompas.com

Dan dengan demikian beliau bisa menyimpulkan bahwa adanya statement kematian ikan dan biota laut yang disebabkan ledakan dibawah laut karena aktivitas bom ikan ataupun aktivitas vulkanik dengan sendirinya akan gugur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here