Ikan Wader Mengenal Ciri Ciri Habitat dan Klasifikasinya

0
68
Ikan Wader Barb Jerdon

Zonaikan.com – Ikan dokun/seluang/wader merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang bisa dipelihara di dalam akuarium. Ikan hias yang memiliki nama latin Puntius Lasteriga ini juga biasa disebut dengan Kapiau.

Ikan dokun ini sudah menyebar luas di peraian sungai yang berada di kawasan Muangthai dan semenanjung Malaya (Malaysia). Sementara di Indonesia sendiri ikan hiasa ini banyak dijumpai di perairan sungai di Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

Klasifikasi Ikan Dokun, Wader, atau Seluang

ikan dokunBerikut ini adalah klasifikasi ikan dokun menurut Valenciennes (1842):

Habitat Ikan Dokun, Wader, atau Seluang

Di alam bebas, ikan dokun biasanya hidup di sungai-sungai kecil, terutama di sungai yang memiliki air jernih dan berbatu-batu di dasarnya. Namun ikan ini juga banyak dijumpai di bawah jeram. Dokun biasanya memangsa cacing, serangga air, krustasea (udang dan ketam) dan bagian-bagian dari tumbuhan di sungai.

Ikan dokun sudah menyebar luas di pulau Jawa, Sumatera, dan berbagai pulau yang berada di sekitarnya (Bangka, Belitung, Singkep), Thailand, Semenanjung Malaya. Ikan ini bahkan juga menyebar di Kalimantan.

Fisiologi Ikan Dokun, Wader, atau Seluang

ciri waderFisiologi ikan dokun meliputi proses osmoregulasi, sistem reparasi, sistem sirkulasi, bioenergetik dan metabolisme, sistem pencernaan, berbagai organ sensor, sistem endokrin, sistem saraf, dan sistem reproduksi (Fujaya, 1999) Stickney (1979) menyebutkan bahwa salah satu penyesuaian ikan dokun pada lingkungan adalah mengatur keseimbangan antara air dan garam di dalam jaringan tubuhnya.

Sebab, sebagian besar hewan vertebrata air memiliki kandungan gram dengan konsentrasi yang tidak sama dengan media lingkungannya. Ikan harus bisa mengatur tekanan osmotiknya untuk dapat menjaga keseimbangan dalam cairan tubuhnya setiap waktu.

Morfologi Ikan Dokun, Wader, atau Seluang

Ikan ini memiliki ukuran tubuh kecil sampai sedang, panjang tubuh secara menyeluruh bisa mencapai hingga 20 cm. Ciri khusus ikan ini ditandai dengan adanya dua pita (gelap) vertikal pada pertengahan tubuh bagian depan, dan juga garis memanjang atau horizontal pada bagian belakang.

Pada bagian atas pangkal sirip dubur nampak ada bercak kecil dengan warna hitam, yang terkadang warnanya terlihat samar. Sama halnya dengan warna hitam yang ada di bagian ujung sirip dubur. Pola warna tersebut sangat beragam menurut wilayah sebarannya dan usia ikan.

Jari-jari lemah yang ada pada bagian sirip punggung (dorsal) sebanyak 8 buah, pada bagian sirip perut (ventral) 8 buah, pada sirip dubur (anal) 5 buah, dan juga pada sirip dada (pectoral) sekitar 14 sampai 16 buah.

Sisik-sisik yang ada pada muka sirip punggung (predosal scales) sekitar 7 sampai 8 buah, sisik pada bagian gurat sisi (linea lateralis) 22 sampai 24 buah, sisik-sisik yang melingkari bagian batang ekor (peduncle atau circumpeduncular scales) sekitar 12 buah.

Ciri-Ciri Ikan Dokun, Wade, atau Seluang

ciri waderIkan dokun adalah ikan hias yang sudah banyak diperdagangkan secara komersial antar negara. Di Indonesia sendiri, ikan dokun banyak dijadikan sebagai ikan konsumsi. Hal ini karena ikan dokun atau ikan wader ini memiliki rasa yang sangat gurih dan istimewa.

Dokun yang memiliki ukuran kecil bersifat toleran dan bisa dipelihara dalam sebuah akuarium bersama dengan jenis-jenis ikan hias lainnya. Jika ukurannya sudah mencapai 6 cm, ikan ini akan menjadi sangat agresif, sehingga tidak bisa lagi dipelihara bersama dengan ikan-ikan hias yang memiliki ukuran kecil.

Akuarium yang digunakan untuk memelihara ikan dokun harus diberi dasar yang bisa berupa pasir halus dan ditambah dengan beberapa jenis tanaman air. Ikan dokun bisa memijah di dalam akuarium.

Maka dari itu, pasangan yang sudah siap memijah harus ditempatkan di dalam sebuah akuarium khusus yang ditambah dengan tanaman air untuk dijadikan sebagai tempat memijah. Proses pemijahan sendiri bisa berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam, kemudian telur-telur ikan akan mulai meneteas setelah dua atau tiga hari.

Reproduksi Ikan Dokun, Wader, atau Seluang

reproduksi ikan dokunCara untuk mengembangbiakkan ikan dokun sebenarnya sangat mudah. Hal ini karena ikan dokun bisa berkembang biak dengan cepat dan mudah melakukan adaptasi dengan daerah baru yang berada di luar habitatnya. Bahkan ikan ini juga mudah diternakkan di dalam akuarium asalkan memenuhi syarat.

Adapun hal penting yang harus diperhatikan saat mengembangbiakkan ikan dokun adalah menyiapkan akuarium yang digunakan khusus untuk pemijahan, jangan sampai dicampur dengan berbagai jenis ikan hias yang lainnya.

Untuk masalah ukuran akuarium bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Akuarium harus dilengkapi dengan rerumputan air. Hal ini bertujuan supaya telur-telur yang dihasilkan oleh ikan dokun nantinya bisa dilekatkan langsung pada rerumputan tersebut.

Indukan jantan atau betina yang ingin digunakan harus sudah matang telur atau siap untuk memijah. Ikan dokun yang memiliki ukuran kurang lebih sekitar 7 cm dapat dijadikan sebagai indukan. Selanjutnya sepasang induk bisa dimasukkan langsung dalam akuarium yang sudah disiapkan tadi.

Selang beberapa waktu, pasangan tersebut akan menunjukkan bahwa pemijahan akan segera dilakukan. Hal ini ditandai dengan ikan jantan yang mulai mengejar betina. Namun pengejaran ini tujuannya bukan untuk menyerang, melainkan untuk melakukan bulan madu (honey moon).

Dengan penuh semangat dan gairah ikan jantan akan mendesak ikan betina menuju arah tanaman air yang dianggapnya sudah cukup aman untuk mereka melakukan pemanasan atau fore play. Ini akan dilakukan secara terus menerus.

Permainan cinta diakhiri dengan keluarnya telur yang berasal dari kandungan ikan betina. Sekali keluar maka jumlahnya bisa mencapai 4 sampai 5 telur. Proses pemijahan ini tidak hanya akan berlangsung selama satu atau dua hari saja, namun juga bisa berkali-kali dalam waktu yang lumayan panjang, yakni mulai dari satu sampai 2 hari.

Jika sudah memasuki hari ke dua maka anda bisa menyaksikan bahwa telur-telur ikan dokun akan mulai menetas. Ikan tersebut memiliki bentuk yang mirip dengan jentik-jentik halus dan nampak melayang-layang dalam air di sekitar tempat untuk meletakkan telur (rerumputan).

Untuk makanan ikan ini masih berasal dari kantong telur atau yolk sac yang masih ada. Selama itu pula anakan ikan dukun masih belum bisa melakukan gerakan menggunakan tenaganya sendiri. Sehingga untuk pergerakannay hanya akan mengikuti gerakan air pada akuarium.

Ikan dokun memiliki sifat yang dimana sewaktu-waktu bisa sangat agresif dan buas. Sehingga akan lebih baik jika indukan dokun (jantan dan betina) langsung dipindahkan ke tempat lain jika telur-telurnya sudah menetas.

Hal tersebut penting dilakukan karena pada awal kelahiran anakan ikan dokun sangat riskan atau rentan sekali jika masih berkumpul bersama kedua induknya. Bahkan bisa jadi indukan tersebut nantinya memangsa anaknya sendiri.

Setelah berusia 3 hari, anak-anak ikan dokun sudah mulai bisa berenang bebas dengan dayanya sendiri. Mulai saat itu juga anakan ikan sudah bisa diberikan makanan tambahan yang berupa infusoria atau artemia.

Manfaat Ikan Dokun, Wader, atau Seluang

Ikan dokun jika dikonsumsi maka akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Adapun berbagai manfaat dari ikan dokun adalah sebagai berikut:

1. Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

jantungMengonsumsi ikan air tawar bisa memberikan dampak yang baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian membuktikan bahwa ikan dokun bisa mengurangi risiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Ikan ini memiliki kandungan lemak yang sangat rendah, tinggi protein, dan asam lemak omega 3 sehingga sangat baik bagi kesehatan jantung.

2. Kesehatan Otak

kesehatan otakDengan mengonsumsi ikan dokun juga bisa menjaga kesehatan otak. Seperti yang kita tahu bahwa fungsi otak manusia akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Dengan mengonsumsi ikan maka bisa menghambat penurunan fungsi otak, terutama bagian emosi dan juga memori.

3. Dapat Mengatasi Depresi

mengatasi depresiJika ikan dokun dikonsumsi secara rutin maka akan mengurangi tingkat stress dan depresi. Kandungan omega 3 yang dimiliki oleh ikan memiliki peran sebagai antidepresan.

4. Dapat Meningkatkan Kualitas Tidur

kualitas tidurIkan adalah salah satu makanan yang bisa memicu pembentukan vitamin D. Vitamin ini bisa membantu untuk dapat meningkatkan kualitas tidur serta fungsi tubuh terkait dengan vitamin D.

5. Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Autoimun

penyakit autoimun-minNutrisi yang dimiliki oleh ikan air tawar bisa membantu untuk mencegah terjadinya penyakit autoimun seperti artritis reumatoid, diabetes tipe 1, dan juga sklerosis multipel. Manfaat ini bisa didapatkan jika kita rutin mengonsumsinya. Untuk orang dewasa sangat disarankan untuk makan dua porsi ikan dalam setiap minggu.
Peran Ikan Dokun, Wader, atau Seluang dalam Perairan

Ikan dokun atau Barbus Leteristriga ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang bisa dipelihara dalam sebuah akuarium. Ikan hias ini juga biasa disebut dengan ikan Kapiau.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa daerah penyebaran ikan ini dapat dijumpai di kawasan Muangthai dan Semenanjung Malaya (Malaysia). Sedangkan di Indonesia sendiri ikan ini banyak dijumpai di perairan sungai yang berada di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Perilaku Ikan Dokun, Wader, atau Seluang

perilaku waderIkan dokun dikenal sebagai ikan air tawar yang sangat aktif. Bahkan ikan ini hampir tidak pernah berhenti berenang dan selalu terlihat mondar mandir kesana kemari. Sementara untuk daerah renangnya (swimming zone) lebih suka pada bagian dasar akuarium.

Makanan yang paling disukai oleh ikan dokun adalah hewan air seperti kutu air, jentik-jentik nyamuk, dan lain. Aktivitas berenang ikan jotun akan nampak menonjol ketika sedang dalam keadaan lapar atau kekurangan makanan.

Jika sedang dalam kondisi lapar biasanya ikan ini akan menampakkan sifatnya yang sangat agresif ddan buas, seperti misalnya menyerang ataupun mengejar ikan lain dengan seenaknya. Terlebih seringkali menyerang ikan yang memiliki ukuran sama atau jauh lebih kecil.

Meskipun demikian, sebenarnya ikan hias ini dikenal sebagai ikan yang tidak banyak tingkah dan cenderung menyukai damai dan rukun dengan jenis ikan hias yang lainnya. Hanya saja karena keadaan yang benar-benar mendesak (seperti kekurangan jumlah makanan), maka ikan ini memiliki sifat agresif. Sifat ini biasanya mulai timbul ketika dokun sudah mulai beranjak dewasa, yang dimna memiliki ukuran sekitar 6 cm.

Maka dari itu, selama memelihara ikan dokun harus benar-benar diperhatikan dan jangan sampai kelaparan. Jika anda ingin mengisi akuarium anda lebih dari satu jenis ikan termasuk ikan wader atau dokun di dalamnya, maka jangan sampai ikan jenis lainnya memiliki ukuran yang sama ataupun lebih besar dari ukuran ikan dokun.

Hal ini penting untuk diperhatikan, sebab jika tidak maka ikan bisa menjadi mangsa keagresifannya yang terkadang bisa muncul kapan saja.

Ikan dokun juga memiliki kebiasaan yang senang sekali mengorek-ngorek, sehingga dasar akuarium sangat disarankan untuk dibuat dari pasari yang halus. Dengan demikian maka nantinya akan memudahkan ikan dokun untuk mengorek-ngorek makananya. Ini juga untuk mencegah terjadnya luka pada bagian mulutnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here