Tips Mengatasi dan Membasmi Kutu Pada Ikan Koi

0
109
Kutu Pada Ikan Koi

ZonaIkan.Com – Tips Mengatasi dan Membasmi Kutu Pada Ikan Koi, Pada ulasan kali ini kami akan menjelaskan bagaimana cara menghilangkan kutu ikan koi di kolam budidaya atau cara membasmi kutu ikan koi di kolam budidaya. Selain itu, admin juga akan memberikan tips untuk mengobati ikan koi yang sudah terkenal kutu berbahaya di dalam kolam atau akuarium.

Sebelumnya banyak sekali pertanyaan yang masuk pada kami. Banyak yang bertanya kenapa koi yang sudah terkena kutu tidak di karantina atau dipisahkan di kolam lain? Kenapa koi sangat perlu treatment yang di lakukan di kolam budidaya?

Kutu Ikan Koi

Cara Mengatasi dan Membasmi Kutu Pada Ikan Koi

Nah, untuk jawabannya mari langsung saja simak ulasan dibawah ini tentang Tips Mengatasi dan Membasmi Kutu Pada Ikan Koi :

  • Pertama, ada ikan koi yang baru saja masuk dengan jumlah fantastis, yaitu 20 ekor.
  • Kedua, ada 2 ikan koi yang loncat dan tidak kami ketahui sehingga langsung mati.
  • Ketiga, setengah dari jumlah populasi ikan koi yang berada dalam kolam tersebut flashing atau menggesek-gesekkan tubuh ke dinding kolam atau bagian dasar kolam.
  • Keempat, hampir 8 bulan kami lupa untuk memberikan bakteri starter di chamber biologis. Tentu hal ini sangat tidak patutu untuk ditiru. Namun untuk media filternya tidak lupa kami bersihkan.
  • Kelima, hampir semua gejala ikan koi yang terkena kutu ada di kolam, seperti flashing, koi berenang menggunakan sirip dayung yang tertutup (terlipat), koi kurang beraktivitas atau berdiam diri di dasar kolam, dan bahkan ada satu koi yang memiliki bisul atau kutil pada bagian pipinya.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa kami melakukan treatment ini secara langsung di kolam budidaya dan tidak di karantina. Jadi jika 1 atau 2 ekor ikan koi terkena kutu maka Anda nantinya bisa melakukannya hanya khusus di bak untuk karantina saja.

Selanjutnya jika di dalam kolam atau akuarium ada setengah dari populasi ikan koi terkena kutu maka bisa kita anggap semuanya terkena kutu termasuk air, dan juga lingkungan.

Oleh karena itu, penangan ikan koi ekor per ekor bisa dibilang sangat tidak efektif.
Dengan demikian satu kolam budidaya harus segera di treatment untuk membunuh, memberantas dan menghilangkan semua kutu yang berada dalam kolam tersebut.

Penjelasan Penyebab Kutu Jamur Ada di Kolam Budidaya

Berikut ini kami akan memberikan beberapa penjelasan mengapa kutu atau jamur bisa masuk ke dalam kolam budidaya:

  • Pertama, masuknya ikan koi yang baru ke dalam kolam budidaya, dimana ikan tersebut tidak bersih dari kutu. Ini sebenarnya berhubungan dengan treatment yang Anda lakukan waktu ikan koi pertama kali datang seperti misalnya dengan memberikan PeKa, obat kutu, garam, obat jamur, obat bakteri atau obat sejenisnya.
  • Kedua, berkaitan dengan kualitas air atau parameter air yang kurang bagus seperti misalnya dengan melakukan push makananan ke koi, sementara Anda tidak peduli dengan kemampuan filter. Seanjutnya kami membahasa mengenai kemampuan sebuah filter. Mahal atau murahnya sebuah filter yang digunakan, seperti misalnya menggunakan sistem filtrasi konvensional atau otomasi mesin sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah. Yang paling penting disini yaitu kemampuan bottom drain serta skimmer untuk melakukan penyedotan terhadap kotoran, kemampuan airlift, waterfall, arus bawah untuk dapat mendorong semua kotoran ke skimmer dan bottom drain, serta kemampuan suatu pompa air untuk dapat memutar air hingga 3 sampai 4 kali sampai bisa mencapai prinsip sirkulasi air yang bagus.
  • Ketiga, masih berkaitan dengan parameter yang kurang bagus, yakni adanya kendala proses nitrifikasi yang berada di dalam Chamber filter. Jadi untuk proses penguraian ammonia berubah menjadi nitrit mengalami kendala karena ammonia tidak bisa diuraikan secara sempurna menjadi nitrit. Dengan begitu nitrit dan sisa-sia ammonia nantinya akan mengalir terus-menerus menunju chamber hingga menunju ke Chamber kimiawi. Akibatnya media filter yang terdapat di dalam Chamber kimiawi seperti oyster shell atau karang jahe nantinya tidak mampu lagi bekerja secara optimal sehingga menyebabkan pH swing, pH naik turun, dan lebih parahnya lagi nitrit dan ammonia tersebut akan dikirim langsung ke kolam sehingga bisa menjadi bom waktu alias BOM AMMONIA.
  • Keempat, ini karena adanya pemakaian media filter atau peralatan kolam ikan yang berupa media filter bekas. Jadi untuk media filter bekas atau peralatan ini harus Anda sterilisasikan terlebih dahulu supaya terbebas dari jamur, kutu atau bakteri jahat. Anda bisa sterilkan dengan menambahkan PeKa atau dibersihkan dengan PeKa terlebih dahulu dalam jangka waktu satu jam. Namun jika Anda masih ragu maka bisa menambahkan obat jamu atau obat kutu.

Ciri Ciri Ikan Koi Yang Terkena Kutu

Selanjutnya kami akan membahas bagaimana ciri-ciri ikan koi yang terkena kutu. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Ikan mengalami flashing atau menggesek-gesekkan tubuhnya ke dinding kolam atau dasar kolam.
  • Sering melompat ke arah luar dari bagian permukaan air. Untuk posisinya biasanya loncat ke depan ke samping dan bahkan ke atas. Jadi bisa dibilang mirip dengan ikan lumba-lumba.
  • Ikan koi biasanya akan berenang dengan menggunakan sirip dayung yang terlipat atau tertutup.
  • Berdiam diri di bagian dasar kolam dan bahkan ikan tersebut tidak mau untuk naik ke permukaan. Selain itu, nafsu makan ikan koi juga semakin berkurang.
  • Pada bagian tubuh ikan koi sering timbul semacam kutil atau bisul

Nah, mari kita masuk ke pembahasan inti, yaitu cara menangani kutu yang terdapat di kolam dan cara mengobati ikan hias koi yang sudah terserang kutu.

koi fish fleas

Cara mengobati ikan hias koi yang sudah terserang kutu

Penanganan kutu ini dibagi dalam 5 langkah mudah, yakni sebagai berikut:

1. Menyiapkan obat kutu

Obat kutu yang sering digunakan adalah masoten yang bisa dibeli secara ecer di toko online dengan kemasan 10 gram. Obat ini diyakini mampu membuat kolam budidaya terbebas dari kutu ikan.

Dosis yang digunakan adalah 1 gram masoten untuk 1000 liter air (1 ton air). Lalu siapkan sebuah wadah untuk mengaduk serta melarutkan kemudian masukkan ke dalam air sebelum Anda taburkan ke kolam. Anda bisa menggunakan sebuah sendok dan gelas dengan ukuran 250 ml.

2. Kurangi Volume Air

Usahakan untuk mengurangi volume air kolam maksimal sekitar 50% dari kapasitas menyeluruh isi kolam. Biasanya para budidaya akan mengurangi volume isi kolam dari 5 ton menjadi 3 ton saja. Hal ini berguna untuk mempermudah ketika menggunakan dosis masoten karena 10 gram masih dibagi menjadi beberapa bagian, yang mana 3 gram untuk 3000 liter air.

Disamping itu, perlu juga untuk mengurangi air kolam ketika melakukan treatment obat kutu karena memiliki beberapa manfaat. Pertama untuk mencegah ikan loncat ketika treatment, ini biasa terjadi ketika dilakukan treatment kutu. Kedua untuk lebih menghemat penggunaan obat kutu karena airnya berkurang.

3. Larutkan Masoten Dan Masukkan Ke Kolam

Melarutkan masoten kedalam sebuah gelas yang sebelumnya sudah diisi dengan air sampai tiga perempatnya. Lalu larutkan ke dalam gelas tersebut dan aduk sampai merata. Jika sudah merata tinggal ditaburkan ke dalam kolam.

4. Waktu Mengganti Air

Jika sudah memasuki hari kedua maka tidak perlu diganti. Pada hari ketiganya baru Anda bisa mengganti air sekitar 10%-nya. Lalu Anda bisa melakukan pengobatan sesuai dengan dosis serta langkah cara seperti sebelumnya.

5. Ulangi Pengobatan Di Hari Keenam

Langkah kelima adalah mengulangi pengobatan pada hari keenam. Ini berarti pada hari ke 4 dan ke 5 air didalam kolam tidak perlu diganti. Namun pada hari ke 6 harus diganti sekitar 10% sebelum melakukan pengobatan, untuk dosis dan juga caranya sama dengan langkah sebelumnya. Disini Anda harus mengulangi pengobata sampai ke hari 9, jadi pada hari ke 7 dan ke 8 airnya jangan diganti dulu, air bisa diganti 10% pada hari ke 9 sebelum melakukan pengobatan.

Selama masa pengobatan tesebut, air tidak sampai pada ketinggian normal dan hanya sampai pada ketinggian tertentu saja sesuai keinginan Anda. Jadi untuk pengobatannya harus dilakukan pada hari ke satu, ke dua, ke enam, ke sembilan dan pada hari ke 10 harus diganti airnya 10%. Jika sudah maka bisa diisi full 100% air hingga ketinggian normal.

3 Catatan Penting Untuk Pedoman Pengobatan Ikan

Diantara beberapa langkah tersebut ada sebuah catatan penting yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman, diantaranya:

  1. Yang pertama dan paling penting adalah selama masa pengobatan ikan tidak boleh diberi makan sama sekali (dipuasakan).
  2. Yang kedua berhubungan dengan media filter. Apabila Anda sudah benar-benar yakin bahwa media filter yang digunakan tidak terkena kutu, maka Anda bisa matikan jalur filtrasi ke arah media filter. Dengan demikian maka yang terkena obat nantinya hanya kolam utama lalu langsung menuju ke Chamber khusus pompa dan backwash lalu kembali lagi ke kolam utama. Untuk kolam kami ini pada hari pertama kami akan membuka semua jalur langsung menuju ke arah media filter sehingga media filter akan terkena obat kutu tadi. Selanjutnya untuk pengobatan pada hari ke enam dan ke sembilan akan kami tutup semua jalur menuju ke arah media filter, lalu aliran air dari kolam paling utama akan langsung menuju ke chamber vortex, setelah itu dari chamber vortex akan langsung menuju ke chamber khusus pompa dan juga backwash serta dikembalikan lagi menuju kolam yang utama dengan melalui waterfall.
  3. Yang ketiga jika misalnya ada yang ingin Anda tanyakan maka silahkan langsung posting di komentar.

Sebagai catatan, untuk pengobatan atau treatment harus benar-benar disesuaikan dengan jenis penyakitnya. Jika misalnya obat kutu maka hanya untuk mengobati kutu, obat bakteri khusus untuk mengobati bakteri dan obat jamur hanya untuk mengobati jamur. Jangan sampai Anda nantinya salah obat ya.

Baca Juga : Cara Mengembangbiakkan Ikan Koi dengan Mudah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here