Mengenal Ikan Hias Air Tawar Flying Fox

0
1408

Mengenal Ikan Hias Air Tawar Flying Fox

Mengenal Ikan Hias Air Tawar Flying Fox

Mengenal Ikan Hias Air Tawar Flying Fox – Ikan Flying Fox atau nama latinnya Epalzeorhynchos kalopterus merupakan jenis ikan hias air tawar yang cukup populer dikalangan pecinta ikan hias. Jika di Indonesia ikan ini akan banyak di temukan di daerah Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Ikan dari keluarga Cyprinidae ini hidup sebagai penghuni bagian dasar perairan dengan habitat dasaran pasir dan bebatuan.

Ikan ini memiliki karakter fisik yang memanjang dengan bagian perut yang datar. Serta bagian punggung ikan berwarna hijau tua dan coklat. Sedangkan untuk perut dan tubuhnya yang bagian bawah berwarna putih kekuningan.  Ada garis hitam kecoklatan yang membujur mulut melewati mata sampah ekornya. Ikan ini juga memiliki iris mata kemerahan untuk bagian sirip berwarna hitam dengan tepian putih yang transparan.

Untuk panjangnya ikan ini bisa mencapai 16 cm, tetapi ukuran tersebut merupakan ukuran maksimal dan jarang ditemui. Karena rata – rata panjang ikan flying fox yang dipelihara pada aquarium adalah 11 cm. Jenis betina dari ikan flying fox memiliki tubuh yang lebih besar dibanding yang jantan. Tetapi akan sulit membedakan antara jantan dan betina ketika ikan ini masih berusia muda.

Ikan ini bisa bertahan hidup dengan baik, dengan usia rata – rata antara 8 sampai 10 tahun dengan catatan kondisi habitat dan lingkungan yang cocok bagi ikan flying fox ini.

Jenis pakan ikan flying fox adalah alga hijau. Sehingga banyak yang memelihara ikan ini dalam aquarium sebagai ikan Pembersih. Sehingga populasi alga pada aquarium bisa berkurang. Ikan ini juga termasuk jenis ikan omnivora, jadi bukan hanya alga saja yang bisa dijadikan pakan, ikan flying fox juga bisa mengkonsumsi crutacea kecil, larva serangga dan lainnya. Ikan ini juga akan menerima pakan lainnya berupa pellet, berbagai sayuran seperti selada, mentimun atau bayam.

Untuk menjaga dan mengembangkan warna tubuh ikan maka pemberian makanan perlu diatur dengan jenis makanan seperti pakan hidup kecil dan pakan beku seperti daphnia, artemia, bloodworm dan beberapa pellet berbahan sayuran.

Dalam pemeliharaannya ikan ini dianjurkan dapat dipelihara dalam aquarium dengan ukuran diatas 125cm x 45cm x 45cm. Karena ikan ini akan merasa lebih nyaman bila ditempatkan pada aquarium berukuran besar. Bisa juga menambahkan substrat yang menyurapai kondisi sungai berupa pasir, kerikil dan batu dengan berbagai ukuran. Atau yang saat ini sedang populer yaitu aquascape.

Gunakan pula filter eksternal yang memadai sehingga kondisi air dalam aquarium tetap baik tanpa adanya kotoran yang masuk dalam aquarium. Kondisi mutu air sendiri diatur pada suhu 22-26 oC, kesadahan 5-12 oH dan pH 6-7,5 namun lebih baik kalau pH mendekati netral.

Ikan ini juga tidak disarankan untuk satu tempat dengan ikan yang berukuran kecil. Karena sebagai ikan omnivora ikan ini bisa saja melahap ikan yang berukuran lebih kecil ketika kondisi lapar. Jenis ikan yang mungkin bisa menjadi satu tempat dengan ikan flying fox adalah Acaras, Angelfish, Barbs, Eartheaters, Gouramies, Knifefish, Loach, Tetra dan Rasbora. Sebenarnya dalam habitat aslinya Ikan ini jarang ditemui dalam bentuk berkelompok. Karena ikan ini hidup secara soliter dan hanya bertemu dengan individu lainnya saat musim bertelur.

Itulah beberapa informasi mengenai jenis ikan hias air tawar Flying Fox. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda lebih mengenal jauh tentang ikan hias Flying fox ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here