Mengenali 7 Perbedaan Antara Ikan Nila dan Ikan Mujair

0
945
Perbedaan Ikan Nila dan Mujair

Mengenali Perbedaan Antara Ikan Nila dan Ikan Mujair.  Ikan mujair dan ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang banyak ditemukan diperairan Indonesia. Kedua jenis ikan ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena memiliki rasa yang tak kalah enak dari ikan laut.

Rasa dari ikan nila dan mujair memang sangat enak dan bisa diolah menjadi berbagai makanan. Selain itu, harga ikan nilai dan mujair juga terbilang sangat murah di pasaran.
Tapi, pernahkah Anda mengalami kebingungan atau bahkan salah membeli ikan diantara kedua jenis ikan ini? Jika dilihat secara sekilas kedua ikan ini memang memiiki tampilan yang sangat mirip. Namun jika diperhatikan dengan seksama maka akan nampak perbedaan dari kedua jenis ikan ini.

Nah, kali ini kami akan memberikan info mengenai cara membedakan antara ikan nila dengan mujair supaya Anda nantinya tidak bingung atau salah lagi saat membeli diantara kedua ikan ini. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah perbedaan antara ikan nila dengan ikan mujair.

Ikan Nila dan Mujair

1. Bentuk dan Ukuran Tubuh

Bagi orang yang masih awam, mungkin bentuk dan ukuran tubuh kedua jenis ikan air tawar ini terlihat sama. Padahal jika dilihat lebih teliti lagi akan sangat jelas sekali perbedaaannya.

Ukuran tubuh nila jauh lebih besar, lebih lebar dan sedikit bulat. Untuk perbandingan ukurann panjang dan tinggi dari ikan nilai adalah 3:1. Ukuran ikan nilai yang sedang panjangnya bisa mencapai kurang lebih 30 cm.

Sementara itu, bentuk tubuh ikan mujair jauh lebih ramping, pipih dengan bentuk tubuh yang lebih panjang daripada ikan nila. Kemudian untuk perbandingan ukuran panjang dan tinggi dari ikan mujair adalah 2:1. Ikan mujair dengan ukuran sedang biasanya mmemiliki panjang sekitar 40 cm.

2. Bentuk Kepala

Perbedaan antara ikan nila dengan ikan mujair lainnya bisa dilihat dari bentuk kepalanya. Bentuk kepala ikan nila cukup kecil meskipun memiliki ukuran tubuh yang lebih besar. Ukuran mulut ikan ini juga tidak terlalu besar, sama sekali tidak ada totol pada wajah ataupun pipinya dan mempunyai bentuk mata yang besar.

Sedangkan ikan mujair memiliki bentuk kepala yang jauh lebih besar dengan ukuran mulut yang lebih besar dan lebar. Ikan ini memiliki totol pada bagian pipi atau wajahnya dan memiliki bentuk mata yang jauh lebih kecil.

3. Bentuk Sirip dan Ekor

Selanjutnya yang cukup mudah untuk dibedakan lagi adalah bentuk sirip dan ekor ikan. Bentuk sirip punggung ikan nilai jauh lebih panjang, tulang siripnya nampak jelas dan cukup tajam.

Pada bagian sirip belakang ikan nila nampak ada garis-garis yang memotong tulang sirip. Untuk sirip pada bagian bawah memiliki bentuk yang pendek dan melebar. Dan pada bagian ekor ikan nila terdapat corak garis-garis yang terlihat memotong tulang ekor.
Sedangkan ikan mujair memiliki sirip punggung yang lebih pendek dan bagian ujung sirip tersebut berwarna kemerahan. Pada bagian sirip belakang tidak memiliki garis-garis sama sekali dan bagian sirip bawah tampak lebih lonjong dengan warna kehitaman. Kemudian pada bagian sirip ekor ikan nila berwarna kehitaman dan tidak memiliki garis-garis.

Ikan Nila

4. Corak dan Warna Tubuh

Semua jenis ikan sudah pasti memiliki corak yang berbeda-beda, termasuk ikan mujair dan nila. Sepanjang tubuh ikan nila memiliki corak dengan garis vertikal hingga bagian ekornya.

Jika ikan nila sudah semakin dewasa maka warna corkan garis vertikal tersebut akan nampak semakin kabur. Ikan nila mempunyai warna sedikit keabuan dan kehitaman yang lebih cenderung transparan.

Berbeda halnya dengan mujair, di sepanjang tubuh ikan ini memiliki corak bintik-bintik yang terlihat sangat jelas. Ikan mujair biasanya berwarna hitam, hitam agak kecoklatan, hitam keabu-abuan atau hitam kekuning-kuningan.

5. Kebiasaan dan Penyebaran

Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa ikan nila dan mujair merupakan ikan yang hidup di air tawar. Ikan nila dapat ditemukan dengan mudah di rawa-rawa, sungai, danau, saluran irigasi atau waduk.

Bahkan bisa dibilang ikan nila merupakan jenis ikan yang mampu beradaptasi dalam berbagai jenis perairan seperti air asin, air tawar, dan air payau. Ikan nila juga mudah sekali untuk berkembang biak. Memasuki usia ke 5 sampai 6 bulan ikan nila sudah bisa bereproduksi.

Setiap ekor ikan nila bisa bertelur sekitar 300 atau bahkan bisa lebih, hal ini tergantung pada bentuk ukuran dan kualitas induk nila. Telur-telur yang telah dibuahi nantinya akan dikulum indukan nila dalam rongga mulut hingga menetas.

Ikan nila termasuk dalam jenis ikan pemakan segala (omnivora), ikan ini biasa memakan plankton dan bahkan bisa memakan berbagai jenis tumbuhan. Sehingga jika sampai tidak terkontrol maka ikan nila akan menjadi hama, terutama saat ditebar ke dalam danau ataupun sungai.

Sedangkan ikan mujair merupakan ikan air tawar yang mampu beradaptasi pada air dengan kandungan garam tinggi seperti air payau. Sama halnya dengan ikan nila, ikan mujair juga sangat mudah sekali untuk berkembang biak.

Pada usia 3 bulan, ikan mujair bisa mulai untuk bereproduksi dan mampu berkembang biak kembali pada 1,5 bulan berikutnya. Indukan ikan mujair mampu menghasilkan telur hingga 150 butir tergantung dari kualitas indukannya.

Ikan mujair juga akan mengerami semua telurnya di dalam mulut sampai bisa menetas dalam waktu 1 minggu. Tetapi indukan ikan mujair akan tetap membiarkan ikan yang sudah menetas tadi tetap dalam mulutnya hingga ikan-ikan kecil disapih.

6. Harga

Meskipun ikan nila dan mujair merupakan jenis ikan air tawar yang mudah untuk ditemukan di pasaran dan mudah dibudidayakan, tetapi kedua jenis ikan ini memiliki harga yang tidak sama.

Harga kedua ikan air tawar ini sangat murah dan juga terjangkau. Tetapi ikan nila memiliki harga yang lebih mahal daripada harga ikan mujair. Harga yang mahal tersebut sebanding dengan daging ikan yang jauh tebal dan ukuran ikan nila pun juga lebih besar. Inilah yang menjadi alasan mengapa ikan nila lebih banyak digemari.

7. Kandungan Nutrisi

Ikan nila dan mujair merupakan sumber protein hewani yang sangat mudah dijangkau dan sangat murah. Keduanya memiliki banyak kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh seperti kandungan nutrisi dan mineral.

Dalam ikan nila terdapat cukup banyak kandungan nutrisi seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalium, vitamin B12, vitamin B3, fosfor, selenium, kandungan asam lemak omega 3 yang rendah dan kandungan asam lemak omega 6 yang lebih tinggi dan pastinya baik untuk tubuh apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Sementara itu, dalam ikan mujair juga terdapat banyak kandungan nutrisi seperti protein, lemak, kalori, vitamin B3, vitamin B12, selenium, potassium, fosfor, dan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan tubuh.

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai perbedaan ikan nila dan ikan mujair yang penting untuk diketahui. Dengan adanya informasi ini Anda nantinya diharapkan tidak salah lagi dalam memilih, dan semoga pembahasan ini bisa sedikit menambah wawasan Anda.

Saat membeli ikan usahakan untuk memilih ikan yang masih dalam keadaan segar. Ini penting karena ikan yang masih segar sudah pasti kandungan nutrisinya juga masih baik untuk dikonsumsi.

Kedua ikan air tawar ini juga bisa Anda olah sesuai dengan selera Anda sendiri. Namun ikan ini paling sering dijadikan sebagai lauk yang memiliki rasa sangat enak dan gurih.

Demikian ulasan kami tentang perbedaan ikan nila dan mujair yang bisa kami sampaikan. Semoga semoga bermanfaat dan jangan lupa baca artikel kami yang lainnya juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here